Polisi Periksa Ortu Korban-Kades soal Ledakan Obat Petasan di Simo Boyolali

Polisi Periksa Ortu Korban-Kades soal Ledakan Obat Petasan di Simo Boyolali

Jarmaji - detikJateng
Selasa, 27 Jan 2026 17:32 WIB
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra memberikan keterangan soal ledakan di Simo.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra memberikan keterangan soal ledakan di Simo. Foto: Jarmaji/detikJateng.
Boyolali -

Polres Boyolali melakukan pendalaman penyelidikan kasus ledakan yang mengakibatkan satu orang mengalami luka di Desa Bendungan, Kecamatan Simo. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh petugas.

"Kami telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan dan kami pun mengumpulkan barang bukti serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, ditemui di kantornya, Selasa (27/1/2026).

Dijelaskan, beberapa saksi telah dimintai keterangannya. Antara lain orang tua korban, adik korban, tetangga, dan kepala desa setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saksi yang sudah dimintai keterangannya di antaranya yaitu saksi orang tua korban, kemudian adik korban, kepala desa dan saksi lainnya," kata Indra.

Ledakan tersebut terjadi di rumah Samsudin, warga Dukuh Bendungan, Desa Bendungan, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Ledakan terjadi pada Senin (26/1) sore kemarin pukul 17. 15 WIB. Korban luka yakni anaknya, Ilham Dino Saputra (18).

ADVERTISEMENT

Dari hasil penyelidikan sementara, jelas Indra, ledakan tersebut diduga dari obat petasan yang diracik oleh korban. Bahan-bahan obat petasan itu dibeli korban secara online.

"Hasil penyelidikan sementara saat ini dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kita temukan di TKP, diindikasikan bahwa pelaku atau korban tersebut mencoba untuk meracik obat petasan, yang didapatkan secara online, membeli dari toko online," jelasnya.

Dikemukakan pula, dari penyelidikan sementara itu bahwa orang tua atau keluarga korban tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan korban tersebut. Korban meracik obat petasan yang kemudian meledak itu di dapur, yang berada di ruang rumah bagian belakang.

Korban, lanjut dia, baru kali ini meracik obat petasan yang rencananya akan dijual kembali. Korban belajar meracik obat mercon tersebut didapat secara online melalui media sosial.

"Namun dikarenakan yang bersangkutan itu tidak mempunyai keilmuan ataupun pengetahuan terkait dengan pembuatan obat petasan tersebut, akhirnya ketika dia mencoba meracik obat petasan tersebut akhirnya terjadi ledakan," imbuhnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar cukup serius di bagian wajah, kedua tangan dan kedua kaki. Korban kemudian dibawa ke RSUD Simo dan selanjutnya dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Solo.

Lebih lanjut Indra mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Boyolali, menyongsong bulan Ramadan ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Yang bisa menjaga warga melaksanakan ibadah puasa dengan kyusuk, hikmat serta nyaman.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Boyolali khususnya, mari kita dalam menyongsong bulan suci Ramadan ini hendaknya kita melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif, untuk bisa menjaga dan warga masyarakat kita bisa melaksanakan kegiatan kegiatan ibadah keagamaan nantinya di bulan suci Ramadan ini dengan khusyuk, hikmat dan nyaman," imbau Indra.

Kejadian ledakan itu juga sempat mengejutkan warga sekitar. Kepala Desa Bendungan, Fahrudin, mengatakan ledakan itu terdengar sangat keras sekali dari rumahnya, yang satu kampung itu. Dia pun kemudian mendatangi sumber suara tersebut.

"Kemarin sore, kurang lebih jam 5 sore terdengar suara ledakan sangat keras sekali. Waktu itu posisi saya masih di kamar mandi, mandi. Setelah itu saya merapat ke titik yang berkumpulnya orang (lokasi kejadian). Ternyata setelah saya mintai keterangan ada kejadian bahan obat mercon yang meledak," kata Fahrudin kepada para wartawan.

Ledakan obat mercon tersebut, terang dia, milik Dino (korban). Informasi yang ia dapat, obat mercon itu dibeli secara online dan diracik sendiri oleh korban.




(apl/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads