Niat Mandi Keramas Nisfu Syaban Beserta Tata Cara dan Hukumnya

Niat Mandi Keramas Nisfu Syaban Beserta Tata Cara dan Hukumnya

Nur Umar Akashi - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 00:01 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Ilustrasi mandi nisfu syaban. Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash
Solo -

Malam Nisfu Syaban tanggal 15 adalah waktu istimewa bagi umat Islam. Pada malam itu, Allah SWT mengampuni dosa makhluk-makhluknya, kecuali orang musyrik dan mereka yang bermusuhan.

Dikutip dari buku Memaksimalkan Ibadah di Sya'ban tulisan Nor Kandir, dasar keutamaan ini adalah hadits Mu'adz bin Jabal radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَطْلُعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النَّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam pertengahan Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang yang berbuat syirik atau orang yang sedang bermusuhan." (HR Ibnu Hibban dalam shahih-nya)

Berbekal hadits di atas, muncul anjuran untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan pelbagai amal. Salah satunya adalah mandi keramas. Bagaimana hukumnya? Cek selengkapnya di bawah ini, yuk!

ADVERTISEMENT

Poin Utamanya:

  • Tidak ditemukan ayat Al-Quran atau hadits shahih yang menganjurkan mandi Nisfu Syaban.
  • Mandi Nisfu Syaban diawali dengan niat dan diakhiri dengan membaca doa khusus.
  • Cara mandi keramas Nisfu Syaban sama saja dengan mandi junub yang merupakan salah satu jenis mandi wajib.

Hukum Mandi Keramas Nisfu Syaban

Berdasarkan keterangan dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), mandi keramas ini dikerjakan menjelang malam Nisfu Syaban tiba. Tujuannya adalah membuat diri siap secara lahir dan batin sebelum mengerjakan ibadah.

Sejauh penelusuran detikJateng, tidak ditemukan adanya ayat Al-Quran atau hadits shahih yang menyebut kesunnahan mandi malam Nisfu Syaban. Pun, para ulama yang memang meyakini adanya keutamaan malam ini tidak menyebut amalan khusus.

Contohnya, diambil dari buku Keutamaan Bulan Sya'ban oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Imam as-Suyuthi berkata:

"Adanya riwayat-riwayat -baik yang marfu' maupun atsar (yang mauquf)-, ini sebagai dalil bahwa bulan Syaban adalah bulan mulia. Akan tetapi tidak ada dalil tentang amalan sholat secara khusus dan untuk menyemarakkannya." (Al-Amru bil Ittiba' hal 178)

Syaikh al-Mubarakfuri mengatakan memang menghidupkan malam Nisfu Syaban dianjurkan. Namun, ia tidak membatasi jenis amalnya. Dilihat dari buku Mana Dalil Malam Nishfu Sya'ban? yang ditulis Ustadz Ma'ruf Khozin, sang syaikh berkata:

وَهَذِهِ الْأَحَادِيْثُ كُلُّهَا تَدُلُّ عَلَى عَظِيمٍ خَطَرٍ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ وَجَلَالَةِ شَأْتِهَا وَقَدْرِهَا وَأَنَّهَا لَيْسَتْ كَاللَّيَالِي الأُخرِ فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُغْفَلَ عَنْهَا بَلْ يُسْتَحَبُّ إِحْيَاءُهَا بِالْعِبَادَةِ وَالدُّعَاءِ وَالذِّكْرِ وَالْفِكْر

Artinya: "Hadits-hadits ini secara keseluruhan menunjukkan keagungan malam Nisfu Syaban, dan malam tersebut tidak sama dengan malam-malam yang lain. Dan dianjurkan untuk tidak melupakannya, bahkan dianjurkan untuk menghidupinya dengan ibadah, doa, dzikir dan tafakkur." (Syarah Misykat al-Mashabih 4/341)

Dapat ditarik benang merah bahwasanya mandi malam Nisfu Syaban bukan amalan yang disunnahkan langsung oleh Rasulullah SAW. Boleh-boleh saja mandi, tetapi tanpa meyakini keistimewaannya. Wallahu a'lam bish-shawab.

Niat Mandi Keramas Nisfu Syaban

Begini bacaan niat mandi keramas Nisfu Syaban:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِتَطْهِيرِ نَفْسِي فِي لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitul ghusla litathhīri nafsī fī lailati nisfi Sya'bāna lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku berniat mandi untuk menyucikan diriku pada malam Nisfu Syaban karena Allah Ta'ala."

Setelah mandi, laman Baznas menyebut ada doa yang bisa dibaca, yakni:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab Latin: Allāhummaj'alnī mina at-tawwābīna waj'alnī mina al-mutaṭahhirīn.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan termasuk orang-orang yang mensucikan diri."

Tata Cara Mandi Keramas Nisfu Syaban

Mandi keramas malam Nisfu Syaban tak berbeda dengan mandi wajib. Tata caranya sama saja. Perbedaannya hanyalah bacaan niatnya.

Dalam buku Fikih Muyassar terjemahan Fathul Mujib, ada dua cara mandi wajib, yakni cara yang disunnahkan dan cara yang mencukupi. Cara yang disunnahkan berarti mandi secara sempurna. Sementara itu, cara yang mencukupi sebatas melakukan hal-hal wajib saja.

Cara yang disunnahkan adalah:

  • Mencuci kedua tangan.
  • Mencuci kemaluan dan bagian badan yang terkena mani.
  • Wudhu.
  • Mengambil air, lalu menggosok-gosokkannya ke rambut kepala.
  • Menyiram air ke kepala sebanyak 3 kali.
  • Mengguyurkan air ke seluruh badan.

Dasarnya adalah hadits dari Maimunah:

وَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَضُوءَ الْجَنَابَةِ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، ثُمَّ تَمَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ ، وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ، ثُمَّ أَفَاضَ الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ ، ثُمَّ غَسَلَ جَسَدَهُ، فَأَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ فَلَمْ يُرِدْهَا، وَجَعَلَ يَنْفُضُ الْمَاءَ بِيَدَيْهِ

Artinya: "Rasulullah menyiapkan air untuk mandi junub. Beliau menuangkan air ke kedua tangan lalu mencuci tangan sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian, beliau berwudhu, ber-istinsyaq, dan membasuh wajah dan kedua lengan. Setelah itu, beliau mengguyurkan air ke kepala dan memandikan badan. Lalu aku datang membawakan handuk, tetapi beliau tidak menginginkannya. Beliau menyeka air dengan kedua tangan beliau." (HR Bukhari no 249 dan Muslim no 317)

Adapun cara yang mencukupi, umat Islam cukup mengguyurkan air ke seluruh badan. Tentunya, dengan terlebih dahulu berniat.

Demikian pembahasan ringkas mengenai niat mandi keramas Nisfu Syaban beserta hukum dan tata caranya. Semoga bermanfaat!

FAQ tentang Mandi Nisfu Syaban

1. Kapan malam Nisfu Syaban?

Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah sepakat memulai Syaban pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026.

2. Apakah mandi Nisfu Syaban harus pakai sabun dan sampo?

Tidak. Berdasar hadits, mandi wajib hanya mempersyaratkan air saja. Mandi Nisfu Syaban sendiri dikerjakan dengan cara yang sama dengan mandi wajib.

3. Adakah keutamaan mandi keramas Nisfu Syaban?

Tidak ditemukan keutamaan khusus mandi keramas Nisfu Syaban. Kemungkinan, mandi ini dikerjakan sebatas untuk membuat tubuh bugar nan bersih saat beribadah.




(par/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads