Mengapa Matahari Terlihat Seperti Bergerak Setiap Harinya? Ini Penjelasannya

Mengapa Matahari Terlihat Seperti Bergerak Setiap Harinya? Ini Penjelasannya

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 10:27 WIB
Ilustrasi matahari terbit
Ilustrasi matahari. Foto: REUTERS/TOBY MELVILLE
Solo -

Setiap hari kita melihat Matahari terbit dari timur lalu tenggelam di barat. Polanya begitu rutin hingga tampak alami, padahal fenomena ini bukan disebabkan Matahari yang bergerak. Justru Bumi yang berputar, menciptakan ilusi gerakan harian di langit.

Pemahaman sederhana ini membuka banyak penjelasan lain tentang bagaimana langit bekerja. Dari kecepatan rotasi yang tak kita rasakan hingga perubahan posisi Matahari sepanjang tahun, semuanya membentuk ritme siang, malam, dan musim yang kita alami.

Untuk memahami lebih jauh bagaimana rotasi Bumi, kemiringan sumbu, dan lintasan tahunan Matahari membentuk berbagai fenomena langit, simak penjelasan lengkap dan fakta menariknya berikut ini, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Matahari tampak bergerak karena Bumi berputar ke arah timur sehingga langit terlihat berubah sepanjang hari.
  • Lintasan Matahari di langit bergeser setiap hari akibat orbit tahunan Bumi dan kemiringan sumbunya.
  • Perbedaan lokasi geografis membuat setiap wilayah melihat jalur Matahari dengan karakter dan tinggi berbeda.

ADVERTISEMENT

Mengapa Matahari Terlihat Seperti Bergerak Setiap Harinya?

Setiap pagi, Matahari muncul dari timur. Lalu bergerak ke barat. Fenomena ini terlihat biasa. Namun gerakan itu bukan berasal dari Matahari. Gerakan itu terjadi karena Bumi berputar pada porosnya.

Dikutip dari penjelasan The StarChild NASA, Bumi berputar ke arah timur. Putaran ini membuat Matahari seolah bergerak ke barat. Saat seseorang menghadap timur, tubuhnya ikut bergerak ke timur. Karena itu, benda di balik horison timur akan tampak naik ke langit. Inilah yang membuat Matahari, Bulan, planet, dan bintang terbit dari timur.

Kecepatan putaran Bumi sangat tinggi. Orang di sekitar khatulistiwa bergerak sekitar 1.600 kilometer per jam. Kecepatan itu menurun saat seseorang bergerak ke arah kutub. Di wilayah Texas, kecepatannya sekitar 1.400 kilometer per jam. Di Kanada bagian selatan, kecepatannya sekitar 1.000 kilometer per jam. Jika berdiri di kutub utara, seseorang tetap bergerak, tetapi tubuhnya hanya berputar dalam lingkar kecil.

Meski kecepatannya besar, tubuh manusia tidak merasakannya. Manusia tidak memiliki alat untuk merasakan kecepatan mutlak. Tubuh hanya dapat merasakan perubahan kecepatan. Saat kecepatan tetap, tubuh tidak memberi sinyal apa pun.

Bayangkan seseorang berada di dalam mobil tertutup. Tanpa jendela, tanpa suara, dan tanpa getaran. Orang itu tidak akan tahu seberapa cepat mobilnya bergerak. Kondisi itu mirip dengan putaran Bumi. Semua benda di sekitar bergerak bersama pada kecepatan yang sama. Oleh sebab itu, tubuh tidak merasakan gerakan apa pun.

Gerakan Matahari yang terlihat setiap hari hanyalah ilusi. Yang bergerak sebenarnya adalah Bumi. Putaran itulah yang membuat langit tampak berubah sepanjang hari. Dengan memahami hal ini, gerak harian benda langit menjadi lebih mudah dipahami.

Fakta Menarik Lainnya tentang Matahari

Setelah memahami alasan mengapa Matahari tampak bergerak setiap hari, ada hal lain yang membuat bintang pusat tata surya ini kian menarik. Apa saja fakta yang belum kita tahu dari Matahari? Yuk, simak penjelasannya!

1. Matahari Tidak Selalu Berada di Jalur yang Sama

Griffith Observatory menegaskan bahwa jalur harian Matahari bukan satu garis tetap. Setiap hari, posisinya bergeser sedikit karena lintasan tahunannya di langit mengikuti ekliptika. Akibatnya, Matahari tampak mengambil busur berbeda saat naik dan turun.

Pergeseran kecil itu menyusun pola tahunan yang diamati para astronom kuno, lalu digunakan sebagai dasar membuat kalender musiman. Perubahan ini tidak bisa dirasakan secara instan, namun dapat dilihat jelas jika dibandingkan dari bulan ke bulan.

2. Lintasan Tahunan Matahari Membentuk Dua Titik Silang Penting

Menurut laman Monash University, terdapat dua bidang imajiner di langit yaitu ekuator langit dan ekliptika. Keduanya bersilangan pada dua titik, yaitu equinox. Pada dua hari dalam setahun, Matahari tampak berada tepat di bidang ekuator langit.

Fenomena ini menjadi penanda bahwa siang dan malam hampir sama panjang di seluruh dunia. Orang Yunani kuno memanfaatkan persilangan ini untuk memahami struktur langit dan membangun model geometris yang kelak mengarah ke penentuan kemiringan sumbu Bumi.

3. Kemiringan Sumbu Bumi Menentukan Banyak Fenomena Harian

Kemiringan sumbu Bumi terhadap orbitnya adalah alasan munculnya variasi harian Matahari sepanjang tahun. Dikutip dari laman resmi Weber State University, kemiringan ini membuat Matahari terlihat lebih tinggi pada periode tertentu, lalu lebih rendah pada periode lainnya.

Efek itu tidak hanya menciptakan musim, tetapi juga memengaruhi panjang busur perjalanan Matahari dari terbit hingga terbenam. Di lintang tinggi, pergeseran ini semakin terasa, bahkan bisa menghasilkan hari tanpa matahari atau malam tanpa akhir.

4. Perubahan Sudut Matahari Mengubah Karakter Cahaya

Sudut datang cahaya Matahari menentukan warna dan kualitas cahaya yang kita lihat. Saat Matahari rendah, cahaya melewati lebih banyak atmosfer sehingga muncul warna merah dan jingga. Ketika Matahari tinggi, cahaya lebih langsung dan tampak lebih putih.

Menurut catatan Griffith Observatory menyebut perubahan sudut ini rutin terjadi sepanjang tahun, membuat setiap musim memiliki karakter cahaya berbeda. Banyak peradaban kuno memanfaatkan perubahan ini untuk membaca waktu dan mengatur ritme kerja.

5. Matahari menjadi 'Kompas Musiman' bagi Banyak Budaya

Monash University menyinggung struktur batu kuno seperti Wurdi Youang di Australia, yang sejalan dengan titik-titik terbenam Matahari pada solstis dan equinox. Penyelarasan ini menunjukkan bahwa Matahari digunakan sebagai penentu arah dan penanda musim.

Fenomena serupa ditemukan di banyak tempat, termasuk struktur kuno di Eropa dan Amerika Utara. Cahaya Matahari bukan hanya pemanas atau penerang, tetapi juga 'jarum kompas' bagi nenek moyang yang membaca langit untuk bertahan hidup.

6. Matahari Terlihat Berbeda di Setiap Tempat

Weber State University menekankan bahwa lintang geografis memengaruhi cara seseorang melihat Matahari. Di daerah khatulistiwa, Matahari tampak selalu melalui langit tinggi. Di lintang menengah, busurnya lebih rendah dan berubah besar sepanjang tahun.

Sementara di kutub, Matahari bisa saja tidak terbenam selama berhari-hari. Beda lokasi berarti beda pengalaman, walau Matahari yang sama dilihat dari seluruh dunia.

Demikian fakta-fakta mengenai matahari yang seolah tampak bergerak setiap hari. Apakah kamu tertarik untuk mempelajari benda langit ini dengan lebih mendalam, detikers?

FAQ

1. Kenapa Matahari terlihat bergerak setiap hari?

Karena Bumi berputar pada porosnya ke arah timur. Rotasi ini membuat Matahari tampak bergerak dari timur ke barat, padahal sebenarnya kitalah yang bergerak mengikuti putaran Bumi.

2. Bumi berputar mengelilingi Matahari disebut apa?

Gerakan tersebut disebut revolusi Bumi, yaitu pergerakan Bumi mengelilingi Matahari dalam lintasan orbitnya.

3. Berapa lama Bumi mengelilingi Matahari dalam satu putaran?

Rata-rata 365¼ hari. Sistem kalender kemudian menyesuaikan kelebihan seperempat hari ini melalui tahun kabisat setiap empat tahun sekali.




(par/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads