Kalender Hijriah Hari Ini 30 Januari 2026 dan Keistimewaan Jumat

Kalender Hijriah Hari Ini 30 Januari 2026 dan Keistimewaan Jumat

Nur Umar Akashi - detikJateng
Jumat, 30 Jan 2026 09:32 WIB
Ilustrasi kalender atau cuti bersama
Ilustrasi kalender. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Photobuay)
Solo -

Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.

Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai patokan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.

Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Jumat, 30 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.

ADVERTISEMENT

Kalender Hijriah Hari Ini 30 Januari 2026

Kalender Hijriah 30 Januari 2026 Menurut Pemerintah

Tanggal resmi pemerintah dapat disimak via Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Januari 2026 tampak beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Rajab dan Syaban.

Rajab atau Rejeb dalam bahasa Jawa berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Adapun Syaban, tanggal pertama bulan ini bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Namun, berhubung waktu pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, sejatinya, Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.

Singkat kata, menurut versi pemerintah, 30 Januari 2026 dikonversi menjadi 11 Syaban 1447 H.

Kalender Hijriah 30 Januari 2026 Menurut NU

Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.

"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.

Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.

Dengan demikian, menurut NU, 30 Januari 2026 bertepatan dengan 11 Syaban 1447 H.

Kalender Hijriah 30 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Januari 2026 berbarengan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Rajab dan Syaban.

Rajab versi Muhammadiyah diawali pada 21 Desember 2025 lalu dan berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Setelahnya, yakni Selasa, 20 Januari 2026, Syaban dimulai dan berjalan 29 hari hingga 17 Februari 2026 mendatang. Berakhirnya Syaban menandakan kedatangan Ramadhan.

Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 30 Januari 2026 sebagai 11 Syaban 1447 H.

Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.

Keistimewaan Jumat dalam Syariat Islam

Menurut syariat Islam, hari Jumat memiliki sederet keistimewaan yang membuatnya berbeda. Selain adanya ibadah Jumat, apa lagi keistimewaan hari kelima dalam satu pekan ini? Berikut daftar beserta dalilnya, dikutip dari buku Arbain (40 Hadits) tentang Sholat Jum'at tulisan Nor Kandir:

1. Hari Raya Mingguan

Allah SWT menghadirkan dua hari raya tahunan bagi umat Islam, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, tahukah kamu bahwasanya hari Jumat juga termasuk hari raya dalam lingkup mingguan atau pekanan? Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ، جَعَلَهُ اللهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَاكِ

Artinya: "Sesungguhnya hari ini (Jumat) adalah hari raya yang dijadikan Allah bagi kaum Muslimin. Barang siapa yang datang untuk menunaikan sholat Jumat, maka hendaklah ia mandi. Jika ia memiliki wangi-wangian, maka hendaklah ia memakainya, dan gunakanlah siwak oleh kalian." (HR Ibnu Majah no 1098)

2. Hari Terbaik

Bukan Senin atau Kamis, hari terbaik berdasarkan syariat Islam adalah Jumat. Keutamaan ini didasarkan atas sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam:

خَيْرُ يَوْمِ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: "Sebaik-baik hari yang Matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu, Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam Jannah, pada hari itu ia dikeluarkan dari sana, dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat." (HR Muslim no 854)

3. Hari Terjadinya Kiamat

Kehancuran dunia beserta segala isinya adalah sebuah keniscayaan. Hanya saja, kita tidak mengetahui waktu tepat peristiwa itu bakal terjadi. Jika mengacu 'bocoran' dari Nabi SAW, kiamat akan terjadi pada hari Jumat:

وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ، وَمَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا وَهِيَ مُسِيخَةٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، مِنْ حِينَ تُصْبِحُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ شَفَقًا مِنَ السَّاعَةِ إِلَّا الْجِنَّ وَالْإِنْسَ

Artinya: "Di hari Jumat terjadi kiamat. Dan tidak ada satu pun makhluk Bumi melainkan mereka memasang telinga (waspada) pada hari Jumat, sejak waktu subuh hingga Matahari terbit karena takut akan datangnya hari kiamat, kecuali jin dan manusia." (HR Abu Dawud no 1046)

4. Hari yang Memiliki Waktu Mustajab

Sejatinya, setiap hari memiliki waktu mustajab yang berlaku keumuman. Sebut saja pada sepertiga malam terakhir, waktu antara adzan dan iqamah, maupun saat turun hujan. Namun, Jumat memiliki keistimewaan dengan tambahan waktu mustajab.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, waktu tersebut begitu singkat. Kapan? Begini bunyi sabda Nabi SAW yang dibawakan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu:

فِيهِ سَاعَةٌ، لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Artinya: "Di dalamnya terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba Muslim mendapati waktu tersebut dalam keadaan dia berdiri melakukan sholat seraya memohon sesuatu kepada Allah Ta'la, melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta.' Dan beliau memberikan isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut." (HR Bukhari no 935 dan Muslim no 852)

Demikian kalender Hijriah hari ini 30 Januari 2026 dan keistimewaan Jumat ketimbang hari-hari lain. Semoga penjelasannya bermanfaat, ya, detikers!




(sto/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads