Kematian selebgram Lula Lahfah diselidiki oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Sejumlah fakta ditemukan termasuk perjalanan terakhir Lula sebelum meninggal hingga hasil rekam medis.
Dikutip dari detikHot, Polres Metro Jakarta Selatan telah merampungkan penyelidikan. Dari penelusuran CCTV, pada sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, Lula sempat berada di sebuah kafe di kawasan Gunawarman bersama rekan, VA dan tidak ditemukan kejanggalan.
"Akhirnya kita menemukan di suatu kafe di wilayah Jakarta Selatan juga di Jalan Gunawarman. Saudari LL yang di dalam lingkaran merah ini terlihat masih bersama orang yang sama yaitu saksi saudari VA," kata AKBP Iskandarsyah dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pulang ke apartemennya, Lula sempat menuju rumah sakit di Jakarta Selatan. Dia berobat dan kemudian kembali ke apartemen. Keesokan harinya, asisten rumah tangga yang merasa janggal karena Lula tidak olahraga pagi, memanggil keamanan untuk membantu membuka pintu kamar Lula.
"Berdasarkan keterangan dari saksi bahwa kunci kamar dari unit yang ditempati oleh saudari LL ini terkunci dari dalam. Oleh karena itu, engineering membuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku," terang Iskandarsyah.
Polisi melakukan penyelidikan terkait kematian Lula. Dari hasil pemeriksaan medis awal menjadi kunci utama polisi dalam menentukan apakah ada dugaan tindak kekerasan atau murni karena faktor kesehatan dalam kasus ini.
"Keterangan dari Rumah Sakit Fatmawati bahwa kondisi saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan," tegasnya.
Dengan sejumlah temuan mulai dari pintu terkunci dari belakang dan hasil rekam medis, maka polisi resmi menghentikan penyelidikan dan menyatakan Lula murni meninggal karena kondisi kesehatan dan tidak ada unsur pidana dari pihak luar.
(alg/dil)
