- Sholat Maghrib Dulu atau Sholat Nisfu Syaban Dulu?
- Niat dan Tata Cara Sholat Nisfu Syaban 1. Niat Sholat Nisfu Syaban 2. Takbiratul Ihram 3. Rakaat Pertama 4. Rakaat Kedua 5. Membaca Yasin Sebanyak 3 Kali 6. Membaca Doa Nisfu Syaban
- FAQ Sholat Nisfu Syaban dulu atau sholat maghrib dulu? Sholat Nisfu abis maghrib apa isya? Apa yang dilakukan setelah sholat maghrib Nisfu Syaban?
Banyak umat Islam merasa bingung mengenai urutan yang benar antara sholat maghrib dan sholat Nisfu Syaban pada malam 15 Syaban. Penentuan skala prioritas ini sangat penting agar ibadah wajib dan sunnah kamu tidak tertukar. Mari kita bedah aturan fiqih yang tepat agar amalan malam istimewa ini menjadi lebih sempurna, detikers!
Waktu pelaksanaan sholat Nisfu Syaban memang sangat krusial karena berkaitan dengan pergantian hari dalam kalender Hijriah. Memahami urutan ibadah yang benar akan membantumu meraih keberkahan malam pengampunan dosa secara optimal. Ada pula rangkaian pembacaan surat Yasin dan doa khusus yang tidak boleh terlewatkan setelah sholat utama selesai.
Pastikan kamu sudah mengetahui niat serta tata cara lengkap untuk menghidupkan malam penuh rahmat ini, detikers. Yuk, simak panduan lengkap mengenai urutan ibadah malam Nisfu Syaban 2026 dalam ulasan di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Sholat maghrib wajib didahulukan sebelum melaksanakan sholat sunnah Nisfu Syaban.
- Rangkaian amalan paling utama dikerjakan setelah maghrib untuk menghidupkan malam ke-15 Syaban.
- Setelah sholat sunnah Nisfu Syaban, jamaah dianjurkan membaca surat Yasin tiga kali diikuti dengan doa khusus.
Sholat Maghrib Dulu atau Sholat Nisfu Syaban Dulu?
Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, terdapat sejumlah rangkaian amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban. Ibadah tersebut antara lain melaksanakan sholat Nisfu Syaban, membaca surat Yasin, serta berdoa.
Berdasarkan pendapat dari Syeikh Hasan bin Abdullah Ba'alawi Al Haddad, waktu terbaik untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah tersebut adalah setelah melaksanakan sholat maghrib. Sebab, ketika masuk maghrib dan mulai malam, kita sudah memasuki malam Nisfu Syaban atau 15 Syaban. Dengan begitu, ibadah yang kita lakukan tercatat untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban.
Melaksanakan sholat Nisfu Syaban setelah sholat maghrib juga sejalan dengan kaidah fiqih dalam skala prioritas. Dikutip dari artikel Menimbang Skala Prioritas dalam Kaidah Fiqih: Antara Darurat dan Kebutuhan karya Lisnawati dkk, umat islam harus mendahulukan amalan wajib di atas sunnah. Sebagai contoh, melaksanakan sholat fardhu seperti sholat maghrib lebih utama dibandingkan sholat sunnah seperti sholat Nisfu Syaban.
Di dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman:
"Tidak ada amalan yang paling Aku cintai dari hamba-Ku selain apa yang Aku wajibkan atasnya." (HR. Bukhari)
Niat dan Tata Cara Sholat Nisfu Syaban
Setelah mengetahui bahwa sholat Nisfu Syaban sebaiknya dilaksanakan setelah sholat maghrib, sekarang adalah waktunya untuk mempelajari tata caranya. Mari kita simak panduan lengkapnya yang dihimpun dari buku Ingin Tahu? Sholat tulisan Abdul Salam Mohd Zain berikut.
1. Niat Sholat Nisfu Syaban
Awali sholat dengan membaca niat dalam hati. Berikut ini bacaannya:
أُصَلّى سُنَّةَ لَيْلَةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usalli sunnata lailata nisfi Syaban rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya melaksanakan sholat sunnah malam Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Takbiratul Ihram
Setelah membaca niat, lanjutkan dengan takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan, lalu membaca doa iftitah.
3. Rakaat Pertama
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Membaca Surat Al-Kafirun
قُلْ يَاَءَيُّهَا الْكَافِرُونَ لَاَأَعْبُدُ مَاَ تَعْبُدُونَ. وَلَاَأَنْتُمْ عَابِدُونَ مَاَعَبُدُ. وَلَاَأَنَاَ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُمْ. وَلَاَأَنْتُمْ عَابِدُونَ مَاَعَبُدُ. لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Qul yaa ayyuhal kaafiruun. Laa abudu maa tabuduun. Walaa antum 'aabiduuna maa abud. Walaa anaa 'aabidum maa 'abattum. Walaa antum 'aabiduuna maa abud. Lakum diinukum waliya diin.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.'"
- Ruku dengan membaca tasbih tiga kali
- Itidal dengan membaca doa i'tidal
- Sujud pertama dengan membaca tasbih tiga kali
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua dengan membaca tasbih tiga kali
- Berdiri kembali untuk rakaat kedua
4. Rakaat Kedua
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallahu ahad. Allah hus-samad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'"
- Ruku dengan membaca tasbih tiga kali
- Itidal dengan membaca doa i'tidal
- Sujud pertama dengan membaca tasbih tiga kali
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua dengan membaca tasbih tiga kali
- Duduk tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir
- Mengucapkan salam sambil memalingkan wajah ke kanan dan kiri
5. Membaca Yasin Sebanyak 3 Kali
Setelah melaksanakan sholat Nisfu Syaban, lanjutkan dengan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali. Pada setiap membaca surat Yasin, ada doa berbeda yang kita panjatkan sebagaimana penjelasan dalam buku Mengikat Makna di Tengah Corona: Perjalanan Disiplin Membaca & Menulis tulisan Lukmanul Hakim berikut ini.
Pada bacaan pertama, setelah selesai membaca Surat Yasin, disertai doa agar Allah SWT memberikan umur yang panjang dalam ketaatan kepada-Nya.
Bacaan Surat Yasin yang kedua diniatkan untuk memohon kelancaran rezeki yang halal, berkah, dan cukup untuk mendukung ketaatan kepada Allah SWT.
Pada bacaan ketiga, diniatkan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan akhir hayat yang baik (husnul khatimah).
6. Membaca Doa Nisfu Syaban
Untuk menutup rangkaian ibadah pada malam Nisfu Syaban, kita dianjurkan untuk berdoa. Dikutip dari buku 71 Doa Harian tulisan KH M Yusuf Chudlori, berikut ini adalah bacaan doanya.
أَللّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَاالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَآإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَالَّلاجِـءِيْنَ، وَجَارَالْمُسْتَجِيْرِيْنَ، وَأمَانَ الْخَاءِفِيْنَ. أَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّ أَوْمَحْرُوْمًا أَوْمَطْرُوْدًا أَوْمُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ. اللّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ فِى أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَا بِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُوْا اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ. إِلٰهِي بِالتَّجَلِّيِّ الْأَعْظَامِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ: أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْإِكْرَمُ. وَصَلَّى اللّٰهُ تَعَالَى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهٖ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allāhumma yā dzal-manni wa lā yumannu 'alayh, yā dzal-jalāli wal-ikrām, yā dzath-thauli wal-in'ām, lā ilāha illā anta, zhahral-lājī'īn, wa jāral-mustajīrīn, wa amānal-khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtani 'indaka fī ummil-kitābi syaqiyyān, aw mahrūmān, aw matrūdan, aw muqattaran 'alayya fī rizqī, famhu. Allāhumma bi fadhlika syaqāwatī wa hirmānī, wa tardī wa iqtāra rizqī, wa atsbitnī 'indaka fī ummil-kitābi sa'īdan, marzūqan, muwaffaqan lil-khairāt. Fa innaka qulta wa qawluka al-haqqu fī kitābikal-munzali 'alā lisāni nabiyyikal-mursal: "Yamhu-llāhu mā yasyā'u wa yutsbit, wa 'indahu ummul-kitāb." Ilāhī bit-tajallīl a'zham, fī laylatin-nisfi min syahri sya'bān al-mukarram, allatī yufraqu fīhā kullu amrin hakīm wa yubram. As'aluka an taksyifa 'annā minal-balā'i mā na'lamu wa mā lā na'lam, wa mā anta bihi a'lam. Innaka antal-a'azzu al-akram. Wa shallallāhu ta'ālā 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallam. Wal-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.
Artinya:
"Ya Allah, Dzat yang Maha Pemberi Nikmat dan tidak ada yang memberi nikmat kepada-Mu. Ya Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, Ya Dzat yang memiliki karunia dan pemberian. Tiada Tuhan selain Engkau, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan, pelindung bagi mereka yang meminta perlindungan, dan tempat aman bagi mereka yang merasa takut.
Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) sebagai orang yang celaka, terhalang dari rahmat-Mu, terusir, atau sempit dalam rezeki, maka hapuslah ketetapan itu. Ya Allah, dengan anugerah-Mu, hapuslah kesengsaraanku, kekuranganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku dalam Ummul Kitab sebagai orang yang beruntung, mendapat rezeki, serta diberi taufik untuk melakukan kebaikan.
Sesungguhnya Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah kebenaran dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu yang diutus: "Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya-lah Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh)."
Wahai Tuhanku, dengan kemuliaan-Mu yang agung pada malam Nisfu Sya'ban yang penuh berkah, di mana segala urusan yang penuh hikmah ditentukan dan ditetapkan, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengangkat dari kami segala bala (musibah), baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan Engkau lebih mengetahui daripada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Dermawan. Semoga Allah mencurahkan shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Sampai di akhir pembahasan ini, apakah kamu sudah memahami penjelasan mengenai sholat Nisfu Syaban dan rangkaian ibadahnya, detikers? Semoga bermanfaat!
FAQ
Sholat Nisfu Syaban dulu atau sholat maghrib dulu?
Kita harus mendahulukan sholat maghrib terlebih dahulu sebelum sholat Nisfu Syaban. Hal ini sesuai dengan prinsip skala prioritas dalam Islam yang mewajibkan amalan fardhu di atas amalan sunnah.
Sholat Nisfu abis maghrib apa isya?
Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Nisfu Syaban adalah segera setelah sholat maghrib. Pendapat para ulama menyebutkan bahwa saat matahari terbenam, kita sudah resmi memasuki malam Nisfu Syaban.
Apa yang dilakukan setelah sholat maghrib Nisfu Syaban?
Setelah melaksanakan sholat maghrib dan sholat sunnah Nisfu Syaban, kamu dianjurkan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali. Setiap pembacaan Yasin memiliki niat khusus, yaitu memohon panjang umur dalam ketaatan, kelancaran rezeki yang berkah, serta keteguhan iman hingga akhir hayat
(par/par)
