Perjuangan Tim Tebang Pohon Randu Alas Raksasa 250 Tahun di Tuksongo Borobudur

Perjuangan Tim Tebang Pohon Randu Alas Raksasa 250 Tahun di Tuksongo Borobudur

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 02 Feb 2026 10:50 WIB
Randu alas raksasa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ditebang, Senin (2/2/2026).
Randu alas raksasa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ditebang, Senin (2/2/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Randu alas raksasa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ditebang hari ini. Satu unit alat berat berupa crane diterjunkan ke lokasi.

Pantauan detikJateng, penebangan pohon berusia ratusan tahun itu diawali selamatan dengan umba rampai sembilan ingkung serta sembilan jenang.

Pada pukul 09.15 WIB, pekerjaan diawali dengan pemotongan cabang. Cabang dari atas pohon itu dipindahkan menggunakan crane.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penebangan pohon randu alas ini memang butuh upaya keras. Ukuran pohon cukup besar karena usianya yang diperkirakan sudah mencapai 250 tahun.

Sebelum dipangkas, cabang yang akan dipotong diikat dulu ke crane. Dengan demikian, cabang-cabang berukuran jumbo itu tidak langsung jatuh ke tanah, tetapi tertahan dan menggantung pada crane. Setelah diturunkan dari crane, cabang itu baru dipotong-potong.

ADVERTISEMENT

"Tadi selamatan dimulai jam 07.00 WIB, dengan 9 ingkung dan 9 jenang merah putih," kata Kepala Desa Tuksongo, M Abdul Karim kepada wartawan di lokasi, Senin (2/2/2026).

Randu alas raksasa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ditebang, Senin (2/2/2026).Randu alas raksasa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ditebang, Senin (2/2/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Penebangan randu alas ini juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto. Dia bilang, batang randu alas ituakan disisakan beberapa meter sebagai ikon Tuksongo.

"Di Tuksongo pernah ada randu alas yang usianya sudah ratusan tahun. Saat in sedang berproses untuk merapikan pohon," kata Mulyanto.

"(Soal bakal dijadikan monumen) Kemarin Pak Lurah sudah bilang dengan UGM hal apa yang dipersiapkan. Karena terkait evolusi dengan pohon pasti terjadi. Sehingga pada saat nanti pelapukan sudah mulai, sudah dipersiapkan bagaimana pohon masih ada," sambungnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, Romza Ernawan mengatakan, randu alas ini mengalami pelapukan di kulit batang.

"Kambium tanaman juga sudah tidak ada. Secara struktur tanaman, itu kondisi mati," kata Romza.

Saat ini proses pemotongan cabang-cabang randu alas masih berlangsung. Untuk mendukung proses penebangan ini, aliran listrik di sekitar lokasi dimatikan sementara.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads