Tower antena Top FM, radio milik Pemkab Brebes di Kecamatan Paguyangan, diduga mengalami keropos. Pihak radio khawatir tower tersebut rawan ambruk karena sudah banyak bagian rangka yang mulai berjatuhan.
Manajer Top FM, Ahmad Syaehu, menjelaskan tower itu dibangun pada 2012. Tower dari kerangka besi yang berfungsi sebagai antena radio ini memiliki ketinggian 50 meter. Sejak dibangun 14 tahun silam, belum pernah dilakukan perbaikan konstruksi dan hanya dilakukan pengecatan ulang.
"Sejak dibangun 2012 lalu belum pernah diperbaiki, hanya cat ulang," ujar Syaehu ditemui di studio, Senin (2/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syaehu meneruskan, kerangka tower sudah mengalami keropos di bagian kerangka besi. Dia khawatir tower ini tidak kuat lagi menahan angin saat hujan deras.
"Terus terang saat hujan deras campur angin, kami semua takut. Khawatir roboh seperti tower BTS di Desa Winduaji beberapa tahun lalu," kata Bayu.
Kekhawatiran karyawan Top FM ini bukan tanpa alasan. Setiap kali turun hujan deras atau angin kencang, ada saja bagian kerangka yang terjatuh mengenai genteng.
"Sudah sering ada yang terjatuh saat ada angin, hujan. Biasanya kerangka besi jatuh menimpa genting studio," ungkapnya.
Syaehu berharap, Pemkab Brebes mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki tower dengan yang lebih kuat.
Dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Brebes, Warsito Eko Putro berjanji akan mengusahakan pengajuan anggaran antena.
"Memang sudah banyak masukan soal keluhan dari Top FM. Nanti kita pikirkan untuk perbaikannya," tegas Warsito.
(aku/dil)
