- Niat Sholat Nisfu Syaban Sendiri di Rumah
- Panduan Mengerjakan Sholat Nisfu Syaban
- Membaca Yasin Tiga Kali Setelah Sholat Nisfu Syaban 1. Membaca Surat Yasin Pertama 2. Membaca Surat Yasin Kedua 3. Membaca Surat Yasin Ketiga
- Membaca Doa Nisfu Syaban
- Apa Hukum Sholat Nisfu Syaban?
- FAQ Sholat Nisfu Syaban 1. Apakah sholat Nisfu Syaban boleh dilakukan di rumah? 2. Apa niat sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah? 3. Berapa rakaat sholat Nisfu Syaban di rumah?
Sholat Nisfu Syaban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Meski begitu, kita juga dapat mengerjakannya sendiri di rumah jika terkendala oleh satu dan lain hal.
Niat sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah tentu saja berbeda dengan berjamaah. Namun, urutan, tata cara, serta bacaan doanya tetap sama.
Lantas, seperti apakah niat sholat Nisfu Syaban jika dikerjakan sendiri di rumah? Yuk, simak panduan lengkapnya berikut ini, detikers!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Sholat Nisfu Syaban boleh dikerjakan sendiri di rumah dan tetap bernilai sunnah.
- Bacaan niat untuk pelaksanaan mandiri memiliki redaksi khusus namun tata caranya sama.
- Rangkaian amalan mencakup sholat 100 rakaat, membaca Yasin tiga kali, dan doa Nisfu Syaban.
Niat Sholat Nisfu Syaban Sendiri di Rumah
Menurut Abdul Salam Mohd Zain dalam buku Ingin Tahu? Sholat, bacaan niat sholat Nisfu Syaban jika dikerjakan sendiri atau tidak berjamaah adalah sebagai berikut:
أُصَلّى سُنَّةَ لَيْلَةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usalli sunnata lailata nisfi Syaban rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya melaksanakan sholat sunnah malam Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Panduan Mengerjakan Sholat Nisfu Syaban
Sebagaimana sholat Nisfu Syaban yang dilakukan secara berjamaah, kita dianjurkan untuk mengerjakannya 100 rakaat dengan 50 kali salam. Tata caranya adalah sebagai berikut.
1. Niat dan takbiratul ihram.
2. Membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun pada rakaat pertama.
3. Membaca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
4. Mengerjakan sholat seperti biasa hingga salam.
Membaca Yasin Tiga Kali Setelah Sholat Nisfu Syaban
Sholat di atas merupakan bagian dari rangkaian ibadah untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban yang penuh ampunan. Setelah sholat, kita dianjurkan untuk membaca surat Yasin sebanyak tiga putaran. Masing-masing urutannya ditujukan untuk niat berbeda-beda, sebagaimana dijelaskan dalam buku Mengikat Makna di Tengah Corona tulisan Lukmanul Hakim berikut ini.
1. Membaca Surat Yasin Pertama
Pada bacaan pertama, setelah selesai membaca Surat Yasin, disertai doa agar Allah SWT memberikan umur yang panjang dalam ketaatan kepada-Nya. Harapannya, setiap detik kehidupan yang diberikan dapat diisi dengan amal ibadah dan perbuatan baik.
2. Membaca Surat Yasin Kedua
Bacaan Surat Yasin yang kedua diniatkan untuk memohon kelancaran rezeki yang halal, berkah, dan cukup untuk mendukung ketaatan kepada Allah SWT. Dengan rezeki yang baik, diharapkan seseorang dapat lebih mudah beribadah, bersedekah, dan menjalani kehidupan yang penuh berkah.
3. Membaca Surat Yasin Ketiga
Pada bacaan ketiga, diniatkan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan akhir hayat yang baik (husnul khatimah). Setiap manusia pasti akan menghadapi kematian, dan harapan tertinggi adalah menutup usia dalam keadaan beriman dan dalam ridha Allah SWT.
Membaca Doa Nisfu Syaban
Amalan malam Nisfu Syaban pun tidak berhenti setelah baca Yasin. Selanjutnya, kita dianjurkan untuk membaca doa khusus sebagaimana dijelaskan KH M Yusuf Chudlori dalam buku 71 Doa Harian berikut ini.
أَللّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَاالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَآإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَالَّلاجِـءِيْنَ، وَجَارَالْمُسْتَجِيْرِيْنَ، وَأمَانَ الْخَاءِفِيْنَ. أَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّ أَوْمَحْرُوْمًا أَوْمَطْرُوْدًا أَوْمُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ. اللّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ فِى أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَا بِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُوْا اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ. إِلٰهِي بِالتَّجَلِّيِّ الْأَعْظَامِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ: أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْإِكْرَمُ. وَصَلَّى اللّٰهُ تَعَالَى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهٖ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allāhumma yā dzal-manni wa lā yumannu 'alayh, yā dzal-jalāli wal-ikrām, yā dzath-thauli wal-in'ām, lā ilāha illā anta, zhahral-lājī'īn, wa jāral-mustajīrīn, wa amānal-khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtani 'indaka fī ummil-kitābi syaqiyyān, aw mahrūmān, aw matrūdan, aw muqattaran 'alayya fī rizqī, famhu. Allāhumma bi fadhlika syaqāwatī wa hirmānī, wa tardī wa iqtāra rizqī, wa atsbitnī 'indaka fī ummil-kitābi sa'īdan, marzūqan, muwaffaqan lil-khairāt. Fa innaka qulta wa qawluka al-haqqu fī kitābikal-munzali 'alā lisāni nabiyyikal-mursal: "Yamhu-llāhu mā yasyā'u wa yutsbit, wa 'indahu ummul-kitāb." Ilāhī bit-tajallīl a'zham, fī laylatin-nisfi min syahri sya'bān al-mukarram, allatī yufraqu fīhā kullu amrin hakīm wa yubram. As'aluka an taksyifa 'annā minal-balā'i mā na'lamu wa mā lā na'lam, wa mā anta bihi a'lam. Innaka antal-a'azzu al-akram. Wa shallallāhu ta'ālā 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallam. Wal-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.
Artinya:
Ya Allah, Dzat yang Maha Pemberi Nikmat dan tidak ada yang memberi nikmat kepada-Mu. Ya Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, Ya Dzat yang memiliki karunia dan pemberian. Tiada Tuhan selain Engkau, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan, pelindung bagi mereka yang meminta perlindungan, dan tempat aman bagi mereka yang merasa takut.
Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) sebagai orang yang celaka, terhalang dari rahmat-Mu, terusir, atau sempit dalam rezeki, maka hapuslah ketetapan itu. Ya Allah, dengan anugerah-Mu, hapuslah kesengsaraanku, kekuranganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku dalam Ummul Kitab sebagai orang yang beruntung, mendapat rezeki, serta diberi taufik untuk melakukan kebaikan.
Sesungguhnya Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah kebenaran dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu yang diutus: "Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya-lah Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh)."
Wahai Tuhanku, dengan kemuliaan-Mu yang agung pada malam Nisfu Sya'ban yang penuh berkah, di mana segala urusan yang penuh hikmah ditentukan dan ditetapkan, aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengangkat dari kami segala bala (musibah), baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan Engkau lebih mengetahui daripada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Dermawan. Semoga Allah mencurahkan shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Apa Hukum Sholat Nisfu Syaban?
Kembali dikutip dari buku Ingin Tahu? Sholat karya Abdul Salam Mohd Zain, sholat Nisfu Syaban adalah sholat sunnah. Ibadah ini dikerjakan pada malam Nisfu Syaban atau pada tanggal 15.
Dalilnya terdapat di dalam kitab Majmu Fatawa karya Ibnu Taimiyah berikut,
وَأَمَّا لَيْلَةُ النِّصْفِ فَقَدْ رُوِيَ فِي فَضْلِهَا أَحَادِيثُ وَآثَارٌ وَنُقِلَ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْ السَّلَفِ أَنَّهُمْ كَانُوا يُصَلُّونَ فِيهَا فَصَلَاةُ الرَّجُلِ فِيهَا وَحْدَهُ قَدْ تَقَدَّمَهُ فِيهِ سَلَفٌ وَلَهُ فِيهِ حُجَّةٌ فَلَا يُنْكَرُ مِثْلُ هَذَا.
Artinya, "Adapun (sholat) pada malam nisfu Sya'ban, maka banyak hadits serta atsar dari sahabat yang menyebutkan keutamaannya. Dikutip dari segolongan ulama salaf bahwa mereka melakukan sholat pada malam nisfu Sya'ban. Maka sholat yang dilakukan seseorang pada malam tersebut secara sendirian telah dicontohkan oleh para ulama salaf, amalan tersebut mempunyai dalil sehingga tidak perlu diingkari."
Jadi, kalau detikers ingin mengerjakan sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah, silakan ikuti panduan yang terdapat pada penjelasan di atas. Semoga bermanfaat!
FAQ Sholat Nisfu Syaban
1. Apakah sholat Nisfu Syaban boleh dilakukan di rumah?
Ya, boleh. Ulama salaf juga mencontohkan bahwa sholat Nisfu Syaban dapat dikerjakan secara mandiri di rumah. Meski umumnya dilakukan berjamaah, pelaksanaan sendiri tetap sah dan dianjurkan, terutama bagi yang memiliki kendala atau tidak dapat mengikuti kegiatan masjid.
2. Apa niat sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah?
Bacaan niat sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah adalah:
Usalli sunnata lailata nisfi Sya'ban rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya melaksanakan sholat sunnah malam Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala."
3. Berapa rakaat sholat Nisfu Syaban di rumah?
Panduan umum yang diajarkan adalah 100 rakaat dengan 50 kali salam, dikerjakan dua rakaat sekali salam. Setiap rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun, lalu rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas. Setelah selesai, dianjurkan membaca Yasin tiga kali dan doa Nisfu Syaban.
(par/afn)
