- Kumpulan Doa Malam Nisfu Syaban 1. Doa Sapu Jagat 2. Ayat Kursi 3. Doa Nabi Yunus Alaihissalam 4. Doa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani 5. Doa dari Kitab Maslakul Akhyar
- FAQ tentang Malam Nisfu Syaban 1. Kapan malam Nisfu Syaban 2026? 2. Apa keutamaan malam Nisfu Syaban? 3. Apa saja yang dilakukan di malam Nisfu Syaban?
Malam Nisfu Syaban termasuk malam yang mustajab menurut Imam asy-Syafi'i. Oleh karenanya, seorang muslim bisa mengisi malam pertengahan bulan Syaban itu dengan doa-doa terbaik.
Melalui kitab al-Umm, Imam asy-Syafi'i menyebut 5 malam yang mustajab untuk berdoa. Kesemuanya adalah malam Jumat, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, malam pertama Rajab, dan malam Nisfu Syaban.
Dilansir buku Malam Nishfu Sya'ban yang ditulis Hanif Luthfi Lc MA, Imam Baihaqi meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Umar mengenai malam-malam dikabulkannya doa. Begini bunyinya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيهِنَّ الدُّعَاءُ: لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَأَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْعِيدِ وَلَيْلَةُ النَّحْرِ
Artinya: "Dari Ibnu Umar berkata, '5 malam yang mana doa tidak akan ditolak; malam Jumat, malam pertama Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha." (Syu'abul Iman, 5/288)
Pertanyaannya, doa apa yang dibaca? Simak sederet doa untuk malam Nisfu Syaban via uraian berikut!
Poin Utamanya:
- Lima malam mulia yang diyakini doa akan terkabul menurut Imam Syafi'i adalah malam pertama Rajab, malam Jumat, malam Nisfu Syaban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.
- Di antara doa yang bisa dibaca pada malam Nisfu Syaban adalah doa Sapu Jagat dan doa Nabi Yunus.
- Doa-doa lain bebas dibaca pada malam Nisfu Syaban. Yang terpenting, tidak berisikan hal-hal buruk atau bertentangan dengan syariat.
Kumpulan Doa Malam Nisfu Syaban
Perlu dicatat, meski memiliki keutamaan, tidak ada amalan yang dikhususkan untuk malam Nisfu Syaban menurut salah satu pendapat. Alhasil, doa yang dipanjatkan pun bebas, sesuai hajat masing-masing.
1. Doa Sapu Jagat
Doa Sapu Jagat adalah doa kesukaan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dibuktikan dengan seringnya beliau membaca doa ini. Hal ini tidak terlepas dari maknanya yang begitu lengkap, mencakup permohonan dunia dan akhirat.
Diambil dari unggahan akun Facebook Sekolah Al-Huda Pekanbaru, begini lafal lengkapnya:
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Arab Latin: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
2. Ayat Kursi
Ayat Kursi merupakan bagian dari surat al-Baqarah, tepatnya di ayat ke-255. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk membaca Ayat Kursi setelah sholat maupun sebelum tidur.
Berhubung tidak ada doa yang dikhususkan untuk malam Nisfu Syaban, maka Ayat Kursi dapat dibaca. Bacaan Arab, Latin, dan artinya adalah:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Arab Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
3. Doa Nabi Yunus Alaihissalam
Seorang muslim yang sedang memiliki hajat, disunnahkan mengawali doa dengan bacaan doa Nabi Yunus. Cara ini disabdakan langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana dikutip laman Yayasan Dana Sosial al-Falah:
دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
Artinya: "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya." (HR Tirmidzi no 3505)
Lafal lengkap doa Nabi Yunus diabadikan Allah SWT dalam surat al-Anbiya ayat ke-87, sebagai berikut:
لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
Arab Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: "Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim."
Doa ini bisa detikers baca pada malam Nisfu Syaban maupun malam-malam lain. Awali dengan puji-pujian kepada Allah SWT, dilanjut sholawat atas Nabi SAW, kemudian doa Nabi Yunus. Setelah itu, panjatkan doa sesuai hajat masing-masing.
4. Doa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
Berdasarkan penjelasan dari laman NU Online, berikut ini adalah doa dari Syaikh Abdul Qadir al-Jilani untuk malam Nisfu Syaban:
اللَّهُمَّ إِذْ أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ، فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِّكَ وَعَتْقِكَ، وَقَدَّرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ وَاسِعَ رِزْقِكَ وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُومُ لَكَ فِيهَا بِبَعْضِ حَقِّكَ اللَّهُمَّ مَنْ قَضَيْتَ فِيهَا بِوَفَاتِهِ؛ فَاقْضِ مَعَ ذَلِكَ لَهُ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُولَ حَيَاتِهِ؛ فَاجْعَلْ لَهُ مَعَ ذَلِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلِّغْنَا مَا لَا تَبْلُغُ الْآمَالُ إِلَيْهِ، يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ الْأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Arab Latin: Allāhumma idz aṭla'ta lailatan niṣfi min Sya'bāna 'alā khalqika, fa'ud 'alainā bimannika wa 'itqika, wa qaddir lanā min faḍlika wāsi'a rizqika, waj'alnā mimman yaqūmu laka fīhā biba'ḍi ḥaqqika. Allāhumma man qaḍaita fīhā bi wafātihī, faqḍi ma'a dzālika lahū raḥmataka, wa man qaddarta ṭūla ḥayātihī faj'al lahū ma'a dzālika ni'mataka. Wa ballighnā mā lā tablughu al-āmālu ilaihi, yā khaira man waqafat al-aqdāmu baina yadaihī, yā Rabbal 'ālamīn. Biraḥmatika yā arḥamar rāḥimīn. Wa ṣallallāhu ta'ālā 'alā sayyidinā Muḥammadin khaira khalqihī, wa 'alā ālihī wa ṣaḥbihī ajma'īn.
Artinya: "Ya Allah, ketika Engkau terbitkan malam pertengahan Sya'ban pada hamba-hamba-Mu, maka limpahkanlah karunia dan kemerdekaan-Mu kepada kami, tetapkanlah bagi kami sebagian dari limpahan karunia-Mu dan rizqi-Mu yang luas, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bangun di malam itu untuk menunaikan sebagian hak-Mu. Ya Allah, bagi orang yang Engkau putuskan kematiannya di malam itu, maka limpahkanlah rahmat-Mu kepadanya, dan bagi orang yang Engkau tetapkan panjang umurnya, maka jadikanlah nikmat-Mu bersamanya, dan sampaikanlah kami kepada sesuatu yang tidak terjangkau oleh angan-angan, wahai sebaik-baik Dzat yang di hadapan-Nya kaki-kaki berhenti, wahai Tuhan seluruh alam, dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebaik-baik ciptaan-Mu."
5. Doa dari Kitab Maslakul Akhyar
Dirujuk dari laman NU Lampung, dalam kitab Maslakul Akhyar tulisan Sayyid Utsman bin Yahya, ada redaksi doa untuk dibaca berjamaah pada malam Nisfu Syaban. Berikut redaksi lengkapnya:
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab Latin: Allāhumma yā dzal-manni wa lā yumannu 'alaika, yā dzal-jalāli wal-ikrām, yā dzath-ṭauli wal-in'ām, lā ilāha illā anta, ẓahrallājīn wa jāral-mustajīrīn wa ma'manal-khāifīn. Allāhumma in kunta katabtanā 'indaka fī ummil-kitābi asyqiyā'a aw maḥrūmīn aw muqattarin 'alainā fir-rizqi, famḥu Allāhumma fī ummil-kitābi syaqāwatanā wa ḥirmānanā wa iqtitāra rizqinā, waktubnā 'indaka su'adā'a marzūqīn muwaffaqīn lil-khairāt, fa-innaka qulta wa qawluka al-ḥaqqu fī kitābikal-munzali 'alā lisāni nabiyyikal-mursal: yamḥullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul-kitāb. Wa ṣallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam, wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Allah bershalawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."
Nah, demikian 5 doa untuk detikers panjatkan pada malam Nisfu Syaban. Selain doa-doa di atas, umat Islam juga boleh memohon dengan redaksi doa lain, selama isinya tidak menyalahi syariat. Semoga bermanfaat!
FAQ tentang Malam Nisfu Syaban
1. Kapan malam Nisfu Syaban 2026?
Tanggal pertama Syaban jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, hari ke-15 atau Nisfu Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Malam Nisfu Syaban-nya jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026.
2. Apa keutamaan malam Nisfu Syaban?
Para ulama memang masih berselisih pendapat mengenai keutamaan malam ini. Salah satu hadits yang shahih menyebut pada malam ini, Allah SWT mengampuni dosa makhluk-makhluk-Nya.
3. Apa saja yang dilakukan di malam Nisfu Syaban?
detikers dapat mengisinya dengan pelbagai amal shalih. Di antaranya adalah sholat Tahajud, membaca Al-Quran, berdzikir, dan melafalkan sholawat.
(par/dil)