Brakk! Suara roda sepeda motor yang ditunggangi Aslam (28), nyaring terdengar saat menghantam lubang di depan SMA Negeri 2 Demak, Jalan Raya Demak-Kudus, Bintoro, Kecamatan Demak. Sambil beristighfar, dia kemudian menepikan kendaraannya dan diam sejenak.
"Kaget, ndak kelihatan ketutupan mobil," kata Aslam kepada detikJateng, Senin (2/2/2026).
Pantauan detikJateng di lokasi, titik-titik jalan yang rusak ini berada sekitar satu kilometer dari depan SMA Negeri 2 Demak hingga menjelang Jembatan Kracaan. Kedalaman dan panjang lubang di jalan penghubung Kudus ke Demak Kota tersebut bervariasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengemudi mobil yang awas, bakal melambatkan laju kendaraannya. Sementara pengendara motor akan meliuk-liuk menghindari lubang.
Aslam ternyata bukan satu-satunya korban dari jalan rusak itu. Penjual es tebu di sekitar lokasi, Darwi (68), menuturkan sudah banyak orang terjatuh saat melintasi jalan ini.
"Tadi siang ada anak sekolah yang jatuh. Saya sudah nolongin sekitar tiga orang lah yang jatuh di sini. Kemarin-kemarin orang tua, siang-siang jatuh katanya nggak tamat (kelihatan)," ujar Darwi saat diwawancara detikJateng.
Darwi menceritakan jalan ini sudah rusak sejak sekitar satu bulan lalu. Menurutnya, kerusakan ini disebabkan curah hujan tinggi dan kendaraan bertonase berat yang melintas.
"Sudah ada sebulan (jalan rusak). Karena hujan itu toh. Hujan, (kendaraan) muatan besar-besar kaya tronton itu langsung muat besar, tanah kan bergerak," tutur Darwi.
Jalan Raya Demak-Kudus, Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak rusak parah, Senin (2/2/2026). Kawasan ini termasuk daerah ramai dilalui pengendara. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng |
Menurut Darwi, sudah sempat ada perbaikan di jalan tersebut. Namun tak lama, jalan itu rusak lagi.
"Lupa (pastinya kapan pernah diperbaiki), tapi sudah ada semingguan. Tapi ya rusak lagi, mungkin karena masih hujan," ucap Darwi.
"(Inginnya) Yang benar (memperbaikinya), orang bawa kendaraan kan banyak. Nek nggak diperbaiki lagi ya jatuh terus," harapnya.
Juru parkir di depan SMA Negeri 2 Demak, Agus Supriyanto, mengaku sering melihat pemotor yang jatuh karena menghantam lubang jalan rusak. Menurutnya, lubang itu sulit terlihat saat malam hari apalagi saat tergenang air hujan.
"Saya jaga parkir di sini sampai malam, ya nek malam itu sering banget suara 'brak brak brak', ya mobil sama motor itu lah pada ngehajar lubang," kata Agus.
"Ditambah pas hujan itu kan jadi genangan air (lubang di jalan yang rusak), ya pasti tambah bahaya. Kan orang yang lewat nggak tahu sedalam apa," tambahnya.
(ams/afn)

