10 Jurusan UNS yang Sepi Peminat dan Daya Tampungnya, Peluang Masuknya Besar!

10 Jurusan UNS yang Sepi Peminat dan Daya Tampungnya, Peluang Masuknya Besar!

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Rabu, 04 Feb 2026 12:41 WIB
UNS masuk dalam daftar kampus terbaik di Jawa Tengah versi UniRank 2022
Gedung Rektorat UNS. (Foto: Dok. UNS)
Solo -

Apakah menjadi mahasiswa baru di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo adalah impianmu, detikers? Jika ya, sekarang adalah saatnya mempertimbangkan jurusan UNS yang sepi peminat karena persaingan yang terlampau ketat di program studi populer sering kali menjadi penghalang utama untuk lolos seleksi.

Mencari jurusan yang sepi peminat menjadi salah satu strategi cerdas untuk menembus kampus impian. Memahami rasio keketatan di setiap jurusan akan membantumu melihat celah strategis yang jarang dilirik oleh pendaftar lain.

Namun, penting untuk dicatat bahwa berdasarkan pantauan detikJateng pada Rabu (4/2/2026), data daya tampung UNS untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 hingga saat ini belum diperbarui, baik di laman resmi SNPMB maupun portal SPMB UNS. Oleh karena itu, data peminat dan kuota dari tahun 2025 menjadi acuan paling valid untuk memetakan peluang masuk. Yuk, simak jurusan UNS yang punya peluang masuk paling besar berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Beberapa jurusan vokasi di UNS Kampus Madiun memiliki rasio keketatan yang sangat longgar, bahkan mendekati perbandingan satu banding satu.
  • Jurusan sepi peminat tidak hanya didominasi bidang sains, tetapi juga mencakup seni rupa, desain mode, hingga ilmu administrasi negara.
  • Mengincar prodi di luar kampus pusat UNS (Solo) seperti Madiun dan Kebumen dapat meningkatkan probabilitas kelolosan secara signifikan.

ADVERTISEMENT

Jurusan UNS yang Sepi Peminat dan Daya Tampungnya

Setidaknya terdapat 10 jurusan di Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sepi peminat berdasarkan data peminat SNBP 2025 dibandingkan dengan daya tampung SNBP 2025. Data ini dapat menjadi acuan untuk pemilihan prodi sehingga peluang masuknya lebih besar.

1. D3 Akuntansi (Kampus Madiun)

  • Daya Tampung 2025: 18
  • Peminat 2025: 20
  • Rasio Keketatan: 1:1,1

Jurusan ini menjadi primadona bagi pencari 'peluang emas' karena rasio keketatannya hampir menyentuh angka satu banding satu. Artinya, jumlah kursi yang tersedia hampir sebanding dengan jumlah orang yang mendaftar.

Meskipun berada di Kampus Madiun, kualitas pendidikan yang ditawarkan sangat kompetitif, berfokus pada akuntansi keuangan, perpajakan, hingga audit dengan sentuhan teknologi bisnis digital yang sangat dibutuhkan industri saat ini.

Mahasiswa akan menjalani keseharian yang sangat praktis, di mana teori di kelas langsung diuji melalui simulasi di laboratorium komputer menggunakan perangkat lunak akuntansi seperti Accurate atau MYOB. Selain itu, program magang selama satu semester penuh di luar kampus memastikan lulusannya tidak hanya jago teori, tetapi juga siap terjun sebagai staf keuangan, konsultan laporan keuangan, hingga auditor junior yang mahir mengoperasikan data perusahaan secara presisi.

2. D3 Teknik Informatika (Kampus Madiun)

  • Daya Tampung 2025: 18
  • Peminat 2025: 31
  • Rasio Keketatan: 1:1,7

Bagi detikers yang bermimpi berkarier di dunia teknologi namun takut dengan persaingan ketat di kampus pusat, D3 Teknik Informatika Kampus Madiun adalah jawaban strategis. Dengan rasio hanya 1 banding 1,7, persaingan di sini tergolong sangat longgar untuk ukuran jurusan IT. Program ini didesain secara khusus untuk mencetak tenaga ahli yang siap kerja melalui kurikulum berbasis proyek nyata, mencakup pengembangan perangkat lunak, Internet of Things (IoT), hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Keunggulan utama dari prodi ini adalah fasilitas laboratorium modern dan dukungan dosen profesional yang membimbing mahasiswa menjadi technopreneur masa depan. Lulusannya diproyeksikan mengisi posisi strategis seperti Application & Device Developer atau Data Analyst yang mampu mengolah big data menjadi informasi berharga bagi industri maupun pemerintahan, didukung oleh sertifikasi kompetensi nasional dan internasional yang prestisius.

3. S1 Seni Rupa

  • Daya Tampung 2025: 18
  • Peminat 2025: 51
  • Rasio Keketatan: 1:2,8

S1 Seni Rupa Murni UNS adalah tempat berkumpulnya para calon maestro yang menghargai nilai estetika dan kreativitas tinggi. Meski memiliki sejarah panjang sejak 1976, jurusan ini masih menjadi salah satu prodi dengan peluang masuk yang cukup tinggi di jenjang Sarjana.

Mahasiswa dapat memilih minat utama mulai dari Seni Lukis, Patung, Grafis, hingga Keramik. Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar menggambar, tetapi juga mengeksplorasi multimedia sebagai media ekspresi seni kontemporer.

Di jurusan ini, mahasiswa akan difasilitasi dengan studio-studio khusus yang lengkap untuk mendukung proses berkarya. Prospek kerja lulusannya pun sangat luas dan prestisius, mulai dari menjadi seniman profesional, kurator museum, hingga Art Director di industri kreatif. Bagi detikers yang memiliki portofolio seni yang kuat, peluang lolos di jurusan ini sangat terbuka lebar mengingat jumlah peminatnya yang relatif stabil.

4. S1 Pendidikan Seni Rupa

  • Daya Tampung 2025: 24
  • Peminat 2025: 79
  • Rasio Keketatan: 1:3,2

Berada di bawah naungan FKIP, S1 Pendidikan Seni Rupa menawarkan peluang besar bagi mereka yang ingin mendedikasikan diri di dunia pendidikan seni dengan rasio keketatan yang relatif rendah. Prodi ini tidak hanya mengajarkan teknik artistik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan pedagogik untuk menjadi guru yang inspiratif.

Pesatnya perkembangan kegiatan mahasiswa serta jalinan kerja sama internasional membuat lingkungan belajar di sini terasa sangat hidup dan penuh dengan peluang ekspansi diri. Lulusan dari prodi ini dipersiapkan untuk menjadi sarjana pendidikan yang menguasai kompetensi sosial dan profesional sebagai guru Seni Budaya di berbagai jenjang sekolah (SMP, SMA, SMK).

Selain jalur formal, lulusannya juga memiliki kapabilitas untuk mengelola sanggar seni, menjadi praktisi pendidikan non-formal, hingga menjadi kreator seni yang berkarakter kuat, menjadikannya pilihan karier yang stabil sekaligus tetap memuaskan hasrat berkesenian.

5. S1 Ilmu Administrasi Negara (Kampus Kebumen)

  • Daya Tampung 2025: 24
  • Peminat 2025: 82
  • Rasio Keketatan: 1:3,4

Jika detikers tertarik pada tata kelola negara dan pelayanan publik, S1 Ilmu Administrasi Negara di Kampus Kebumen menawarkan peluang masuk yang jauh lebih tinggi dibandingkan kampus utama. Dengan rasio 1 banding 3,4, prodi ini fokus mendalami isu-isu reformasi administrasi yang sedang hangat, memberikan bekal bagi mahasiswa untuk memahami cara kerja birokrasi yang efisien dan transparan di masa depan.

Pendidikan di jurusan ini sangat relevan bagi detikers yang bercita-cita menjadi aparatur sipil negara yang inovatif atau konsultan kebijakan publik. Mahasiswa dilatih untuk menganalisis masalah-masalah sosial dan memberikan solusi administratif yang cerdas.

Meskipun lokasinya di Kebumen, kurikulum dan kualitas pengajaran tetap terjaga sesuai standar tinggi UNS. Oleh karena itu, lulusan S1 Ilmu Administrasi Negara UNS memiliki daya tawar yang kuat di pasar kerja sektor publik maupun organisasi non-pemerintah.

6. S1 Desain Mode

  • Daya Tampung 2025: 18
  • Peminat 2025: 66
  • Rasio Keketatan: 1:3,6

Transformasi dari Kriya Seni menjadi Desain Mode pada tahun 2024 menandai keseriusan UNS dalam menggarap industri fashion yang kian berkembang. Dengan rasio persaingan 1 banding 3,6, prodi yang memiliki Akreditasi Unggul ini memberikan kesempatan bagi calon desainer untuk belajar mencipta produk mode yang beretika dan bernilai jual tinggi.

Mahasiswa akan mendalami segala hal mulai dari riset metode desain, pembuatan pola, hingga pengembangan bisnis mode yang berkelanjutan. Lulusan S1 Desain Mode UNS memiliki spektrum karier yang sangat luas dan prestisius, seperti Fashion designer, fashion stylist, hingga fashion merchandiser.

Kemampuan untuk melakukan penelitian ilmiah tentang tren mode juga menjadi bekal para lulusan. Oleh karena itu, alumni S1 Desain Mode UNS tidak hanya menjadi pembuat pakaian, tetapi mampu menjadi inovator di industri tekstil dan kerajinan. Ini adalah pilihan tepat bagi detikers yang ingin menjadi Creativepreneur di dunia mode dengan peluang masuk yang sangat masuk akal.

7. S1 Proteksi Tanaman

  • Daya Tampung 2025: 24
  • Peminat 2025: 88
  • Rasio Keketatan: 1:3,6

S1 Proteksi Tanaman adalah jurusan yang sangat krusial bagi ketahanan pangan nasional. Namun, jurusan ini seringkali luput dari perhatian pendaftar, sehingga memiliki rasio keketatan yang rendah di angka 1 banding 3,6.

Di sini, mahasiswa akan belajar menjadi 'dokter tanaman' yang ahli dalam mendiagnosis dan menangani Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti hama dan penyakit. Fokus utamanya adalah pengelolaan ekosistem tanaman secara berkelanjutan, termasuk cara-cara pemeliharaan serangga berguna yang membantu penyerbukan atau pengendalian hama alami.

Didukung oleh fasilitas laboratorium spesialis (virologi, bakteriologi, nematologi) dan rumah kaca, mahasiswa mendapatkan pengalaman riset yang mendalam. Prospek kerjanya pun sangat cerah, mulai dari manajer di perusahaan perkebunan besar, peneliti di lembaga benih dan pestisida, hingga birokrat di kementerian pertanian.

8. S1 Pendidikan Teknik Bangunan

  • Daya Tampung 2025: 27
  • Peminat 2025: 119
  • Rasio Keketatan: 1:4,4

S1 Pendidikan Teknik Bangunan adalah jawaban bagi calon mahasiswa yang menyukai dunia konstruksi dan memiliki minat di bidang pengajaran. Jurusan ini memiliki daya tampung yang cukup besar, yakni 27 kursi, dengan jumlah pesaing yang relatif sedikit.

Di jurusan ini, mahasiswa akan dididik untuk menguasai perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan konstruksi bangunan. Tidak hanya itu, mahasiswa pun dibekali kemampuan untuk mengajar siswa SMK di bidang teknik konstruksi.

Prodi ini terbukti unggul dalam mencetak tenaga pendidik profesional yang sangat dibutuhkan oleh sekolah-sekolah kejuruan di seluruh Indonesia. Selain menjadi guru, lulusannya juga kompeten bekerja di perusahaan kontraktor atau menjadi wirausahawan di bidang jasa konstruksi. Dengan rasio 1:4,4, detikers memiliki peluang sekitar 22% untuk diterima, sebuah angka yang sangat kompetitif di level universitas negeri.

9. S1 Pendidikan Fisika

  • Daya Tampung 2025: 27
  • Peminat 2025: 122
  • Rasio Keketatan: 1:4,5

Memilih S1 Pendidikan Fisika UNS adalah langkah cerdas bagi penyuka sains yang ingin berkarier di dunia edukasi. Dengan tingkat persaingan 1 banding 4,5, kita bisa masuk dengan relatif lebih mudah ke program studi yang telah mendapatkan akreditasi A ini.

Jurusan ini berada di bawah naungan FKIP dan memiliki standar internasional dalam proses pembelajarannya. Fokus utamanya adalah menghasilkan sarjana pendidikan yang tidak hanya jago rumus fisika, tetapi juga mahir menggunakan teknologi dalam pengajaran agar materi yang sulit menjadi mudah dipahami oleh siswa.

Lulusannya diproyeksikan menjadi pendidik yang memiliki daya saing internasional, peneliti di bidang pendidikan sains, serta pengembang media pembelajaran kreatif. Dengan kurikulum yang mengedepankan kemampuan berpikir abad ke-21, mahasiswa dilatih untuk menjadi individu yang religius namun tetap kritis dan inovatif.

Rasio keketatan yang longgar ini memberikan kesempatan besar bagi calon mahasiswa untuk meraih gelar S.Pd di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Telebih, jurusan ini juga dilengkapi fasilitas laboratorium yang sangat lengkap.

10. S1 Fisika

  • Daya Tampung 2025: 27
  • Peminat 2025: 139
  • Rasio Keketatan: 1:5,1

Menutup daftar 10 besar jurusan sepi peminat, S1 Fisika murni di FMIPA UNS menawarkan peluang masuk dengan rasio 1 banding 5,1. Sejak didirikan tahun 1996, prodi ini telah konsisten mempertahankan akreditasi A, yang menunjukkan kualitas riset dan pengajarannya yang mumpuni.

Mahasiswa akan didorong untuk menguasai konsep teoritis fisika secara mendalam. Mulai dari mekanika hingga fisika kuantum, serta belajar cara mengaplikasikan ilmu tersebut untuk menyelesaikan masalah prosedural yang kompleks di dunia nyata.

Lulusan S1 Fisika UNS dikenal memiliki kemampuan analisis data dan logika yang sangat kuat, sehingga mereka tidak hanya terserap di bidang penelitian atau akademisi, tetapi juga banyak dicari oleh industri teknologi, pertambangan, hingga sektor keuangan. Dengan komitmen untuk menghasilkan penelitian berkualitas internasional, prodi ini menjadi wadah yang tepat bagi detikers yang ingin menjadi ilmuwan masa depan tanpa harus bersaing ketat.

Di antara 10 jurusan UNS yang sepi peminat di atas, apakah kamu tertarik untuk memilih salah satunya, detikers?

FAQ

1. Apa saja jurusan UNS yang sepi peminat?

Berdasarkan data terakhir, jurusan dengan peminat paling sedikit di antaranya adalah D3 Akuntansi (Kampus Madiun), D3 Teknik Informatika (Kampus Madiun), dan S1 Seni Rupa. Selain itu, jurusan spesifik seperti S1 Proteksi Tanaman, S1 Desain Mode, serta beberapa prodi kependidikan seperti Pendidikan Fisika juga menunjukkan tingkat persaingan yang relatif lebih rendah dibandingkan prodi favorit lainnya.

2. Berapa daya tampung UNS tahun 2026?

Hingga saat ini, pihak UNS maupun panitia SNPMB belum merilis pembaruan data kuota resmi untuk tahun akademik 2026. Sebagai referensi sementara, pendaftar dapat menggunakan data daya tampung tahun 2025 yang berkisar antara 18 hingga 27 kursi untuk jurusan-jurusan dengan peminat rendah. Angka ini biasanya tidak mengalami perubahan drastis setiap tahunnya, kecuali ada kebijakan pengembangan program studi baru.

3. Apa jurusan kuliah termudah nomor 1?

Tidak ada jurusan yang secara objektif 'termudah' karena tingkat kesulitan sangat bergantung pada minat dan bakat individu masing-masing mahasiswa.




(sto/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads