Kecelakaan terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Timur. Kontainer terjatuh dari truk dan menimpa sepeda motor yang ada di lokasi.
Video insiden tersebut viral usai diunggah akun Instagram @informasi.semarang. Tampak peti kemas sebuah truk terguling dan menimpa satu unit motor.
"Info kecelakaan sore tadi (04/02) di bawah Fly Over Pelabuhan Tanjung Mas. Truk Kontainer tidak mampu menghadapi jalan yang rusak parah sampai-sampai box kontainernya jatuh menimpa sepeda motor yang juga sama-sama berada di jalan uang
rusak parah. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini," tulis akun @informasi.semarang, Rabu (4/2/2026).
Saat dimintai konfirmasi, Ketua RW 4 setempat, Nur Timbul, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, peristiwa terjadi saat sepeda motor dan truk kontainer melaju searah dari timur.
"Kejadiannya memang tidak melihat persisnya, tapi posisi motor dan truk sama-sama dari timur. Di bawah flyover Pelabuhan Pos 4 itu kan jalannya satu arah," kata Timbul saat dihubungi detikJateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kondisi jalan di lokasi tersebut sudah lama rusak parah dengan lubang yang sangat dalam. Lubang itu diduga menjadi pemicu kontainer truk miring hingga akhirnya terjatuh.
"Jalannya itu rusak parah. Lubangnya dalam sekali, sampai saya bilang buat mandi tiga kerbau juga bisa. Lebarnya sekitar 5-6 meteran," ungkapnya.
Timbul menduga, kontainer truk tidak terkunci dengan baik sehingga mudah bergeser saat melintas di jalan rusak. Akibatnya, kontainer jatuh dan menimpa sepeda motor di sampingnya.
"Kontainernya kemungkinan tidak terkunci. Terus miring, geser, terus jatuh. Untung pengendara motornya itu bisa loncat. Kalau nggak, ya sudah jadi tempe. Aman lah, nggak terlalu parah nek tak lihat lukanya biasa lah karena bisa loncat," jelasnya.
Ia mengaku, kerusakan jalan di lokasi tersebut sudah sering dikeluhkan warga dan telah diusulkan ke berbagai pihak sejak lama. Namun, hingga kini belum ada perbaikan menyeluruh.
"Saya sebetulnya sudah sampai bosan. Karena kita sudah ke mana-mana, sudah ngomong seperti ini, kenyataannya hanya tambak sulam, orang-orang dinas itu kan seperti itu. Nggak awet," ujarnya.
Timbul menyebut, jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pelabuhan Internasional Tanjungmas yang dilalui truk-truk bermuatan berat hingga puluhan ton setiap harinya.
"Ini satu-satunya akses kontainer ke pelabuhan, ekspor atau impor lewatnya situ. Muatannya berat-berat, minimal 20 ton. Tapi jalannya dibiarkan rusak seperti ini," katanya.
Selain berlubang, jalan tersebut juga kerap tergenang air saat hujan karena tidak memiliki saluran drainase yang memadai. Warga bahkan harus menyedot air secara swadaya agar genangan tidak semakin parah.
"Pemerintah kayak tidak memedulikan. Kita malah tiap hari itu memompa, swadaya pompa, itu kan ada airnya yang di jalan, kita sedot kita buang ke tambak," terangnya.
Ia pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan dengan kualitas yang lebih baik agar tidak kembali memakan korban.
"Kita tidak tahu masalah itu jalan kota, atau provinsi, atau pusat. Kita maunya ya jalan diperbaiki segera sebelum datang korban lagi," tegasnya.
Hal senada dikatakan warga setempat, Novel (21), yang tinggal di sekitar lokasi. Ia mengaku kondisi jalan tersebut memang membahayakan, terutama saat dilintasi truk kontainer.
"Kalau nggak hujan kelihatan lubangnya dalam. Kalau kontainer lewat situ sering miring, jadi was-was," kata Novel.
Novel pun berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut secara permanen. Menurutnya, tambal sulam aspal tidak cukup kuat menahan beban kendaraan berat.
"Tahun lalu sudah ditambal pakai aspal, tapi nggak awet. Mending dibeton seperti jalan sebelahnya, itu sampai sekarang masih bagus," pungkasnya.
(apl/apl)
