Ledakan mesin pengering ompreng di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, pagi tadi terdengar begitu keras hingga membuat warga di sekitar lokasi panik dan berhamburan keluar rumah. Suara ledakan bahkan terdengar sampai radius 1 kilometer (km).
Kepala Desa Krajan, Muflichudin, mengatakan suara ledakan terdengar sampai ke kantor desa yang jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi dapur SPPG. Dia juga dihubungi warga dari Krajan Wetan yang berjarak 1 km dari sumber suara itu.
"Jarak kantor desa saya sekitar 50 meteran. Sangat keras suaranya," kata Muflichudin saat ditemui wartawan, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terjauh dari Krajan Wetan, (suara ledakannya) satu kilometer juga sampai, karena ada yang telepon saya," ucapnya.
Ia menggambarkan suara ledakan tersebut jauh lebih keras dibandingkan suara petasan. hal itulah yang membuat warga terkejut.
"Suaranya kayak karbit itu melebihi petasan suaranya, dahsyat," ujarnya.
Menurut Muflichudin, saat kejadian, aktivitas warga di sekitar lokasi cukup ramai. Bahkan, di seberang dapur SPPG tengah berlangsung kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan.
"Kami sempat lari karena banyak kegiatan di situ. Betul, ada posyandu, ada ILP di sekitar sini. Posyandu itu di rumah seberangnya SPPG," jelasnya.
Di lokasi posyandu tersebut, lanjut Muflichudin, terdapat tenaga kesehatan yang sedang melayani warga. Ketika ledakan terjadi, orang-orang di sana lari berhamburan.
"Di rumah posyandu itu kan ada pelayanan kesehatan. Kebetulan warga lagi cek kesehatan. Akhirnya kan pada lari semua untuk menyelamatkan diri," ungkapnya.
Di sisi lain, kerasnya ledakan juga membuat warga khawatir dengan kondisi para relawan yang berada di dalam dapur SPPG.
"Luar biasa keras. Terus dari yang di dalam, karena mungkin guncangan itu, sempat limbung. Itu yang saya khawatirkan," kata dia.
Muflichudin mengatakan relawan di SPPG itu ada yang merupakan warganya. Terkait kondisi korban, Muflichudin menyebut sebagian besar hanya mengalami luka ringan.
"Pekerja kan ada beberapa, dari warga kami Krajan juga ada, warga Kranggan juga ada. Insyaallah ya, luka-luka, lecet-lecet," katanya.
Sementara itu, dua korban yang mengalami luka lebih serius hingga harus dirujuk ke rumah sakit diketahui bernama Siti Marlina (33) dan Asiati (35).
"Yang terluka dan dirujuk ke rumah sakit itu Siti Marlina usia 33 tahun dan Asiati usia 35 tahun," pungkas Muflichudin.
Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2) pagi. Peristiwa itu terjadi saat para relawan tengah melakukan uji coba (trial) dan bersih-bersih dapur sebagai persiapan operasional.
Kepala SPPG Krajan, Elvin Subekti, mengatakan Peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Saat itu, mesin pengering ompreng atau oven sedang digunakan dalam proses pengeringan.
"Mulai pengeringan itu dari jam setengah 10 sudah menggunakan alat. Kejadiannya sekitar jam 10.40, tiba-tiba oven pengering ompreng meledak," kata Elvin kepada wartawan saat ditemui, Kamis (5/2).
Akibat ledakan tersebut, sejumlah relawan mengalami luka. Beberapa di antaranya terkena serpihan kaca dan tertimpa material atap.
"Ada beberapa korban juga terkena pecahan kaca sama ketimpa ternit," katanya.
Seluruh korban langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Relawan yang berada di sekitar lokasi kejadian juga diminta melakukan pemeriksaan, termasuk pengecekan pendengaran.
"Langsung dibawa ke puskesmas dan langsung dirawat. Untuk relawan yang dekat dengan area kejadian juga kami anjurkan ke puskesmas untuk cek pendengaran," jelasnya.
(alg/dil)
