Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo mencari solusi terkait antrean mobil sampah hingga 2 kilometer di TPA Putri Cempo. DLH akan menjadwal mobil-mobil sampah hingga meminjam alat berat.
"Jadi nanti akan kita atur supaya tidak menimbulkan antrean sepanjang itu. Jadi nanti kayak dijadwalkan. Yang paling yang bisa kami lakukan dijadwalkan dulu, jadi tidak datang bersama-sama," kata Kepala DLH, Herwin Tri Nugroho dihubungi awak media, Senin (9/2/2026).
Lebih lanjut, pihaknya akan melihat volumenya dari masing-masing kelurahan. Apabila, di kelurahan tersebut datang berkali-kali maka akan didahulukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan harus dilihat juga volume di masing-masing kelurahan ini, baru diukur mana yang mungkin, biasanya dia harus beberapa kali datang ke Putri Cemponya itu mungkin yang akan didahulukan," ungkapnya.
Sedangkan bagi mobil sampah yang cukup sekali mengantar ke Putri Cempo, nantinya bisa menunggu dahulu di luar Putri Cempo. Namun, ia mengatakan saat ini masih mempertimbangkan hal tersebut.
"Sementara yang cukup sekali mungkin bisa, bisa menunggu dulu tapi tidak menunggu di area Putri Cempo. Ini baru, baru diukur teman-teman supaya bisa, bisa baik dan tidak merugikan pihak-pihak. Nanti ada penjadwalannya, mobil-mobil yang mengirim sampah itu," ungkapnya.
"Kalau ngitung, maksudnya itu bisa efektif, salah satunya, salah satu alternatifnya bisa, termasuk itu, termasuk penjadwalan itu. Ini baru kami ukur supaya bapak-bapak pengangkut sampah itu juga tidak merugikan dari sisi waktu," sambungnya.
Pinjam Ekskavator BBWS
Di sisi lain, DLH saat ini masih mengupayakan meminjam alat berat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Herwin mengatakan penyebab antrean panjang mobil sampah karena adanya kerusakan pada alat berat di TPA Putri Cempo.
"Semuanya terkendala di ketersediaan alat berat, kami sedang mengajukan. Agar bisa mendatangkan alat berat yang dibutuhkan, karena memang harus ada area-area yang dipersiapkan untuk menempatkan sampah-sampah yang setiap hari datang ke Putri Cempo. Kebetulan saat ini alat yang ada di Putri Cempo itu belum memadai," beber Herwin.
Herwin mengatakan, jangka pendek yang bisa dilakukan Pemkot Solo meminjam alat berat. Ia mengatakan, dari pihak BBWS besok akan menghadirkan ekskavator.
"Sementara yang bisa kami lakukan, kami pinjam dulu ini dibantu beberapa rekan. Termasuk BBWS akan membantu. Terus kami juga sudah komunikasi dengan para camat. Kalau yang dibutuhkan ya ekskavator, mungkin kami butuh tambahan tiga. Terus ada doser, ada loader ya, besok dari BBWS akan datang satu ekskavator ya, moga-moga bisa bisa mengurangi dulu, beban-beban sementara yang hari ini tadi hanya ditangani dengan satu ekskavator," jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, Seratusan mobil pengangkut sampah mengantre untuk masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Antrean mobil sampah memanjang hingga sekira dua kilometeter.
Dari pantauan detikJateng, antrean mobil sampah sudah terjadi sejak Senin (9/2) pagi. Bahkan hingga pukul 11.24 WIB ada yang belum memasukkan mobil sampah ke TPA Putri Cempo. Antrean terlihat mengular hingga di depan rumah warga.
Salah satu petugas sampah dari Kelurahan Banjarsari, Haryanto, mengaku sudah antre sejak satu jam lalu untuk kloter sampah kedua. Sedangkan, kloter sampah pertama pada pukul 06.30 WIB sampai 08.30 WIB.
"Ini antre yang kedua, yang pertama tadi pukul 06.30 sampai 08.30 WIB," katanya ditemui di TPA Putri Cempo, Senin (9/2/2026).
Lebih lanjut Haryanto mengatakan, penyebab antrean itu diduga karena TPA sudah penuh. Sehingga harus menanti untuk masuk ke TPA.
"Kalau penyebabnya, pembuangannya mungkin enggak memenuhi syarat, ya, pun sudah penuh, ya, jadinya mungkin pihak. Pengelola mau buang ke mana mungkin ya repot, mungkin apa penyebabnya ya itu," ungkapnya.
(alg/ams)