Hujan-Angin Terjang Juwiring Klaten, Pohon Tumbang Timpa Rumah

Hujan-Angin Terjang Juwiring Klaten, Pohon Tumbang Timpa Rumah

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Senin, 09 Feb 2026 18:05 WIB
Rumah di Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Klaten tertimpa pohon sawo usai dilanda angin kencang, Senin (9/2/2026).
Rumah di Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Klaten tertimpa pohon sawo usai dilanda angin kencang, Senin (9/2/2026). (Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Hujan disertai angin kencang menerjang beberapa desa di wilayah Kecamatan Juwiring, Klaten. Sedikitnya enam rumah rusak di bagian atap serta satu rumah tertimpa pohon besar.

"Hujan sejak zuhur, setelah itu diikuti angin kencang dari utara ke selatan. Ternyata pohon tumbang kena rumah," ungkap warga Dusun Kemiri, Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Widodo kepada detikJateng, Senin (9/2/2026) sore.

Kades Tlogorandu, Sandy Damara menjelaskan angin kencang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Satu rumah warga di Dusun Kemiri rusak tertimpa pohon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu rumah tertimpa pohon sawo dengan panjang sekitar 10 meter. Rumah dihuni dua orang tapi tidak ada yang terluka, semua selamat," kata Sandy di lokasi.

Untuk dusun lain, sebut Sandy, sejauh ini tidak ada laporan kerusakan atau pohon tumbang. Hanya satu di Dusun Kemiri.

ADVERTISEMENT

"Ya hanya satu ini laporan dampak. Ini saja karena pohon di dekat rumah," lanjut Sandy.

Pantauan detikJateng di lokasi, atap dan teras rumah joglo tersebut rusak cukup parah. Teras roboh dan gentengnya rusak tertimpa pohon sawo sehingga dipotong relawan Juwiring dengan gergaji mesin.

Di Desa Taji, Kecamatan Juwiring, beberapa rumah gentengnya terbang dan atap sengnya. Warga langsung membenahi kerusakan tersebut.

Camat Juwiring, Nindyarini Budi Wardhani menjelaskan dirinya sudah mengecek lokasi. Ada beberapa desa terdampak hujan dan angin.

"Ada beberapa desa. Di Desa Taji ada 6 rumah atapnya rusak diterbangkan angin, di Desa Tlogorandu satu rumah rusak tertimpa pohon tumbang, Desa Serenan atap sekolah rusak," ungkap Nindya.

"Tidak ada korban luka atau korban jiwa. Masyarakat tetapi diimbau mewaspadai hujan dan angin kencang," imbuhnya.




(aku/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads