Momen Ngeri Pria Tewas Diterkam-Diseret Buaya di Depan Anaknya

Regional

Momen Ngeri Pria Tewas Diterkam-Diseret Buaya di Depan Anaknya

Deni Wahyono - detikJateng
Selasa, 10 Feb 2026 12:32 WIB
Tim SAR gabungan bersama masyarakat mengevakuasi jasad korban.
Foto: Tim SAR gabungan bersama masyarakat mengevakuasi jasad korban. (Foto: Istimewa/Basarnas Babel)
Solo -

Seorang pria bernama Rusmanto (40) di Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), tewas diterkam buaya di depan anaknya sendiri. Proses evakuasinya berlangsung dramatis.

Dikutip dari detikSumbagsel, peristiwa memilukan itu terjadi di Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Senin (9/2) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Rusmanto disergap buaya yang berukuran besar.

"Korban diterkam buaya saat mandi di kolong bekas tambang timah di Desa Cerucuk, Senin sore. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh anak korban," jelas Kepala Basarnas Babel Mikel Rachman Junika dalam keterangannya, Selasa (10/12/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mikel menjabarkan kronologi saat Rusmanto disergap predator air tawar itu. Awalnya, korban tengah mandi bersama anaknya. Saat itulah, seekor buaya muncul dari kolong bekas tambang.

ADVERTISEMENT

"Tiba-tiba seekor buaya muncul, menerkam dan menyeret korban ke dalam air. Anak korban yang yang menyaksikan kejadian itu bergegas melapor kepada masyarakat setempat," kata Mikel.

Begitu menerima laporan, tim SAR gabungan ke lokasi dan mencari korban. Meski sudah ditemukan, buaya tersebut masih membawa jasad korban di mulutnya.

"Predator buas tersebut akhirnya melepas korban. Pada pukul 23.40 WIB, korban berhasil dievakuasi, namun dalam keadaan meninggal dunia," tegasnya.

Tim SAR gabungan dan masyarakat kemudian mengevakuasi jasad korban ke RSUD Marsidi Judono, Belitung, untuk penanganan lebih lanjut. Setelah itu, jasad korban dibawa ke rumah duka.

"Terima kasih kepada segenap unsur SAR gabungan yang turut terlibat dalam proses pencarian hingga korban dapat segera dievakuasi. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan ditutup," ujarnya.




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads