Tim Pencari Sebut Jasad Yasid Ditemukan di Lokasi Ekstrem Bukit Mongkrang

Tim Pencari Sebut Jasad Yasid Ditemukan di Lokasi Ekstrem Bukit Mongkrang

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 10 Feb 2026 20:24 WIB
Ketua Penguatan Pencarian Yasid dari Wanadri, Badawi, saat ditemui di Kawasan Wisata Bukit Mitis, Tawangmangu, Selasa (10/2/2026).
Ketua Penguatan Pencarian Yasid dari Wanadri, Badawi, saat ditemui di Kawasan Wisata Bukit Mitis, Tawangmangu, Selasa (10/2/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Karanganyar -

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri berhasil menemukan pendaki Bukit Mongkrang yang hilang, Yasid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Yasid ditemukan setelah 23 hari pencarian.

Ketua Penguatan Pencarian Yasid dari Wanadri, Badawi, mengatakan tim mulai bergabung saat perpanjangan pencarian korban. Pihaknya juga melakukan analisis terhadap data-data seperti kronologi hingga melakukan rekontruksi untuk memetakan lokasi korban berada.

"Daerah yang kita curigai sangat sulit. Kawasan Tapak Nogo itu ada aliran sungai yang mengarah ke Beruk. Sungainya kita analisa di peta banyak patahan, dan air terjun," kata Badawi, kepada awak media di Kawasan Wisata Bukit Mitis, Tawangmangu, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari analisis tim Wanadri, memperkirakan dari terakhir korban terlihat, mengarah ke lembahan yang berada di barat dari puncak. Arah itu menuju ke Tapak Nogo yang merupakan sumber air, dan daerah tempuran antara dua tebing.

ADVERTISEMENT

Lokasi tempuran itu banyak aliran air, yang mana aliran air itu mengarah pada satu sungai yang mengarah ke Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso. Sepanjang jalur aliran air itu banyak air terjun.

"Banyak pertemuan sungai, nah itu akan jadi satu sungainya ke arah Beruk. Di situlah dia ditemukan. Mencapai titik itu sangat sulit, harus orang terlatih. Bentang alamnya diantara dua lereng dan memanjang," jelasnya.

Korban ditemukan di koordinat 7°41'00.0"S111°10'30.0"E atau selatan Bukit Mongkrang.

"Patokannya bukan pos 3, tapi titik terakhir korban terlihat. Dari posisi dia terakhir berdiri dari temannya melihat itu, berjarak 1,5 km. Tidak jauh cuma medannya sulit. (Posisi terakhir terlihat) Setelah puncak mau menuju pos 3," jelasnya.

Dijelaskan, Wanadri melakukan pencarian dengan teknik flying camp. Tim pencari melakukan penyisiran di lokasi yang dicurigai, dan beristirahat di lokasi yang sama untuk melanjutkan pencarian keesokan harinya.

Saat penyisiran, tim tidak mendapatkan tanda-tanda barang milik korban, karena Yasid melakukan trial run sehingga tidak banyak membawa barang. Jasad korban langsung ditemukan oleh tim pencari.

"Ketutupan batang pisang, (posisi jasad) di sungai. Jasad di sungai, di air, basah. (Kondisi jasad) Cenderung utuh," ucapnya.

Dia membenarkan proses evakuasi korban tidak kembali ke Mongkrang, sebab medannya yang ekstrem. Sehingga diputuskan korban dibawa ke Desa Beruk, untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Karanganyar, lalu ke rumah duka.

"Kita harusnya ke Mongkrang, tapi melawati kondisi medan yang bagiannya cukup terjal. Sepertinya survivor mungkin kondisinya seperti itu. Ditarik ke arah Beruk berarti mengikuti aliran airnya. Kalau ditarik ke Mongkrang atau Mitis sulit sekali," pungkasnya.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads