Basarnas melanjutkan pencarian terhadap siswi SMPN 3 Boja berinisial NE yang hilang terseret arus sungai di Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, kemarin. Saat itu NE mengendarai motor. Adapun seorang temannya yang diboncengkan berhasil diselamatkan.
Hingga pagi ini NE belum ditemukan. Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, mengatakan pencarian dimulai sejak pukul 06.30 WIB tadi. Adapun kemarin malam pencarian dilakukan hingga pukul 23.00 WIB.
"Untuk upaya pencarian dari kemarin kita dapat laporan setelah magrib, sekitar jam 19.00 WIB terus kita lakukan upaya pencarian dengan tim SAR gabungan atau relawan lainnya hingga pukul 23.00 WIB semalam namun hasil masih nihil," kata Moel saat dihubungi detikJateng, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Upaya pencarian kita lanjut pagi ini, tadi jam 06.30 WIB sudah dimulai sesuai dengan rencana yang disepakati tadi malam," lanjutnya.
Moel menjelaskan, upaya pencarian sementara dilakukan dengan manual berupa penyisiran darat. Para relawan dan Tim SAR menyisir lokasi dengan berjalan kaki serta memantau dari tepi sungai.
"Ada yang turun di bawah juga dengan jalan kaki. Karena ini banyak obstacle seperti bebatuan, sehingga tidak memungkinkan untuk perahu karet ataupun alat rafting yang lain," jelasnya.
NE yang terbawa arus di Sungai Karangmalang masih belum ditemukan. Sementara itu Tim SAR menemukan korban lain yang juga terseret arus saat mengendarai motor.
"Kemarin sore ada laporan satu orang lagi sekitar jam 02.00 WIB. Tadi sekitar jam 07.00 WIB ada informasi ditemukan. Justru yang ditemukan malah korban yang susulan itu. Tapi yang korban pertama dilaporkan sampai saat ini masih pencarian," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, dua pengendara motor terbawa arus air hujan saat melintas di Karang Malang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Dalam peristiwa itu, seorang anak perempuan berhasil selamat, sementara teman perempuannya terbawa arus.
Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Mijen Kompol Sutowo mengatakan, kejadian tersebut terjadi sebelum pukul 19.00 WIB, Selasa (10/2).
"Kurang lebih sebelum jam 19.00 WIB. Saya dikabari oleh piket, kemudian anggota langsung ke lokasi," kata Sutowo saat dihubungi detikJateng.
Sutowo menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat korban melintas menggunakan sepeda motor di jalan wilayah Karang Malang. Saat itu kondisi hujan deras dan arus air cukup kuat.
"Posisinya di jalan, itu banjir dari sungai yang meluap, arusnya cukup deras. Mungkin dirasa bisa diterjang, tahunya kebawa," jelasnya.
Dalam kejadian tersebut, seorang anak berinisial AADI, siswa SMPN 3 Boja, diketahui berhasil diselamatkan. Anak tersebut kemudian dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, teman korban yang mengendarai sepeda motor diduga masih terbawa arus. Sepeda motor korban juga ikut terseret air.
"Yang terbawa arus NE, siswa SMPN 3 Bojan kelas 8, masih dalam pencarian. Motornya juga ikut terbawa arus," ungkapnya.
(dil/apl)
