9 Macam Dekorasi Imlek dan Makna di Baliknya, Simbol Keberuntungan-Kemakmuran!

9 Macam Dekorasi Imlek dan Makna di Baliknya, Simbol Keberuntungan-Kemakmuran!

Arum Sekar Pertiwi - detikJateng
Rabu, 11 Feb 2026 14:40 WIB
Dekorasi Imlek menghiasi Gerbang Pasar Glodok, Jakarta, Minggu (1/2/2026). Kawasan Pecinan terbesar di Jakarta ini kembali diserbu pengunjung menjelang Tahun Baru Imlek.
Dekorasi Imlek. (Foto: Najmi Hudaa/detikFoto)
Solo -

Imlek biasanya dirayakan dengan berbagai dekorasi, baik sebagai hiasan di rumah maupun tempat umum. Dekorasi khas Imlek biasanya berwarna merah dan berisi simbol-simbol dengan makna tertentu.

Mengutip laman Chinese New Year, simbol yang digunakan dalam dekorasi Imlek biasanya berupa permainan kata (karakter pinyin) atau objek dari legenda Tiongkok. Dekorasi dengan simbol-simbol tersebut bisa mengandung harapan akan keberuntungan, kemakmuran, hingga usia yang panjang.

Agar Imlek terasa lebih meriah dan penuh harapan, detikers bisa memasang berbagai dekorasi Imlek di rumah. Simak daftar dekorasinya beserta makna di baliknya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Macam-macam Dekorasi Imlek dan Maknanya

Berikut adalah berbagai macam dekorasi Imlek beserta makna dibaliknya yang dirangkum dari laman Chinese New Year dan laman Timothy S. Y. Lam Museum of Anthropology.

ADVERTISEMENT

1. Lampion

Sepanjang perayaan Imlek, lampion menjadi salah satu dekorasi yang biasa dipajang di berbagai tempat. Lampion sendiri memiliki beragam bentuk, mulai dari bentuk bulat sederhana, teratai, hingga naga.

Salah satu jenis lampion yang paling sering ditemukan adalah lampion merah. Lampion ini bisa digantung di jalan, tempat umum, hingga di depan pintu. Terdapat kepercayaan bahwa menggantung lampion merah di depan pintu dapat mengusir kesialan atau nasib buruk.

2. Hiasan Pintu dari Kertas

Banner dari kertas akan menghiasi pintu rumah orang Tionghoa saat Imlek. Hiasan ini biasanya berbentuk kertas merah yang ditulis dengan tinta hitam. Tulisan pada hiasan tersebut biasanya berisi harapan dan kata-kata baik, misalnya kata-kata terkait kemakmuran dan keharmonisan.

3. Paper Cutting (Chuang Hua)

Hiasan paper cutiing merupakan hiasan yang dihasilkan dari kertas yang dipotong dan dibentuk menjadi simbol-simbol tertentu. Biasanya, hiasan ini dibuat dari kertas berwarna merah, kemudian ditempelkan ke pintu atau jendela.

Simbol yang digunakan untuk pembuatan hiasan ini berupa simbol tumbuhan atau hewan yang memiliki makna atau harapan yang berbeda-beda. Beberapa makna dari simbol yang biasa digunakan dalam seni paper cutting adalah sebagai berikut.

  • Buah persik: umur panjang
  • Buah dilemma: kesuburan
  • Pohon pinus: awet muda
  • Bunga peony: kehormatan dan kekayaan
  • Padi atau biji-bijian: harapan akan hasil panen yang baik
  • Burung murai yang bertengger di pohon plum: lambang keberuntungan yang akan segera terjadi
  • Ikan: berkah
  • Bebek mandarin: cinta

4. Hiasan atau Lukisan Dewa Pintu (Men Shen)

Lukisan dewa pintu atau men shen merupakan salah satu hiasan yang biasa ditempelkan di pintu utama rumah secara berpasangan. Dewa pintu memiliki mata yang tampak marah, figur yang garang, dan biasanya terlihat memegang senjata. Keberadaan dewa ini di pintu pun dipercaya dapat melindungi keluarga dari iblis atau roh jahat.

Dalam suatu kisah di era Dinasti Tang, disebutkan bahwa Kaisar Taizong mendengar suara tangisan iblis di malam hari. Ia kemudian memerintahkan 2 jenderal untuk menjaganya di depan pintu. Tangisan iblis pun akhirnya tidak terdengar lagi, lalu Kaisar memutuskan untuk menempelkan gambar kedua jenderal tersebut di pintu.

Di era modern, lukisan dewa pintu sudah mulai jarang dijumpai. Namun, sebagian orang, terutama di beberapa wilayah di Tiongkok, masih menempelkan lukisan ini di rumah untuk membawa kedamaian dan keberuntungan ke rumah mereka.

5. Karakter Fu

Karakter aksara pinyin "fu" (福) memiliki arti kebahagiaan dan keberuntungan. Karakter ini biasa ditulis di kertas persegi berwarna merah, kemudian ditempelkan di dinding, pintu, atau jendela.

Karakter ini juga biasa ditempelkan dengan posisi terbalik. Kata "terbalik" sendiri dalam bahasa Mandarin disebut sebagai "dao" yang juga menjadi homofon dari kata "di sini". Jadi, pemasangan karakter "fu" secara terbalik bermakna keberuntungan akan datang atau sudah ada di sini.

6. Dekorasi Chun Lian

Chun lian merujuk pada dekorasi yang berisi bait-bait puisi yang ditulis dengan aksara pinyin. Dekorasi ini berasal dari era Shun dan dulunya biasa dibuat dengan papan dari pohon buah persik.

Dekorasi chun lian berkaitan dengan mitos pohon buah persik raksasa yang dipercaya menjadi tempat kembalinya roh-roh yang berkunjung ke dunia manusia. Pohon ini dijaga oleh 2 dewa. Orang-orang kemudian menulis nama kedua dewa ini di atas kayu buah persik untuk melindungi diri dari roh-roh jahat. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini kemudian berkembang menjadi penulisan harapan hingga bait puisi di kertas merah.

Saat ini, dekorasi chun lian dengan kertas merah yang berisi bait-bait puisi pun sering ditempelkan di pintu sepanjang perayaan Imlek. Biasanya, dekorasi ini berisi harapan penulisnya terhadap tahun baru.

7. Lukisan Khas Imlek

Berbagai lukisan juga kerap menghiasi tembok atau dinding rumah orang Tionghoa selama Imlek. Lukisan ini terkadang tidak sekadar menjadi dekorasi, tetapi juga mengekspresikan harapan untuk tahun mendatang.

Lukisan khas Imlek biasanya berisi figur legenda atau tanaman. Salah satu karakter yang biasa digambarkan dalam lukisan khas Imlek adalah gambar perempuan cantik atau anak kecil gemuk yang tampak seperti boneka. Gambar-gambar tersebut melambangkan harapan akan anak-anak yang sehat dan keluarga yang penuh kasih sayang.

8. Jeruk Kumkuat

Jeruk mini bernama kumkuat dalam bahasa Kanton disebut sebagai gam gat sue. Kata "gam" sendiri berarti "emas", sedangkan kata "gat" terdengar seperti kata yang bermakna "semoga beruntung."

Dalam bahasa mandarin, jeruk kumkuat dikenal dengan nama jinju shu. Kata "jin" berarti "emas", sedangkan karakter "ju" yang berarti jeruk tampak seperti karakter "ji" yang berarti "keberuntungan". Jadi, keberadaan pohon jeruk kumkuat di rumah melambangkan harapan keberuntungan dan kemakmuran.

9. Bunga Mekar

Imlek disebut juga sebagai Festival Musim Semi, sehingga banyak orang yang menghias rumahnya dengan bunga mekar saat Imlek. Hal ini melambangkan datangnya musim semi dan harapan untuk tahun baru penuh kemakmuran.

Tanaman bunga yang biasa digunakan sebagai dekorasi Imlek adalah bunga plum, anggrek, peony, hingga bunga persik. Dekorasi bunga ini biasa dijumpai di Hong Kong dan Makau.

Nah, itu dia beberapa dekorasi khas Imlek beserta maknanya. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads