Banjir yang diakibatkan jebolnya tanggul Kali Babon melanda Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Mateseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semalam. Warga sempat ada yang terjebak di loteng rumah usai air bah datang dengan cepat.
Hal itu dirasakan salah satu warga, Dian (30). Ia mengungkap, dirinya tertidur saat tanggul jebol malam (15/2) tadi. Saat orang tuanya membangunkannya untuk evakuasi, air sudah telanjur tinggi.
"Orang tua saya itu semalam membangunkan saya, ngajak evakuasi ke masjid, tapi pas bangun itu airnya sudah tinggi. Cepat banget, saya dan keluarga nggak bisa keluar," kata Dian kepada detikJateng, Senin (16/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya sekeluarga naik ke loteng, itu sekitar jam 00.00 WIB. Sudah nggak bisa keluar lagi, airnya sangat tinggi. Kalau hujannya kayak apa saya jujur nggak tahu karena tertidur," lanjutnya.
Ia pun bersama suaminya, orang tua, kedua anak, tiga adik, dan dua keponakannya menetap di loteng dan baru bisa ke pengungsian di Masjid Ar Rahman sekitar pukul 05.00 WIB.
"Itu keluarga dari dua rumah, bareng di loteng. Sekarang di rumah saya sudah porak poranda, saya nggak sempat mengamankan barang. Pas naik itu HP-nya bawa, tapi charger nggak. Seragam anak, dokumen, itu udah ketinggalan," jelasnya.
Pengungsian warga terdampak banjir di perumahan Dinar Indah, Kelurahan Mateseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Senin (16/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Ia pun berharap tim pemadam kebakaran (damkar) bisa segera datang sehingga warga bisa segera membersihkan rumah dari lumpur, sebelum lumpur mengering dan susah dibersihkan.
"Sebenarnya ingin membersihkan secepatnya, karena takut lumpur kering. Kalau tahun kemarin ada bantuan air, jadi kita lebih ringan karena lumpur tebal bisa bantu dikeluarkan," ungkapnya.
Salah satu warga setempat, Pardi (53), menambahkan banjir semalam terjadi akibat hujan yang terus turun dari sekitar pukul 22.30 WIB dan adanya air kiriman dari wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, mengakibatkan tanggul sementara jebol.
"Saya ke sini dari jam 11.30 WIB, tapi ini masih jaga-jaga di bawah karena kondisi sekarang masih lumpur dan tanggulnya masih jebol. Tanggulnya yang dari tanah itu jebol kira-kira ada 4 meter," kata Pardi.
Ia mengatakan, sekitar pukul 21.00 WIB, warga sudah berjaga dan memantau CCTV. Sekitar pukul 00.00 WIB, warga pun mulai panik dan mengungsi di masjid setempat.
"Sekitar jam 00.00 WIB mulai hujan deras, warga panik, langsung mengungsi semua. Kejadian air tanggul jebol itu sangat cepat, ketinggian banjir dan ketinggian sungai sama, sampai sampai 2 meter," jelasnya.
"Saya nggak sempat bawa apa-apa, cuma bawa motor. Kalau di rumah masih ada lumpur-lumpur, mau mbersihin nggak ada air. Saya nggak punya PAM jadi nggak ada air," lanjutnya.
Ia menyebut, tanggul sementara ini baru pertama kali jebol. Sebelumnya, tanggul Kali Babon juga jebol di titik yang lain.
"Semalam juga ada 4 keluarga terjebak, akhirnya tetap di lantai dua dan di belakang rumah, baru ke pengungsian tadi pagi," ujarnya.
Ia menyebut, warga pun masih menunggu bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membantu membersihkan lumpur tebal di rumah.
"Kemungkinan pembersihan agak lama karena PLN nggak mau ambil risiko, ini juga listriknya kan mati," jelasnya.
(apu/apu)

