Ungkapan sakinah mawaddah warahmah kerap muncul dalam ucapan pernikahan, namun tidak sedikit yang masih salah menuliskannya. Padahal, ketiga kata ini memiliki struktur bahasa Arab yang spesifik sekaligus makna mendalam. Memahami penulisan yang tepat membantu menjaga pesan yang ingin disampaikan.
Setiap kata memiliki akar huruf, tanda baca, dan konteks makna yang diperjelas oleh para ulama serta penulis fikih keluarga. Mulai dari sakinah sebagai ketenangan, mawaddah sebagai cinta mendalam, hingga rahmah sebagai kasih sayang yang menyempurnakan rumah tangga. Penjelasan para pakar fikih keluarga menegaskan bahwa ketiganya adalah fondasi harmonisasi pernikahan.
Ingin tahu bagaimana penulisan Arab yang presisi beserta bedah maknanya agar visi keluarga semakin kuat? Mari simak pembahasan lengkap mengenai tata cara penulisan sakinah, mawaddah, warahmah serta landasan iman yang menyertainya berikut ini, detikers!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Tulisan sakinah, mawaddah, warahmah memiliki struktur huruf Arab yang spesifik, termasuk penggunaan ta marbuthah.
- Masing-masing kata mengandung makna ketenangan, cinta mendalam, dan kasih sayang yang melengkapi hubungan suami istri.
- Ungkapan ini menjadi doa agar keluarga mencapai ketentraman dan rahmat dalam pernikahan.
Tulisan Sakinah Mawaddah Warahmah yang Benar
Mari kita simak pembahasan lengkap di bawah ini untuk mengetahui bagaimana cara menulis sakinah mawaddah warahmah!
1. Sakinah
Istilah sakinah berasal dari huruf Arab sin, kaf, nun, dan ta marbutah yang membentuk kata سَكِينَة. Penulisan yang benar harus menggunakan huruf-huruf tersebut agar maknanya tetap terjaga sebagai 'ketenangan'.
Ummu Zahrani dalam buku Suamiku Surgaku menjelaskan bahwa sakinah berarti damai dan tenteram. Kata ini diambil dari akar kata yang bermakna diam setelah adanya gerakan. Allah menggunakan istilah ini dalam surah Ar-Rum ayat 21 untuk menggambarkan tujuan pernikahan.
Allah SWT bersabda:
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (warahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Rum: 21)
Suami dan istri harus bisa membuat pasangannya merasa aman secara lahir maupun batin. Sakinah bukan hanya sekadar kondisi rumah tangga yang tanpa konflik sama sekali. Ketenangan ini muncul karena adanya kepercayaan dan rasa saling memahami sifat pasangan.
Penulis M Thobroni dan Aliyah A Munir menyebutkan bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang tenang. Suasana damai di dalam rumah akan membuat hubungan menjadi lebih harmonis dan langgeng. Untuk mencapai tingkatan ini diperlukan iman yang kuat serta kesetiaan yang luar biasa. Tanpa adanya iman maka ketenangan rumah tangga akan mudah goyah saat diterjang badai.
2. Mawaddah
Kata kedua adalah 'mawaddah' yang ditulis dengan huruf mim, wawu, dal, dan ta marbutah menjadi مَوَدَّة. Dalam penulisan Arab yang benar biasanya terdapat tanda tasydid pada huruf dal. Hal ini menandakan bahwa cinta yang dimaksud adalah perasaan yang sangat mendalam.
Ummu Zahrani menekankan bahwa kata mawaddah hampir selalu diucapkan bersamaan dengan kata sakinah. Mawaddah merupakan modal utama bagi setiap pasangan sebelum memutuskan untuk membangun rumah tangga. Tidak mungkin seseorang bisa menjalani hidup bersama tanpa adanya landasan cinta yang kuat.
Mawaddah memiliki arti cinta atau sebuah harapan indah yang harus selalu dirawat. M Thobroni dan Aliyah A Munir menjelaskan bahwa cinta ini harus didasarkan karena Allah. Cinta yang tulus tidak akan mudah luntur hanya karena urusan fisik atau ekonomi.
Jika suami dan istri saling mencintai maka perasaan itu akan terus tumbuh seiring waktu. Rasa cinta yang besar akan membuat setiap rintangan dalam rumah tangga terasa lebih ringan. Sebaliknya pernikahan tanpa landasan cinta hanya akan membawa penderitaan bagi kedua belah pihak.
3. Warahmah
Aspek terakhir adalah warahmah yang ditulis dengan huruf wawu, ra, ha, mim, dan ta marbutah atau وَرَحْمَة. Huruf wawu di depan kata tersebut berfungsi sebagai kata sambung yang berarti 'dan'. Rahmah sendiri memiliki definisi kasih sayang yang melampaui sekadar perasaan cinta biasa.
Ummu Zahrani menjelaskan bahwa rahmah mencakup rasa kepedulian dan perhatian yang tulus kepada pasangan. Kasih sayang ini menjadi penyempurna bagi elemen sakinah dan mawaddah yang sudah ada. Rahmah adalah bentuk nyata dari pengabdian suami dan istri dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan tertinggi dalam sebuah pernikahan adalah mendapatkan rahmat atau ridha dari Allah. Keluarga yang dirahmati akan senantiasa terjaga keharmonisannya meskipun banyak masalah yang datang. Masalah dalam rumah tangga diibaratkan seperti rintangan saat mendaki puncak gunung yang tinggi.
Perjalanan menuju surga memang tidak mudah karena penuh dengan liku-liku dan ujian. Namun jika ada kasih sayang maka suami istri akan tetap betah berada di dalam rumah mereka. Semua perbuatan baik di dunia selalu dimulai dari lingkungan keluarga yang penuh dengan rahmat.
Sampai di akhir pembahasan ini, apakah kamu sudah memahami bagaimana cara menulis sakinah, mawaddah, warahmah yang benar, detikers?
FAQ
Bagaimana tulisan sakinah mawaddah warahmah yang benar?
Tulisan yang benar adalah:
- Sakinah: سَكِينَة (sin - kaf - ya - nun - ta marbuthah).
- Mawaddah: مَوَدَّة (mim - wawu - dal bertasydid - ta marbuthah).
- Warahmah: وَرَحْمَة (wawu sebagai penghubung - ra - ha - mim - ta marbuthah).
Ketiganya harus menggunakan huruf dan tanda baca yang tepat agar makna asli dalam bahasa Arab tetap terjaga.
Apa arti mawaddah dalam bahasa Arab?
Mawaddah bermakna cinta yang kuat, mendalam, dan tumbuh dari ketulusan. Kata ini menggambarkan perasaan yang tidak sekadar emosional, tetapi cinta yang stabil dan dirawat dengan komitmen. Para ulama menekankan bahwa mawaddah adalah modal awal untuk membangun rumah tangga yang kokoh.
Bagaimana tulisan samawa yang benar?
'Samawa' adalah singkatan dari sakinah mawaddah warahmah, bukan istilah bahasa Arab asli. Dalam tulisan Arab tidak ada kata 'samawa'. Jika ingin menuliskan lengkap dalam bahasa Arab, bentuk yang benar adalah: سَكِينَة مَوَدَّة وَرَحْمَة.
(par/par)
