Jemaah Aboge di Banyumas Mulai Puasa Kamis Pahing 19 Februari

Jemaah Aboge di Banyumas Mulai Puasa Kamis Pahing 19 Februari

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 10:58 WIB
Jemaah umat Islam Aboge melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Raden Sayyid Kuning, Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Rabu (19/6/2024).
Jemaah Aboge di Banyumas. Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Umat islam aliran perhitungan Alif Rebo Wage (Aboge) di wilayah Kabupaten Banyumas akan mulai puasa Ramadan sama dengan waktu yang ditentukan pemerintah. Meski sama, para pengikut aliran Aboge ini memiliki perhitungan tersendiri dengan melihat pasaran Jawa.

Mereka meyakini, awal Ramadan 2026 jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026. Penetapan itu dilakukan berdasarkan hitungan kalender turun-temurun yang hingga kini masih dijaga oleh komunitas Aboge.

Sesepuh pengikut Aboge di Desa Cibangkong, Santibi, menjelaskan bahwa tahun 2026 bertepatan dengan tahun Jawa Dal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk tahun 2026 ini masuk tahun Dal. Sesuai rumus yang diyakini turun-temurun, awal tahun Dal itu Daltugi, yaitu 1 Muharam jatuh pada hari Sabtu Legi," kata Santibi saat dihubungi wartawan, Rabu (18/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menuturkan, penentuan awal puasa dilakukan dengan rumus khusus yang dikenal di kalangan Aboge.

"Untuk menghitung awal puasa itu rumusnya Sanemro, Puasa Enem Loro. Artinya, puasa adalah hari keenam dari Sabtu dan pasaran kedua dari Manis atau Legi. Maka awal puasa jatuh hari pasarannya adalah Kamis Pahing," jelasnya.

Hingga kini, komunitas Aboge masih bertahan di sejumlah desa, khususnya di wilayah Kecamatan Pekuncen dan Kecamatan Ajibarang. Selain menjalankan ibadah berdasarkan perhitungan kalender Aboge, mereka juga tetap menjaga tradisi leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Santibi menyebut, sebagian pengikut Aboge di wilayah tersebut juga terafiliasi dengan jaringan tarekat Tarekat Satariyah Pengguron Cirebon.

Dalam sistem kalender Aboge sendiri, satu siklus delapan tahun atau satu windu terdiri dari delapan nama tahun, yakni Alif, Ha, Jim Awal, Za atau Je, Dal, Ba atau Be, Wawu, dan Jim Akhir. Setiap tahun terdiri atas 12 bulan.

Selain mengenal tujuh hari dalam sepekan, komunitas Aboge juga menggunakan sistem pasaran Jawa, yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.

Adapun hari dan pasaran pertama pada tiap tahun dalam siklus Aboge adalah sebagai berikut: tahun Alif jatuh pada Rabu Wage (Aboge), tahun Ha pada Ahad Pon (Hengadpon), tahun Jim Awal pada Jumat Pon (Jimatpon), tahun Za/Je pada Selasa Pahing (Jesahing), tahun Dal pada Sabtu Legi (Daltugi), tahun Ba/Be pada Kamis Legi (Bemisgi), tahun Wawu pada Senin Kliwon (Wanenwon), serta tahun Jim Akhir pada Jumat Wage (Jumagea).




(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads