Sejarah Tembok Ratapan, Tempat Suci Umat Yahudi untuk Berziarah dan Berdoa

Sejarah Tembok Ratapan, Tempat Suci Umat Yahudi untuk Berziarah dan Berdoa

Anindya Milagsita - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 13:31 WIB
Tembok Ratapan di Yerusalem
Tembok Ratapan di Yerusalem. (Foto: Wayne McLean (jgritz)/Wikimedia Commons/CC BY 2.0)
Solo -

Mendengar tentang Tembok Ratapan, beberapa orang mungkin langsung mengingat akan sebuah tempat suci yang digunakan untuk berdoa bagi umat Yahudi. Namun, sebenarnya bagaimana awal mula Tembok Ratapan ini muncul?

Untuk diketahui, Tembok Ratapan atau Tembok Barat letaknya ada di Yerusalem. Lokasi ini merupakan sebuah tempat yang dianggap suci dan sakral bagi orang-orang Yahudi. Sebab, Tembok Ratapan menjadi tempat untuk mereka menyampaikan doa-doa maupun sekadar berkunjung dalam aspek perjalanan spiritual.

Masih berdiri dengan begitu kokoh sampai hari ini, siapa sangka kalau ternyata bangunan Tembok Ratapan sudah ada ratusan tahun yang lalu. Bahkan sejarah Tembok Ratapan tidak hanya berkaitan dengan keyakinan orang Yahudi saja, tapi juga tidak terlepas dari sejarah umat Islam itu sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, sebenarnya apa itu Tembok Ratapan dan bagaimana sejarah awalnya tercipta? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Tembok Ratapan adalah sisa tembok penahan kompleks Bait Suci di Yerusalem dan menjadi tempat paling suci bagi umat Yahudi untuk berdoa.
  • Tembok ini merupakan bagian yang tersisa setelah Bait Suci Kedua dihancurkan Romawi pada tahun 70 M.
  • Dalam Islam dikenal sebagai Tembok Al-Buraq, berada di dekat Masjid Al-Aqsa dan kawasan Haram al-Sharif.

Apa Itu Tembok Ratapan?

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan sebelumnya, Tembok Ratapan atau Tembok Barat adalah sebuah lokasi yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi sejak zaman dahulu. Terletak di Yerusalem, Tembok Ratapan merupakan situs tersuci yang dijadikan sebagai tempat berziarah maupun berdoa bagi kaum Yahudi.

Seperti halnya dijelaskan dalam Britannica, Tembok Ratapan adalah sisa tembok penahan yang mengelilingi Bukit Bait Suci. Berdasarkan sejarah dan juga penelitian arkeologi, Tembok Ratapan keasliannya telah ada sekitar abad ke-2 SM.

Ukuran Tembok Ratapan ini memiliki panjang kisaran 50 meter dengan tinggi sekitar 20 meter. Disebut sebagai Tembok Ratapan, karena orang-orang Yahudi kerap meratap di lokasi tersebut. Awalnya, mereka meratapi kehancuran Bait Suci dan berdoa untuk bertujuan agar segera pulih.

Namun, seiring berjalannya waktu, ratapan-ratapan tersebut terus berlangsung dan menjadi sebuah kebiasaan. Hal serupa juga dijelaskan dalam laman Ebsco, Tembok Ratapan adalah bagian terakhir yang tersisa dari kuil kedua di Bukit Bait Suci. Bagi orang-orang Yahudi modern, Tembok Ratapan sengaja dikunjungi untuk memanjatkan doa.

Sejarah Tembok Ratapan

Lantas, bagaimana sejarah Tembok Ratapan bisa muncul? Sebagaimana tadi sudah sedikit disinggung, keaslian Tembok Ratapan sudah ada sekitar abad ke-2 SM. Namun, Tembok Ratapan terbentuk sekitar era 70 M.

Di dalam laman Jewish Virtual Library, dijelaskan sejarah Tembok Ratapan yang awalnya adalah Bait Suci. Saat Bait Suci Kedua berdiri, bangsa Romawi menghancurkannya di tahun 70 M. Sisa-sisa kehancuran inilah yang dinamakan sebagai Tembok Barat atau lebih populer disebut sebagai Tembok Ratapan.

Awalnya Bait Suci Pertama dibangun sebagai sebuah situs keagamaan terpenting bagi kaum Yahudi. Pada saat itu, Bait Suci Pertama menjadi tempat bagi umat Yahudi melakukan banyak ritual keagamaan. Kemudian mengacu dari buku 'Sejarah Lengkap Agama-agama Ibrahimi dari Masa ke Masa' tulisan Rizem Aizid, pembangunan ini disebut-sebut dilakukan oleh Raja Herodes. Di masa-masa awal, Bait Suci memiliki ukuran panjang 485 meter.

Setelah Bait Suci Pertama mengalami kehancuran, maka dibangunlah kembali Bait Suci Kedua. Sayangnya, Bait Suci Kedua juga mengalami kehancuran. Bangsa Romawi menghancurkannya di tahun 70 M karena pada saat itu kaum Yahudi melakukan pemberontakan.

Sisa dari kehancuran Bait Suci Kedua inilah yang dikenal sebagai Tembok Ratapan. Konon, saat bangsa Romawi menghancurkan Bait Suci Kedua, dinding luar dibiarkan masih berdiri begitu saja. Belum diketahui secara pasti alasan di balik itu semua, tapi dengan adanya dinding penahan yang mengelilingi Bukit Bait Suci inilah menjadi awal mula Tembok Ratapan muncul.

Dijelaskan juga dalam laman The Kotel, disebut sebagai Tembok Barat karena lokasi ini adalah salah satu dari empat tembok penopang Bukit Bait Suci. Setelah kehancuran Bait Suci Kedua terjadi, tembok yang menghadap ke barat ini tetap utuh.

Dengan adanya Tembok Barat inilah bangsa Yahudi masih memiliki tempat untuk mencari sumber inspirasi, mengungkapkan kerinduannya, dan juga memanjatkan doa terbaik. Termasuk dalam mengenang adanya Bait Suci yang kini menjadi salah satu situs warisan budaya setempat.

Tembok Ratapan Menurut Islam

Meskipun Tembok Ratapan berkaitan erat dengan bangsa Yahudi, ternyata keberadaan maupun sejarahnya tidak terlepas dari kaum muslim. Sebab, lokasi Tembok Ratapan ini berdekatan dengan kawasan yang juga dianggap sebagai tempat yang suci bagi umat Islam.

Hal ini dikarenakan Tembok Ratapan berada di dekat Masjid Al-Aqsa. Menurut buku 'Islam on the Spot: 1.700++ Fakta-fakta Islam terunik, terpopuler, terfenomenal, dan ter...' tulisan @FaktaAgama, dalam ajaran Islam Tembok Ratapan disebut sebagai Tembok Al-Buraq. Lokasi ini diyakini sebagai satu kesatuan dari dinding atau tembok sebelah barat Masjid Al-Aqsa.

Disebut sebagai Tembok Al-Buraq karena dahulu Nabi Muhammad SAW mengikat Buraq di tembok tersebut. Buraq adalah kendaraan bagi Nabi Muhammad SAW saat melakukan Isra dan Miraj.

Tidak hanya dekat dengan Masjid Al-Aqsa, Tembok Ratapan juga disebut sebagai bagian dari Kubah Batu yang disebut juga sebagai Qubbat al-Sakhra atau Dome of the Rock. Serupa dengan penjelasan di buku 'Mengapa Palestina Gagal Merdeka?' karya Hanafi Wibowo, SHum, MSos, yang menyebut Tembok Barat atau Tembok Ratapan adalah batas luar kawasan Haram Al-Sharif.

Istilah tersebut merujuk pada kawasan suci yang mana terdapat Dome of the Rock dan juga masjid tersuci ketiga bagi umat Islam, yaitu Masjid Al-Aqsa. Inilah yang membuat Tembok Ratapan erat kaitannya dengan kepercayaan dalam ajaran Islam.

Mengetahui sejarah Tembok Ratapan dapat membuka wawasan baru bagi masyarakat, termasuk mereka yang mungkin baru mendengarnya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

FAQ

Mengapa disebut Tembok Ratapan?

Disebut demikian karena umat Yahudi dahulu meratapi kehancuran Bait Suci di tempat tersebut. Ratapan itu menjadi tradisi doa yang terus berlangsung hingga sekarang.

Apa kaitan Tembok Ratapan dengan Islam?

Dalam Islam, lokasi ini dikenal sebagai Tembok Al-Buraq. Letaknya berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa dan berada di kawasan yang sama dengan Dome of the Rock.

Apakah Tembok Ratapan masih digunakan hingga kini?

Hingga sekarang, Tembok Ratapan menjadi tempat ibadah, doa, dan ziarah bagi umat Yahudi dari berbagai penjuru dunia.




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads