Profil Rio Haryanto, Sosok Pembalap yang Dokumen Pribadinya Bocor di Medsos

Profil Rio Haryanto, Sosok Pembalap yang Dokumen Pribadinya Bocor di Medsos

Nur Umar Akashi - detikJateng
Jumat, 20 Feb 2026 17:34 WIB
Eks pembalap F1, Rio Haryanto, saat ditemui di kediamannya, Jumat (20/2/2026).
Rio Haryanto. Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Dokumen berupa surat pengantar pelaksanaan pernikahan Rio Haryanto bocor di media sosial akibat ulah seorang mantan pegawai front office Kelurahan Penumping. Rio yang dulunya adalah pembalap Formula 1 (F1) itu mengaku kaget.

"Iya baru tahu kemarin itu. Ya kaget sih karena ini juga data pribadi ya, data konvensional," ujarnya ketika ditemui detikJateng di kediamannya pada Jumat (20/2/2026).

Diketahui, dokumen Rio bocor bersama Surat Keterangan Warisan (SKW) milik orang lain. Petugas berinisial A yang bersangkutan sedang diproses hukuman disiplin. Pemerintah Kota Solo juga sudah meminta maaf kepada Rio.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya, siapa Rio Haryanto itu? Baca profilnya berikut ini!

ADVERTISEMENT

Pendidikan Rio Haryanto

Namanya dikenal sebagai pembalap pertama Indonesia yang mengantongi Super Licence Formula 1. Di balik prestasinya, Rio ternyata tidak abai terhadap dunia pendidikan.

Sosoknya diketahui lulus sebagai sarjana ekonomi dari salah satu universitas di Singapura pada 2014 lalu. Hal tersebut ia sampaikan pada wartawan di Italia.

"Pendidikan juga saya baru selesaikan S1 di Singapura, jurusan bisnis dari Universitas Anglia Ruskin. Mereka punya branch di Singapore, tapi all the moduls dari UK," ujar Rio ketika diwawancara di Hotel Crowne Plaza, Milan, Italia, Jumat (5/9/2014), dilansir detikSport.

Mengacu unggahan di akun LinkedIn-nya, Rio memulai studi di Anglia Ruskin University pada 2012 dan sukses menamatkannya tahun 2014. Sebelumnya, ia sempat belajar di International School of Singapore tahun 2005-2011.

Karier Rio Haryanto Sebagai Pembalap

Sejak kecil, Rio sudah punya keinginan kuat untuk menjadi pembalap. Berdasarkan catatan detikNews, Rio memulai kariernya di jalur lintasan sebagai pembalap gokart tahun 2002. Pria kelahiran 22 Januari 1993 ini sukses menyabet juara nasional gokart kelas kadet.

Kiprah Rio yang telah memasuki dunia balap sejak umur 6 tahun banyak disokong ayahandanya, Sinyo Haryanto. Role model kesukaan Rio, Michael Schumacher sang juara F1 7 kali, menginspirasinya.

"Ya, waktu itu jujur waktu saya melihat dia, saya sangat kagum atas prestasi dia. Karena dia sangat bagus dan juga saya ingin sekali bisa menjadi seperti dia suatu hari nanti," ujar Rio pada 2016 lalu.

Dari ajang karting, karier Rio berlanjut di ajang Formula Renault Asia tahun 2008. Tak lama, lelaki kelahiran Solo ini sukses menjuarai Formula BMW Asia Pacific usai mengamankan 11 kemenangan dari 15 seri.

Perjalanannya berlanjut ke ajang GP3 Formula 1. Menurut informasi dari Motor Sport Stats, Rio sudah turun ke lintasan pada 2010, berangkat dari tim Manor asal Inggris. Dalam kompetisi itu, Rio tercatat memenangi Grand Prix kedua di Istanbul, Turki.

Pada 2012, Rio beralih mengikuti ajang GP2. Laporan Motor Sport Magazine menyebut Rio menyelesaikan musim 2012 di posisi ke-14 dengan total 38 poin. Tahun berikutnya, Rio pindah ke Barwa Addax Team. Ia finis di peringkat ke-19 tahun itu.

Perjuangannya di GP2 masih berlanjut hingga 2015. Dirujuk dari laman resmi F1, tahun 2016, Rio resmi memutar kemudi mobil F1 bersama Manor Racing Team (MRT). Dari 12 seri balapan yang diikutinya, posisi terbaik Rio adalah 15, dicapainya di Grand Prix Monaco tanggal 29 Mei 2016.

Karier Rio di F1 terhenti usai digantikan Esteban Ocon pada pertengahan musim 2016. Penyebabnya adalah uang pembayaran kontrak sebesar 15 juta euro yang tidak bisa dilunasi. Manajemen Rio baru membayarkan separuhnya saja, yakni 8 juta, hingga tenggat waktu habis akibat keterbatasan dana.

Teruskan Bisnis Keluarga dan Bangun Resto

Berhenti dari dunia balapan, tidak membuat Rio berpangku tangan. Latar belakang pendidikan dan riwayat keluarga membantunya menjalankan usaha. Diketahui, Rio mengelola bisnis percetakan buku Kiky dan juga restoran.

Keluarga Rio memang memiliki usaha percetakan buku dan alat tulis yang skalanya besar. Bernama PT Solo Murni, perusahaan ini adalah manufaktur alat tulis Kiky creative product. Deretan produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi sampai mancanegara.

Perjalanan Rio Haryanto selama jadi pembalap di Eropa turut berkontribusi membantunya mendirikan bisnis kuliner. Salah satunya adalah konsep bangunan yang diimplementasikannya ke Restoran Teakyard.

"Dulu waktu pas di luar negeri sewaktu longgar sehabis balap saya sering nyari kafe yang populer melalui Google. Terus aku dapat konsep bangunannya itu di salah satu kafe di Eropa. Terus pas selesai balap terpikir kenapa nggak coba buka kafe saja," ujarnya saat ditemui di Teakyard pada 2022 lalu.

Selain Teakyard, Rio juga membangun Grandis Barn di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Nah, itulah sekilas mengenai Rio Haryanto, mantan pembalap F1 asal Indonesia yang ramai diperbincangkan netizen akibat dokumennya bocor. Semoga bermanfaat!




(par/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads