Antusiasnya Lansia Nyantri di Masjid Agung Demak, Ada yang Datang dari Maluku

Antusiasnya Lansia Nyantri di Masjid Agung Demak, Ada yang Datang dari Maluku

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 20 Feb 2026 20:16 WIB
Santri Pesantren Lansia Masjid Agung Demak mengaji di serambi Masjid Agung Demak, Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jumat (20/2/2026).
Santri Pesantren Lansia Masjid Agung Demak mengaji di serambi Masjid Agung Demak, Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jumat (20/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Program Pesantren Lansia kembali hadir di Masjid Agung Demak, Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Ratusan lansia bermukim selama Ramadan dan mengikuti berbagai kegiatan spiritual di Masjid Agung Demak.

Lurah Pesantren Lansia, Zaenuri, mengatakan Masjid Agung Demak sudah menggelar program pesantren lansia sekitar 10 tahun. Ada 135 santri lansia dari berbagai daerah yang datang pada Ramadan tahun ini.

"Tahun ini ada 135 santri, 30 laki-laki, 105 perempuan, yang dari luar Demak sejumlah 35 orang. Sebenarnya yang mendaftar banyak, tapi kami hanya bisa menerima sejumlah itu karena keterbatasan tempat," kata Zaenuri di Masjid Agung Demak, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data dari Masjid Agung Demak, santri tertua yang mengikuti Pesantren Lansia kali ini berusia 80 tahun. Sementara yang paling jauh, berasal dari luar pulau seperti Jambi, Kalimantan, hingga Maluku.

ADVERTISEMENT

"Pemilihan lansia yang ikut, selain pendaftar tercepat kita juga pertimbangkan yang dari luar daerah, kemudian sehat jasmani dan rohani agar bisa mengikuti kegiatan dengan optimal," ujar Zaenuri.

Zaenuri mengungkap ada berbagai aktivitas keagamaan yang telah diprogramkan bagi para santri lansia setiap harinya. Para lansia ini juga tidak dibebankan biaya selama nyantri di Masjid Agung Demak.

"Mulai kegiatan sekitar jam 03.00 WIB pagi, dimulai dari ziarah tahlil bareng, kemudian ada salat berjemaah, sahur bareng, kultum, semaan, ngaji kitab, hadits, tafsir, buka bersama, terawih, kemudian tadarus. Sampai sekitar jam 22.00 WIB kegiatannya sehari-hari," jelas Zaenuri.

"Tidak ada biaya apapun. Para santri lansia ini dapat fasilitas kamar tidur bersama ber-AC, kemudian menu sahur, berbuka, dan rangkaian kegiatan selama Ramadan," imbuh Zaenuri.

detikJateng datang ke Masjid Agung Demak bertepatan saat azan asar berkumandang. Para santri lansia tampak berbondong-bondong menghentikan aktivitas mereka dan melangkah menuju masjid dari kamar masing-masing.

Santri Asal Jambi: Dulu Cita-cita Ngaji di Pondok

Salah satunya adalah santri lansia asal Jambi bernama Untoro (68). Ia keluar dari kamar dengan setelan peci dan sarung hitam serta baju koko berwarna putih. Wajahnya tampak semringah saat berbincang dengan awak media.

Untoro menempuh perjalanan bus selama dua malam untuk nyantri di Masjid Agung Demak selama Ramadan. Ia mengetahui adanya pesantren lansia ini dari seorang temannya.

"Perjalanan naik bus berangkat dari rumah Minggu sore, sampai sini Selasa pagi, dua malam satu hari," kata Untoro.

Untoro baru pertama kali mengikuti pesantren lansia di Masjid Agung Demak. Ia mengaku tertarik mengikuti program ini untuk mewujudkan cita-citanya sejak kecil, yaitu mengaji di pondok.

"Kebetulan dulu itu belum mengaji waktu kecil, jadi ingin juga sudah tua gini ikut mengaji di pondok," ungkap Untoro.

Selama beberapa hari nyantri di Masjid Agung Demak, Untoro mengaku merasa senang. Selain karena mendapat ilmu agama, ia juga senang bisa berkenalan dengan lansia lain dari berbagai daerah.

"Alhamdulillah senang, jadi banyak bisa mengikuti acara-acara yang sudah dijadwalkan di sini. Selain itu banyak saudara-saudara baru seperti dari Jawa Barat, Samarinda, dan sebagainya," pungkas Untoro.

Halaman 2 dari 2
(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads