Bagi kaum muslim yang akan menjalankan ibadah puasa, makan sahur sebelum imsak tiba menjadi hal yang kerap dilakukan. Namun, apa jadinya jika seseorang tidak sahur karena kesiangan, bolehkah berpuasa atau tidak? Mari simak penjelasan hukumnya dalam Islam.
Sejatinya, sahur bukan termasuk syarat sah puasa, baik sunnah maupun fardhu di bulan Ramadan. Sebab, syarat sah puasa yang disepakati jumhur ulama ada empat. Keempatnya adalah beragama Islam, berakal, suci dari hadas besar, dan dikerjakan sesuai waktunya. Beberapa ulama juga menambahkan pandangan tentang syarat sah puasa termasuk mampu mengerjakannya tanpa adanya udzur tertentu.
Mengetahui sahur tidak termasuk syarat sah puasa, maka bukanlah sebuah kewajiban bagi kaum muslim. Kendati begitu, mengawali puasa terutama di bulan Ramadan dengan makan sahur, terdapat keutamaan yang tersimpan di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya itu saja, ada sejumlah riwayat hadits yang dapat dijadikan sebagai sandaran dalam mengerjakan sahur itu sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan soal hukum puasa tidak sahur berikut ini.
Poin Utamanya:
- Puasa tetap sah meski seseorang tidak sahur karena kesiangan atau alasan lain. Sahur bukan syarat sah puasa, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan.
- Meski tidak wajib, sahur memiliki keutamaan besar. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa dalam sahur terdapat keberkahan dan menjadi pembeda antara puasa kaum muslimin dan Ahli Kitab.
- Sahur sangat dianjurkan karena berkaitan erat dengan ibadah puasa dan memberi kekuatan menjalani ibadah. Namun, jika terlewat, seorang muslim tetap boleh melanjutkan puasanya tanpa perlu membatalkan atau menggantinya, selama syarat dan niat puasa terpenuhi.
Apa Hukum Puasa Tidak Sahur karena Kesiangan?
Adakalanya seorang muslim melewatkan waktu sahur karena tidak bisa bangun dini hari atau bahkan kesiangan hingga pagi hari tiba. Mengenai hal ini, ternyata tidak sahur bukan berarti puasa akan dianggap tidak sah.
Namun demikian, sahur ternyata menjadi hal yang sangat dianjurkan. Ini karena sahur adalah bagian dari ibadah puasa itu sendiri. Menukil dari buku 'Salah Kaprah! Shalat, Puasa, Sedekah, dan Doa Penyebab Ibadah Tertolak, Rezeki Seret, dan Hidup Ruwet' tulisan Rizem Aizid, melewatkan sahur tidak akan membatalkan puasa.
Kemudian puasa tanpa sahur juga akan tetap dianggap sah. Kendati begitu, sahur tidaklah sebuah amalan yang berdiri sendiri. Melainkan berkaitan erat dengan ibadah puasa itu sendiri. Tatkala seorang muslim akan mengerjakan puasa, maka perlu sahur. Hal inilah yang menjadikan sahur sebagai amalan yang penting untuk dilakukan.
Hal senada juga disampaikan dalam buku '165 Kebiasaan Nabi SAW' tulisan Abduh Zulfidar Akaha, di mana Rasulullah SAW sesekali tidak sahur saat hendak mengerjakan ibadah puasa. Bahkan beliau terkadang juga baru berniat di pagi hari karena alasan tertentu.
Meskipun begitu, Rasulullah SAW biasa makan sahur di bulan Ramadan. Mengingat puasa Ramadan adalah ibadah yang diwajibkan untuk kaum muslim. Dalam fikih, masalah sahur sering kali dikaitkan dengan puasa Ramadan. Inilah yang membuat sahur sangat dianjurkan untuk dikerjakan, tapi bukan termasuk kewajiban bagi muslim.
Tidak Sahur Apakah Boleh Berpuasa atau Tidak?
Sebagaimana tadi sudah dijelaskan, sahur adalah sebuah amalan yang dianjurkan. Namun, bukan termasuk syarat sah puasa, sehingga tidak ada kewajiban melekat padanya.
Oleh karena itu, meski seorang muslim tidak sahur karena kesiangan atau sebab lainnya, tetap diperbolehkan untuk berpuasa. Dalam hal ini terdapat sebuah riwayat hadits yang dapat dijadikan sebagai sandaran. Masih merujuk dari buku 'Salah Kaprah! Shalat, Puasa, Sedekah, dan Doa Penyebab Ibadah Tertolak, Rezeki Seret, dan Hidup Ruwet', puasa tanpa sahur tetap sah bersandar pada riwayat yang menuturkan:
"Dri Ummul Mukminin Aisyah r.a. menceritakan, suatu hari Nabi SAW menemui kami dan bertanya, 'Apakah kalian punya makanan?' Kami menjawab, 'Tidak'. Kemudian beliau bersabda, 'Kalau begitu, saya akan puasa'." (HR. Muslim, Nasa'i, dan Tirmidzi)
Keutamaan Sahur Puasa dalam Islam
Sebelumnya telah sedikit disinggung tentang anjuran sahur sebelum puasa karena dipenuhi keutamaan. Lantas, apa sajakah keutamaan sahur dalam Islam? Menurut buku '89 Kesalahan Seputar Puasa Ramadhan' tulisan Abdurrahman Al-Mukaffi, sahur merupakan sebuah amalan yang penuh keberkahan. Hal ini sebagaimana riwayat sebuah hadits yang menuturkan sabda Rasulullah SAW:
تَسَخَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً
"Makan sahurlah kalian semua, sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada berkahnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Pernyataan tadi dipertegas dengan penuturan dari hadits lainnya. Di dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:
فَضْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
"Yang membedakan puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur." (HR. Muslim)
Bahkan mengenai sahur, terdapat dalil di dalam Al-Quran yang menyebutkannya. Allah SWT berfirman di dalam Surat Ali Imran ayat 17:
اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ ١٧
Ash-shâbirîna wash-shâdiqîna wal-qânitîna wal-munfiqîna wal-mustaghfirîna bil-as-ḫâr.
Artinya: "(Juga) orang-orang yang sabar, benar, taat, dan berinfak, serta memohon ampunan pada akhir malam."
Kemudian di dalam buku karya Sayyid Sabiq yang bertajuk 'Fikih Sunnah - Jilid 2', diriwayatkan dari Miqdam bin Ma'dikarib, dari Rasulullah SAW di mana beliau berkata:
عَلَيْكُمْ بِهَذَا السُّحُورِ، فَإِنَّهُ هُوَ الْعَذَاءُ الْمُبَارَكُ
"Hendaknya kalian makan sahur, karena ia adalah makanan yang diberkahi." (HR. Nasai dengan sanad baik)
Masih menukil dari buku yang sama, waktu akhir malam yang ada dalam ayat suci tersebut dipahami sebagai sahur yang biasanya dikerjakan sebelum terbitnya fajar.
Itulah tadi penjelasan hukum puasa tidak sahur karena kesiangan yang masih tetap boleh berpuasa. Namun, mengawali puasa dengan sahur terlebih dahulu menyimpan keutamaan tersendiri. Semoga informasi ini menjawab, ya.
FAQ
Bagaimana jika bangun setelah Subuh dan belum sempat sahur?
Jika sudah masuk waktu Subuh dan belum makan sahur, maka tidak boleh lagi makan atau minum. Namun, tetap diperbolehkan melanjutkan puasa selama niat sudah dilakukan sejak malam hari untuk puasa wajib.
Apakah puasa tetap sah jika tidak sahur karena kesiangan?
Puasa tetap sah meskipun tidak sahur. Sahur bukan termasuk syarat sah puasa, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Selama niat puasa sudah ada (khususnya untuk puasa wajib seperti Ramadan), maka puasanya tetap berlaku.
Apa keutamaan sahur dalam Islam?
Sahur mengandung keberkahan sebagaimana hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, "Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan." Selain itu, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa Ahli Kitab.
(sto/aku)
