Mokel di Desa Tetangga, Remaja Dianiaya di Pasiraman Kidul Banyumas

Mokel di Desa Tetangga, Remaja Dianiaya di Pasiraman Kidul Banyumas

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 21 Feb 2026 17:43 WIB
Poster
Ilustrasi penganiayaan. Foto: Edi Wahyono
Banyumas -

Potongan video menunjukkan aksi penganiayaan tersebar di media sosial. Penganiayaan tersebut melibatkan dua orang remaja yang ketahuan mokel. Polisi pun turun tangan menyelidiki kejadian ini.

Video berdurasi 27 detik tersebut tersebar di media sosial Instagram yang diunggah akun @switsweeet yang berkolaborasi dengan @banyumas24jam. Terlihat dalam video tersebut sekelompok remaja sedang terlibat konflik.

Dua di antaranya nampak sedang makan nasi bungkus di sudut lapangan. Salah satu di antara mereka yang sedang makan, tiba-tiba dipukul kepala bagian belakangnya sebanyak dua kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari percakapan yang terjadi, remaja yang memukul tidak terima wilayahnya merasa dikotori dengan kelakuan dua remaja tersebut yang diam-diam mokel di sudut lapangan wilayahnya.

Banyak yang menyayangkan aksi penganiayaan tersebut. Warganet menilai aksi pemukulan tersebut sangat berlebihan. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi di Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

ADVERTISEMENT

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, membenarkan adanya peristiwa kekerasan tersebut. Usai mendapat informasi pihaknya langsung mencari tahu identitas remaja yang terlihat dalam video.

"Awalnya Polsek mendapat informasi tentang video viral tersebut, kemudian melakukan penyelidikan mengenai orang-orangnya dan tempat lokasinya ternyata di Wilayah Pekuncen," kata Slamet saat dimintai konfirmasi detikJateng, Sabtu (21/2/2026).

Usai ditelusuri, identitas remaja yang dalam video nampak menjadi korban pemukulan akhirnya ditemukan. Saat ditanya polisi, keduanya mengaku tidak kuat berpuasa dan akhirnya mokel di lokasi setempat.

"Kemudian kami menemui korban. Terus kita tanya motifnya, korban orang Desa Pekuncen karena tidak tahan berpuasa kemudian makan di lapangan Desa Pasiraman Kidul," terangnya.

Pada saat makan itulah kemudian sekelompok remaja warga setempat menghampiri dan merasa tidak terima karena merasa wilayahnya dinodai oleh perbuatan korban.

"Korban didatangi remaja Pasiraman Kidul untuk tidak membuat desanya tidak baik dengan tidak puasa. Itu pelajar semua, masih muda-muda. Yang melakukan pemukulan 1. Kejadiannya pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026," jelasnya.

Slamet menerangkan antara kelompok remaja tersebut tidak saling mengenal. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan rencananya akan diselesaikan dengan mediasi terlebih dahulu.

"Sementara masih penyelidikan para pelaku dan nanti akan direstoratif justice karena masih muda muda ingat masa depan anaknya," pungkasnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads