Kasus Tewasnya Pelajar Sukabumi Naik Penyidikan, Ibu Tiri Korban Diperiksa

Regional

Kasus Tewasnya Pelajar Sukabumi Naik Penyidikan, Ibu Tiri Korban Diperiksa

Syahdan Alamsyah - detikJateng
Senin, 23 Feb 2026 11:24 WIB
Rumah duka bocah tewas dengan luka janggal di Jampang Kulon Sukabumi
Rumah duka bocah tewas dengan luka janggal di Jampang Kulon Sukabumi. Foto: Istimewa
Solo -

Kasus kematian pelajar asal Jampangkulon, Sukabumi, NS (13), naik ke tahap penyidikan. Polisi menyatakan telah mengantongi sejumlah bukti yang menunjukkan ada peristiwa pidana dalam kasus ini.

"Iya, terkait dengan perkara kematian korban anak NS, kita maraton selama 24 jam melakukan penyelidikan, dan perkara sudah kita naikkan pada tingkat penyidikan. Karena kita sudah menemukan beberapa alat bukti yang tentunya bisa kita yakini ini ada peristiwa pidana. Yaitu tindak pidana dugaan kekerasan, baik fisik ataupun psikis terhadap korban anak, yakni saudara NS," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Samian, Minggu (22/2/2026), dilansir detikJabar.

Samian memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional dan independen tanpa terpengaruh oleh tekanan opini yang berkembang luas di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya dinamika media sosial juga kita monitor, namun kita tidak under pressing. Ya, kita fokus dan kita profesional dalam penanganan perkara, kita lakukan secara scientific crime investigation. Dan kita melakukan kolaborasi dengan dinas terkait, ya. Itu kita gali mengenai psikologi forensiknya juga. Kita libatkan Mabes Polri untuk kita lakukan toksin forensik," tambahnya.

Dia juga mengatakan ibu tiri korban yang berinisial TR sudah diperiksa. Saat ini kesaksiannya masih didalami dengan hati-hati.

ADVERTISEMENT

"Untuk saudari TR, kita sudah melakukan BAP, kemudian kita sudah naikkan sidik, dan kita saat ini sedang mendalami dalam Berita Acara Pemeriksaan yang tentunya kita tidak gegabah. Ya, kita akan cek semua alibi dan tentunya kita mohon dukungan, ya, bagaimana kita bisa melaksanakan proses penegakan hukum ini dengan independen, profesional, dan betul-betul mengedepankan scientific crime investigation," tegas AKBP Samian.

Diketahui, hasil visum luar yang menunjukkan adanya sebaran luka fisik akibat trauma panas dan benturan benda tumpul pada area wajah serta anggota tubuh lainnya. Namun, kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Hingga saat ini, sebanyak 16 orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Sukabumi.

"Kita sudah memeriksa 16 saksi, kemudian kita dalami betul-betul, dan segera akan merujuk menunggu alat bukti tambahan berikutnya," pungkasnya.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads