Sampainya remaja berkebutuhan khusus asal Purbalingga di wilayah Kebondalem Wonosobo masih mengundang tanya. Pun dengan motornya yang akhirnya ditemukan oleh warga di hutan. Motor itu ditemukan tergeletak di ladang tanpa jejak ban.
Video penemuan sepeda motor tersebut salah satunya diunggah dalam akun Instagram @purbalingga.24jam. Dalam video tersebut diberi keterangan,"warga Purbalingga yang diduga dibawa "lampor" tekan Wonosobo (Kamis, 25 Februari 2026) sekitar jam 5 sore," tulis dalam keterangan seperti dilihat detikJateng, Sabtu (28/2/2026).
Kapolsek Mojotengah AKP Sudigdo mengonfirmasi adanya temuan motor milik remaja inisial T di wilayah Kebondalem. Dia menyebut warga juga heran dengan penemuan motor remaja tersebut di tengah ladang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu pada Kamis (25/2), sore yang bersangkutan dari Purbalingga. Menurut keterangan dari orang tuanya dia (anak tersebut) mau ngabuburit. Kalau ceritanya sekitar 16.30 WIB," kata Sudigdo saat dihubungi detikJateng, Sabtu (28/2/2026).
Saat itu, pada Kamis (25/2) bertepatan dengan malam Jumat Kliwon, kata Sudigdo, sekitar pukul 17.00 WIB berada pinggir jalan di Kebondalem mencegat orang yang sedang melintas.
"Mencegat untuk minta tolong. Tapi, orang mengira mau berbuat jahat atau bagaimana. Tapi, orang tersebut terus mau minta tolong. Akhirnya dibawa ke pos ronda ditanya-tanya menyampaikan motornya terbang, sampai menunjukan tempat," imbuhnya.
Setelah ditenangkan warga, kemudian ditanya asalnya. Saat itu, menyebutkan berasal dari Purbalingga.
"Bisa menunjukan rumah dan alamatnya. Kemudian, dari Pak Bau (Kadus) menghubungi keluarga dan keluarga menjemput pukul 01.00 WIB," ujarnya.
Warga bersama keluarga saat itu sudah berupaya mencari kendaraan, namun tak menemukan.
"Pada paginya (Jumat) dicari warga dan sepeda motor ketemu di alas-alas atau tegalan. Nggak ada (bekas ban). Kalau keterangan dari warga nggak ada sama sekali, nggak masuk akal motor bisa sampai situ. Nggak masuk akal motor bisa sampai tegalan itu, tapi faktanya motor ditemukan di sana," tambahnya.
Sudigdo menambahkan, perjalanan normal dari Purbalingga sampai Wonosobo sekitar 2 jam.
"Perjalan normal 2 jam. Karena dari Purbalingga, Banjarnegara, baru Wonosobo. Tapi, keterangan dari orang tua sekitar pukul 16.30 WIB, pergi ngabuburit," lanjutnya.
"(Polsek mengetahui) Kami mengetahui Jumat karena sudah beredar (di medsos). Terus, kami konfirmasi ke Pak Kadusnya, benar ada kejadian seperti itu dan orangnya sudah kembali ke Purbalingga. Sudah diambil (motornya) ke Purbalingga," jelasnya.
Diketahui, remaja inisial T itu merupakan remaja berkebutuhan khusus. Paman T, Sodri (59), menuturkan keponakannya meninggalkan rumah pada Kamis (26/2/) sore. Ia berangkat seorang diri mengendarai sepeda motor.
"Informasinya dia mau ngabuburit, pergi dari rumah naik sepeda motor dari Karangaren. Terus ketemu tetangga di daerah Kecamatan Kutasari, itu memang lihat Tedy di situ sekitar jam setengah lima sore," kata Sodri saat dihubungi detikJateng.
Namun, keluarga dibuat terkejut ketika mendapat kabar bahwa T justru berada jauh dari rumah.
"Saya kurang tahu kok tiba-tiba jam lima sore itu informasinya sudah ditemukan di Wonosobo. Maaf saja, itu istimewa, banyak yang heran juga," ujarnya.
(afn/afn)
