Jemaah Indonesia Diimbau Tunda Umrah Buntut Konflik di Timur Tengah

Jemaah Indonesia Diimbau Tunda Umrah Buntut Konflik di Timur Tengah

Isal Mawardi - detikJateng
Minggu, 01 Mar 2026 17:09 WIB
Kaaba in mecca during hajj season
Ilustrasi umrah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dian Widyatmoko)
Solo -

Timur Tengah memanas dengan perang yang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga Indonesia menunda ibadah umrah demi keamanan.

"Kami ingin menyampaikan mengimbau kepada seluruh jamaah Umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan kondusivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam Instagram Kemenhaj, dilansir detikNews, Minggu (1/3/2026).

Permintaan ini diberikan guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi. Bagi jemaah umrah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan kantor urusan haji, konjen hingga pemerintah Indonesia di Saudi.

"Kementerian Luar Negeri (RI) siap memfasilitasi dan memberikan informasi yang cukup maupun perlindungan terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci dan memastikan maskapai penerbangan, pihak hotel dan sebagainya untuk melindungi dan memfasilitasi semua kebutuhan jemaat di Tanah Suci," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahnil pun meminta pihak keluarga yang berada di Tanah Air agar tetap tenang karena pemerintah tetap fokus memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah yang menunaikan ibadah di Tanah Suci.

ADVERTISEMENT

"Untuk jemaah yang segera akan kembali ke Tanah Air untuk terus berkomunikasi dengan travelnya atau apabila menjadi jemaah umrah mandiri juga terus berkoordinasi dengan aparat yang sedang bertugas di Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah," jelas Dahnil.

Dahnil menjelaskan bila maskapai penerbangan menunda kepulangan, maka maskapai penerbangan sudah berkomitmen untuk menyediakan penginapan sementara. "Juga perpanjangan visa disediakan oleh pemerintah Saudi Arabia apabila visanya telah habis kemudian Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Haji dan Umrah akan mendampingi seluruh persiapan kepulangan," sebutnya.

Selanjutnya, Dahnil memastikan persiapan penyelenggaraan haji 2026 berjalan sebagaimana semestinya. Ia mengatakan belum ada dampak yang signifikan dengan proses perencanaan dan persiapan penyelenggaraan haji 2026.

"Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 bisa berjalan lancar tidak berdampak dari konflik di Timur Tengah dan konflik di Timur Tengah bisa selesai bisa kembali reda dalam waktu dekat," pungkas Dahnil.

Sebagai informasi, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Kompleks kediaman Khamenei di Teheran telah dijatuhi puluhan bom. Imbasnya, Khamenei beserta sejumlah petinggi militer Iran tewas karena serangan ini.

Iran lantas melakukan serangan balasan kepada AS dan Israel. Serangan balasan ini berdampak ke beberapa negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar hingga Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara itu terdampak karena ada pangkalan militer atau aset militer AS di sana.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads