Trump Janjikan Balasan Usai Kedubes AS di Saudi Dihantam Drone Iran

Internasional

Trump Janjikan Balasan Usai Kedubes AS di Saudi Dihantam Drone Iran

Rita Uli Hutapea - detikJateng
Selasa, 03 Mar 2026 10:39 WIB
WASHINGTON, DC - MARCH 02: U.S. President Donald Trump arrives for a Medal of Honor Ceremony in the East Room of the White House on March 02, 2026 in Washington, DC. Trump awarded three soldiers the highest military decoration; Master Sgt. Roddie Edmonds, who died in 1985, for shielding Jewish prisoners from Nazi guards during World War II; then-Staff Sgt. Terry Richardson for saving 85 lives of fellow soldiers during the Vietnam War; and Staff Sgt. Michael Ollis who died in the Afghanistan War when he shielded another soldier from a suicide bomber. (Photo by Andrew Harnik/Getty Images)
Presiden AS Donald Trump. Foto: Getty Images/Andrew Harnik
Solo -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons Iran menyerang kedutaan besarnya (kedubes) di Arab Saudi. Trump menjanjikan pembalasan akan segera terjadi.

Trump mengucapkannya kepada jurnalis NewsNation, Kellie Meyer, via telepon. Meyer kemudian menuliskan percakapan itu dalam unggahan di X.

"Dalam reaksi pertamanya atas serangan terhadap Kedutaan AS di Riyadh, Presiden Trump mengatakan kepada saya, 'Anda akan segera mengetahuinya,' apa pembalasannya," tulis Meyer di X, dilansir kantor berita AFP via detikNews, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan Kedubes AS di Riyadh menjadi sasaran dua drone Iran.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Al Jazeera, pemerintah Saudi menerangkan Kedubes AS di Riyadh terbakar usai dihantam dua drone Iran. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, bangunan kedubes mengalami kerusakan ringan.

"Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan oleh dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada bangunan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi.

Diketahui, situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas sejak serangan awal Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari. Mereka menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.

Serangan AS dan Israel telah menewaskan sejumlah petinggi Iran, salah satunya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads