Banjir Lahar Hujan di Hulu Sungai Senowo Magelang, 1 Tewas-4 Hilang

Banjir Lahar Hujan di Hulu Sungai Senowo Magelang, 1 Tewas-4 Hilang

Eko Susanto - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 06:46 WIB
Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir lahar hujan di kantor BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (4/3/2026).
Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir lahar hujan di kantor BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (4/3/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Banjir lahar hujan terjadi di Sungai Senowo yang berhulu di Gunung Merapi, Magelang. Akibatnya, satu orang tewas dan 4 orang dilaporkan menghilang.

Adapun banjir lahar hujan dilaporkan pada Selasa (3/3), sekitar pukul 15.30 WIB. Hal ini karena intensitas hujan yang lebat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang pun mengadakan rapat koordinasi di kantor BPBD. Rapat koordinasi dipimpin Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang berakhir, Rabu (4/3) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Banjir lahar hujan) Ini karena intensitas hujan yang luar biasa tinggi. Akhirnya, banjir lahar dan kebetulan kejadian di hulu Sungai Senowo," kata Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat ditemui di Kantor BPBD, Rabu (4/3/2026).

ADVERTISEMENT

"Sampai hari ini sudah terindentifikasi satu korban meninggal. Dan ada empat yang terindikasi belum ditemukan," sambung Grengseng.

Selain itu, katanya, adanya korban luka-luka 6 orang.

"Korban luka-luka 6 yang dirawat di RSUD Muntilan ada 2. Yang lain sudah bisa pulang," imbuh Grengseng.

"Kita fokus tanggap darurat dulu. Besok (pagi) kita teruskan penyisiran terkait dengan 4 korban yang terindikasi belum diketemukan. Besok (hari ini) kita mulai jam 08.00. Di lokasi semuanya, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, relawan," tambahnya.

Banjir lahar hujan juga mengakibatkan sejumlah truk terbawa arus. Untuk jumlahnya armadanya, pihaknya belum mengetahuinya.

"Terus korban kendaraan bermotor truk (terbawa banjir lahar). Kalau secara detail (jumlah) belum tahu. Karena kejadian tadi sangat cepat dan kejadian sore. Tadi semuanya (pencarian) kita hentikan jam 21.00 WIB. Jadi ada indikasi masih ada beberapa truk yang belum ditemukan. Sehingga kepastian datanya besok," beber Grengseng.

Selain banjir lahar hujan, ada juga tanah longsor yang mengakibatkan akses jalan terputus. Kemudian jembatan rusak, rumah dan warung yang hanyut.

"Akses jalan putus. Ini ada dua dusun yang terisolir (lereng Merapi). Jembatan putus, itu besok kita identifikasi kembali," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR RI, Wibowo Prasetyo mengatakan kebetulan sedang berada di dapil ada kegiatan dan dikabari ada bencana.

"Kami koordinasi. Saya di komisi VIII yang bermitra dengan BNPB. Maka, dalam rapat koordinasi tadi, saya ingin berkoordinasi langsung dengan BNPB kira-kira apa yang bisa oleh BNPB agar bisa mengatasi status darurat," kata Bowo yang juga politisi PDIP.

"Secara cepat. Karena kejadian ini masuk dalam kedaruratan bencana. Jadi, memang harus bergerak cepat. Terkait alat-alat, kemudian bantuan logistik dan lain sebagainya, kita koordinasikan secara tepat dengan mitra di Komisi VIII," tegasnya.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads