Talut Sungai Jebol, Kawasan Mangkang Kulon Semarang Kebanjiran

Talut Sungai Jebol, Kawasan Mangkang Kulon Semarang Kebanjiran

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 09:05 WIB
Kondisi talut sungai di wilayah RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang yang jebol, Rabu (4/3/2026).
Kondisi talut sungai di wilayah RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang yang jebol, Rabu (4/3/2026). Foto: dok. BPBD Kota Semarang
Semarang -

Talut sungai di wilayah RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, jebol dini hari tadi. Akibatnya, puluhan rumah warga terdampak banjir setinggi sekitar 40 sentimeter.

Video talut yang jebol itu viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @kejadiansmg. Tampak arus air sangat kencang melewati talut yang jebol.

"Tanggul Jebol lur, lokasi di Mangkang Kulon, Tugu tepatnya di RT 01 RW 02. Curah hujan tinggi mengakibatkan volume air meninggkat," tulis akun @kejadiansmg, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dimintai konfirmasi, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Kejadiannya setelah hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Selasa (3/3) pukul 23.00 WIB. Debit air sungai meningkat dan meluap hingga akhirnya talut jebol," kata Endro saat dihubungi detikJateng.

Ia menyebut, talut yang jebol berada di Jalan Irigasi Pangung. Panjang talut yang rusak sekitar 25 meter dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter.

"Akibatnya, 50 kepala keluarga atau 260 jiwa terdampak. Selain ke rumah warga, banjir juga berdampak pada Pesantren Al Mukaror yang dihuni sekitar 60 santri," jelasnya.

Kondisi talut sungai di wilayah RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang yang jebol, Rabu (4/3/2026).Kondisi talut sungai di wilayah RT 01 RW 01, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang yang jebol, Rabu (4/3/2026). Foto: dok. BPBD Kota Semarang

Endro menjelaskan, air sempat masuk ke sejumlah rumah warga dengan ketinggian kurang lebih 40 sentimeter. Namun banjir dilaporkan surut dalam waktu sekitar satu jam dan kini hanya menyisakan lumpur.

"Tidak ada korban jiwa. (Ada yang diungsikan?) Tidak ada. Saat ini kondisi sudah surut, tinggal pembersihan sisa lumpur," jelasnya.

Pagi ini, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk penanganan darurat. Sand bag atau karung pasir dipasang di titik tanggul yang jebol sebagai penahan sementara sambil menunggu penanganan permanen dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"BPBD koordinasi dengan PU, sand bag pagi ini dipasang di tanggul tersebut, sambil menunggu penanganan permanen dari BBWS. Saat ini kondisinya surut. PU bersama warga dan relawan melakukan pembersihan," ujarnya.

"BPBD juga berharap PU pagi ini menambah sand bag untuk tanggul sementara, mengantisipasi hujan susulan," lanjutnya.

Ia menyebut kerugian akibat kejadian ini masih dalam proses pendataan. Endro pun mengimbau warga Kota Semarang untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Imabuannya warga di Kota Semarang, prakiraan hujan masih akan berlangsung hingga akhir bulan Maret, dan bencana hidrometerologi masih mengintai di sekitar wilayah Kota Semarang. Baik itu banjir, longsor, angin puting beliung, sehingga kewaspadaan warga kami harap bisa terus dijaga dan ditingkatkan," imbaunya.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads