Wanita Boyolali Terseret Banjir Lahar Hujan Merapi Ditemukan Tewas

Wanita Boyolali Terseret Banjir Lahar Hujan Merapi Ditemukan Tewas

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 13:45 WIB
Tim SAR, petugas dan warga saat melakukan pencarian korban di Kali Apu, Selo, Boyolali, Rabu (4/3/2026).
Tim SAR, petugas dan warga saat melakukan pencarian korban di Kali Apu, Selo, Boyolali, Rabu (4/3/2026). (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Boyolali -

Seorang wanita warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali yang hilang di Kali Apu, sudah ditemukan. Korban terseret banjir lahar hujan dari puncak Gunung Merapi hingga wilayah Magelang.

Korban bernama Yatin (56) warga Dukuh Ngadirojo RT 01/03 Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Korban ditemukan dalam kondisi tewas.

"Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, di Kali Pabelan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Suratno, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kali Pabelan lokasi ditemukannya korban merupakan alur dari Kali Apu, yang berhulu di kawasan puncak Merapi. Korban ditemukan berjarak sekitar 12 kilometer dari titik awal diduga korban terseret banjir. Korban kemudian dibawa ke RSUD Muntilan, Magelang.

Suratno mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban mengalami luka terutama di bagian kepala.

ADVERTISEMENT

Menurut Suratno, kondisi korban juga masih bisa dikenali oleh keluarga maupun para tetangganya yang ke RSUD Muntilan. Dari pemeriksaan sidik jari dan lainnya juga dipastikan bahwa korban adalah Ibu Yatin.

Hingga pukul 12.45 WIB, jenazah korban masih di RSUD Muntilan. Jenazah korban selanjutnya akan dibawa pulang ke rumah duka, diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Yulianto, mengatakan kemarin sore terjadi banjir lahar hujan atau banjir lahar dingin di Kali Apu. Banjir lahar dingin terjadi setelah kawasan puncak Gunung Merapi diguyur hujan deras.

"Kemarin itu terjadi hujan di puncak (Merapi) sekitar pukul 15.30 WIB. Jam 15.30 WIB itu terdengar suara gemuruh. Nah, kita kontak sama yang piket di pos Babadan. Kita ada komunikasi, bahwa terjadi hujan (di puncak Merapi) dan sudah disampaikan ke masyarakat. Selang beberapa waktu, sekitar jam 4 atau 04.30 (16.30 WIB) itu air sudah sampai di sini (Kali Apu wilayah Desa Tlogolele)," kata Yulianto ditemui di Kali Apu, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Hujan yang mengguyur kawasan puncak Merapi sangat lebat. Berdampak, jelas Yulianto, semua alur sungai yang berhulu di puncak Merapi terjadi banjir lahar dingin.

Banjir yang terjadi di Kali Apu pun termasuk besar. Ketinggiannya mencapai sekitar 1 meter.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, diduga hilang terbawa arus banjir di Kali Apu. Pagi hari ini operasi SAR dibuka untuk mencari korban.

"Betul, ini baru proses pencarian," kata Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah, membenarkan adanya satu warga Tlogolele yang diduga hilang di Kali Apu, dikonfirmasi detikJateng, Rabu (4/3/2026) pagi.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads