Spillway Waduk Gajah Mungkur Dibuka, Bengawan Solo Sempat Meluap

Spillway Waduk Gajah Mungkur Dibuka, Bengawan Solo Sempat Meluap

wonogirikita, Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 22:42 WIB
Pembukaan pintu air Waduk Gajah Mungkur, kabupaten Wonogiri, Selasa (3/3/2026).
Pembukaan pintu air Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Selasa (3/3/2026). Foto: Dok. Istimewa
Wonogiri -

Pintu air atau spillway Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri dibuka. Hal ini berdampak pada meningkatnya volume air di Sungai Bengawan Solo.

Kondisi pintu air yang dibuka itu terekam dalam video yang diunggah di Instgram oleh akun @wonogirikita.

"Pintu air atau spillway Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Kabupaten Wonogiri resmi dibuka pada Selasa (3/3/2026) siang." tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng pada Rabu (4/3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan, pembukaan pintu air WGM dilakukan sejak Selasa (3/3) siang dengan kapasitas debit mencapai 49,01 meter kubik per detik.

Sementara itu keluaran air dari operasional turbin tercatat sebesar 60 meter kubik per detik. Sehingga total total keseluruhan aliran air yang dikeluarkan (outflow) dari waduk mencapai 109,01 meter kubik per detik. Angka tersebut meningkat pada pembukaan hari kedua ini.

ADVERTISEMENT

"Informasi terbaru hari ini pukul 15.40 WIB, spillway 75 meter kubik per detik, turbin PLTA 65 meter kubik per detik. Sehingga total outflownya 140 meter kubik per detik," kata Fuad saat dihubungi detikJateng, Rabu (4/3/2026).

Fuad menjelaskan, debit air itu tidak sebesar waktu sebelumnya, karena sudah berkurang untuk kebutuhan air minum. Pembukaan pintu air ini karena tingginya volume air di WGM akibat curah hujan yang tinggi di Kabupaten Wonogiri.

Dia belum mengetahui berapa lama pintu air WGM akan dibuka. Sebab, hal itu sangat dipengaruhi dengan perkembangan cuaca.

"Pada saat air pada ukuran tertentu, pintu air dibuka agar tidak terjadi luapan yang sangat berlebihan di daerah bawah yang terdampak," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan pembukaan pintu air WGM cukup membuat siaga. Sebab, itu berdampak pada meningkatnya volume sungai Bengawan Solo. Terlebih curah hujan masih tinggi, sehingga volume di anak sungai juga meningkat.

"Tentu ada pengaruhnya, karena yang mengisi Bengawan Solo itu banyak dari sana (WGM), apalagi kalau spillway dibuka mengalirnya terus menerus, ditambah dengan hujan," kata Ari.

Akibatnya, sempat terjadi luapan air Bengawan Solo di daerah Nusupan, Gadingan, dan Laban. Wilayah tersebut memang kawasan rawan banjir.

"Kemarin malam sempat ada luapan itu, sampai siang tadi. Siang tadi karena tidak hujan, sore tadi dari siaga kuning ke siaga hijau. Malam ini air belum naik lagi," ucapnya.

Ia mengimbau untuk masyarakat tetap waspada dengan potensi bencana yang terjadi. Mengingat saat ini cuaca ekstrim masih terjadi.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads