Wajah warga Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, pekan ini terlihat semringah. Pasalnya pemerintah desa setempat membagikan THR kepada semua warganya tanpa kecuali.
Jumlah THR yang diterima oleh warga cukup besar. Setiap orang memperoleh Rp 250 ribu, termasuk anak-anak bahkan bayi yang baru lahir.
Desa ini memang sudah secara rutin membagikan THR kepada warganya sejak beberapa tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, dari mana desa itu mendapatkan uang untuk dibagi-bagi ke warga?
Kades Wunut, Iwan Sulistyo Setiawan mengatakan Pemdes Wunut membagikan THR untuk semua warga menjelang lebaran ini. Jumlah total warga penerima ada 2.341 orang.
"Jumlah warga penerima 2.341 orang atau per jiwa, THR yang kita bagikan Rp 250.000 per jiwa," kata Iwan, Kamis (5/3/2026).
Menurunya, total anggaran yang dibutuhkan untuk bagi-bagi THR ke ribuan warga itu mencapai Rp 585.250.000.
Menurut Iwan, sumber dana berasal dari BUMDes dari pengelolaan wisata Umbul Pelem Waterpark. Pihak desa sengaja menyisihkan pendapatan dari BUMDes itu untuk dibagikan kepada warga di momen menjelang Lebaran.
"Tujuan pembagian THR memberikan bantuan secara langsung atau tunai ke semua warga desa Wunut di momen Lebaran. Syarat penerima kepala keluarga atau salah satu anggota keluarga dalam satu KK, pengambilan membawa fotokopi KK," lanjut Iwan.
Tentu saja, kebijakan Pemdes itu membuat warga semringah. Mereka ramai-ramai mengambil jatah THR yang dibagikan pada Kamis (5/3).
"Ya dapat THR lebaran dari BUMDes. Keluarga saya dapat empat orang jadi total Rp 1 juta karena satu orang dapat Rp 250.000," ungkap seorang warga, Suwarti kepada awak media Kamis (5/3/2026) siang di kantor desa dengan wajah berbinar.
Menurut Suwarti, dengan THR itu selaku warga dirinya sangat senang. Sebab bisa digunakan untuk membeli baju.
"Buat beli baju, ya senanglah. Ya ini bagus sekali, pokoknya senang, sangat membantu," imbuhnya.
Warga lainnya, Wiyoto mengatakan dirinya dan keluarga juga mendapat THR. Dirinya datang mewakili tiga kepala keluarga (KK).
"Saya membawakan tiga KK jadi Rp 2 juta, jadi delapan orang. Syaratnya yang penting warga sini, bawa KK," katanya.
" Semoga dapat terus lah, semoga rejeki dari umbul (objek wisata umbul Pelem) lancar - lancar, semua sehat. Ya sangat membantu," imbuh Wiyoto.
Mengenal Umbul Pelem
Umbul atau mata air yang berada di Desa Wunut menjadi kunci yang membuat desa itu tajir. Umbul Pelem yang dikelola oleh BUMDes sejak 2018 itu mampu menyedot banyak wisatawan.
Dari data yang didapat detikJateng dari pengelola, jumlah pengunjung tahun 2018 mencapai 117.713 orang, 2019 menjadi 304.501 orang, tahun 2020 saat COVID turun menjadi 156.060 orang, 2021 kembali naik menjadi 352.491 orang, tahun 2022 menjadi 508.008.
Banyaknya wisatawan yang datang ke Umbul Pelem membuat pengelola mendapatkan omzet hingga miliaran rupiah.
Objek wisata Umbul Pelem Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng |
Umbul Pelem terletak di Dusun Dukuh, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten. Letaknya yang berada persis di tepi jalur wisata Jalan Tegalgondo -Janti membuat wisatawan tidak sulit untuk menemukan objek wisata yang selalu ramai itu.
Pengunjung bisa mengambil jalur di jalan Jogja-Solo, baik dari arah Jogja maupun Solo. Setibanya di simpang tiga selatan pasar Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten ambil arah Janti.
Setelah perjalanan lurus sekitar enam kilometer, pengunjung akan bertemu gapura objek wisata air Umbul Pelem. Di sisi kiri jalan disediakan area parkir yang luas, termasuk untuk bus pariwisata.
Tinggal menyeberang jalan dari lokasi parkir, pintu tiket akan menyambut dengan harga tiket Rp 8.000 hari biasa dan Rp 10.000 unit libur akhir pekan dan nasional. Dengan tiket sebesar itu pengunjung akan mendapatkan fasilitas kolam dewasa dan anak dengan kedalaman air menyesuaikan.

