Kapal tongkang hanyut mengantam permukiman tengah laut Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jumat (6/3/2026) malam. Puluhan warga mengungsi di masjid dan enggan dievakuasi ke darat.
Hal itu disampaikan oleh Kasat Polairud Polres Demak, Iptu Bambang Suhartoyo. Ia merinci ada sekitar 40 orang yang mengungsi karena peristiwa ini.
"(Pengungsi) berkisar ada 11 KK. Terus ada kisaran manusia dalam KK tersebut baik orang tua dan anak mengungsi di sebuah masjid yang terletak di area sana juga. Ya sekitar kurang lebih hampir 30-40 orang yang mengungsi sampai saat ini tadi," kata Bambang saat ditemui detikJateng, Sabtu (7/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, warga enggan dievakuasi. Menurutnya, warga merasa pengungsian yang berada di masjid itu sangat representatif dan nyaman.
"Tadi tidak berkenan (dievakuasi) karena di masjid itu sangat representatif, sangat bisa dihuni dan layak banget dan sangat nyaman mereka. Tidak ada (evakuasi)," tutur Bambang.
Bambang menceritakan awal mula tongkang tanpa muatan itu bisa menabrak Dukuh Tambaksari. Mulanya kapal berangkat dari wilayah Tegal dan hendak menuju ke Kalimantan.
"Dari wilayah Tegal yang tujuan akan sampai di Kalimantan, tidak bermuatan," ucap Bambang.
Setibanya di Semarang, kapal itu hendak bersandar terlebih dahulu di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Nahas saat mencari tempat aman, tali penghubung tongkang dengan thug boat terputus.
"Sebenarnya akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang bersama thug boat yang semula diyakini di Tanjung Mas itu aman. Nah, tiba-tiba mau mencari tempat aman, talinya sling atau apa itu putus," ujar Bambang.
"Terus dikejar oleh kapal pengangkutnya itu tidak sampai dapat dikendalikan lagi. Akhirnya terus kandas di perairan Monosari, Sayung. Sekitar (pukul) 18.30 WIB. itu sudah terombang-ambing dan akhirnya terdampar di situ " imbuhnya.
Akibat peristiwa itu, sejumlah kerusakan terjadi di area Makam Syekh Mudzakir. Bahkan, sebuah rumah juga dilaporkan rusak.
"Sangat memprihatinkan karena tongkang sebesar itu telah menghantam gapura makam, kemudian membentur dinding tembok makam," tutur Bambang.
"Lalu ada rumah yang hampir roboh, terus jalur-jalur jalan yang terdiri dari konstruksi cor itu pun juga terpecahkan dari hempasan kapal tongkang tersebut," imbuhnya.
Bambang belum mengetahui kapan tongkang sepanjang 75 meter itu akan dievakuasi. Pihaknya masih melakukan koordinasi dengan manajemen agen pengiriman kapal.
"Kita koordinasi dengan manajemen agen yang meminta pengiriman kapal. Nanti kita tunggu, kita akan lakukan dialog dan langkah-langkah yang terbaik untuk adanya recovery daripada korban yang mengungsi," ucap Bambang.
"Rumahnya yang terdampak dan beberapa jembatan yang menuju ke lokasi makam itu ada kerugian. Nanti kita akan bahas dan sampaikan semoga ada titik temu yang terbaik kepada semua pihak," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, satu unit kapal diduga tongkang terlepas di perairan Pantai Utara (Pantura) wilayah Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, malam ini. Sebuah jembatan di Dusun Tambaksari yang berada di tengah perairan tersebut rusak dihantam kapal itu.
"Sekilas infonya begitu (ada kapal menghantam jembatan di Dukuh Tambaksari). Kapal tongkang," kata Camat Sayung, Sukarman, saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (6/3/2026) malam.
Terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bedono, Muham Faiz mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Akibatnya, jembatan menuju Makam Syekh Mudzakir rusak.
"Benar ada kapal yang menimpa jembatan menuju Makam Waliyullah Simbah Mudzakir," kata Faiz saat dihubungi detikJateng.
(alg/ahr)