Bisakah Wanita Haid Mendapat Lailatul Qadar? Ini 5 Amalan untuk Meraihnya

Bisakah Wanita Haid Mendapat Lailatul Qadar? Ini 5 Amalan untuk Meraihnya

Arum Sekar Pertiwi - detikJateng
Senin, 09 Mar 2026 11:35 WIB
Wanita membaca Al-Quran.
Ilustrasi Amalan Lailatul Qadar (Foto: RDNE Stock Project/Pexels)
Solo -

Bulan Ramadan merupakan bulan istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi bulan diwajibkannya puasa, terdapat pula momen-momen penting yang penuh kemuliaan di bulan ini. Salah satunya yang selalu dinantikan di bulan Ramadan adalah Lailatul Qadar.

Dikutip dari laman NU Online, Lailatul Qadar yang secara harfiah berarti 'Malam Kemuliaan' lebih baik daripada 1000 bulan sehingga patut disambut dengan berbagai amal ibadah. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah RA berkata, "Sungguh ketika Rasulullah SAW memasuki 10 hari (akhir Ramadan), beliau ikat erat sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya."

Lebih lanjut, menurut keterangan di buku Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar oleh Candra Nila Murti Dewojati, kemuliaan Lailatul Qadar dapat diraih dengan berbagai amalan, seperti menjalankan puasa Ramadan, iktikaf di masjid, berdzikir, membaca Al-Quran, dan memperbanyak sedekah. Kemuliaan ini bisa diraih oleh setiap orang yang amalannya diterima oleh Allah SWT, termasuk wanita haid meskipun menghadapi keterbatasan dalam beribadah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana caranya agar wanita haid bisa mendapat kemuliaan Lailatul Qadar? Simak 5 amalan bagi wanita haid untuk meraih Lailatul Qadar di bawah ini!

ADVERTISEMENT

Bisakah Wanita Haid Mendapat Lailatul Qadar?

Rasulullah SAW menyebut Lailatul Qadar dikaruniakan kepada umat Islam saja, tidak kepada umat-umat sebelumnya. Itu artinya, Lailatul Qadar menjadi hak bagi setiap muslim, tidak dikhususkan kepada individu tertentu saja. Oleh karenanya, wanita haid pun bisa mendapatkan kemuliaan malam yang diyakini datang pada salah satu malam di 10 malam terakhir Ramadan ini.

Dalam kitab Lathaif al-Ma'arif, pertanyaan tentang Lailatul Qadar bagi wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur pernah dilontarkan kepada Adh-Dhahak. Beliau menjawab bahwa mereka bisa mendapatkan bagian dari Lailatul Qadar karena setiap orang yang amalannya diterima oleh Allah SWT akan mendapatkan bagiannya.

Dirujuk dari NU Online, Syekh Abdullah Al-Ghumari juga pernah menjelaskan bagian Lailatul Qadar bagi wanita yang sedang haid atau nifas dalam kitab Ghayatul Ihasan. Beliau menjawab bahwa mereka tetap memiliki bagian untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.

Alasannya, tolok ukur dalam meraih Lailatul Qadar sebenarnya tidak hanya datangnya Lailatul Qadar, tetapi mencakup amal ibadah yang diterima Allah SWT di malam dan hari lainnya. Artinya, segala amalan yang dikerjakan dan diterima Allah SWT di sepanjang bulan Ramadan dapat mengantarkan seseorang kepada kemuliaan Lailatul Qadar.

5 Amalan bagi Wanita Haid untuk Meraih Lailatul Qadar

Berdasarkan uraian NU Online, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadiin menjelaskan 3 tingkatan amal ibadah untuk menghidupkan Lailatul Qadar. Urutannya dari yang tertinggi ke yang terendah adalah sholat, dizikir, dan melaksanakan sholat Isya dan Subuh secara berjamaah.

Wanita yang sedang haid pun dapat memperbanyak amal ibadah selain sholat dan puasa untuk meraih Lailatul Qadar. Dirangkum dari buku Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar oleh Candra Nila Murti Dewojati, NU Online, dan NU Lampung, berikut 5 amalan yang dapat dilaksanakan oleh wanita haid.

1. Memperbanyak Dzikir

Salah satu amalan utama untuk menghidupkan Lailatul Qadar adalah berdzikir. Dzikir yang dibaca dapat berupa kalimat tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), serta bacaan dzikir dan kalimat tayyibah lainnya.

2. Membaca Al-Quran Tanpa Menyentuh Mushaf

Jumhur ulama sepakat bahwa seseorang yang sedang berhadas besar, termasuk haid, dilarang menyentuh mushaf Al-Quran. Namun, membaca Al-Quran tanpa menyentuhnya masih diperbolehkan. Dalam kondisi haid, seorang muslim bisa membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek lainnya, misalnya Al-Ikhlas.

3. Memperbanyak Doa dan Istighfar

Selain dzikir, seseorang yang sedang haid juga dapat memperbanyak istighfar dan doa-doa baik sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Salah satu doa yang sering dibaca untuk meraih Lailatul Qadar adalah doa yang tercantum dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah di bawah ini.

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab Latinnya: Allahumma innaka afuwwun kariim tuhibbul afwa fa'fu 'anni.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pemaaf dan Pemurah, maka maafkanlah diriku."

4. Memperbanyak Bersedekah

Dalam hadits yang diriwatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa salah satu amalan yang Rasulullah SAW tingkatkan selama bulan Ramadan adalah sedekah. Amalan ini pun bisa dilaksanakan oleh wanita haid untuk menghidupkan Lailatul Qadar. Wanita haid dapat membayar zakat fitrah, infak, dan sedekah lainnya kepada orang yang membutuhkan.

5. Mengikuti Diskusi Keilmuan

Amalan lain yang dapat dilakukan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah mengikuti diskusi keilmuan dengan orang-orang saleh. Di samping insya Allah mendapatkan pahala, kegiatan ini juga membuat seseorang memeroleh tambahan ilmu. Alhasil, ia dapat hidup dengan lebih sejahtera, baik dari sisi spiritual maupun duniawi.

Demikian penjelasan tentang 5 amalan bagi wanita haid untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Semoga membantu!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(num/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads