Aparat kepolisian bersama unsur lintas sektoral di Kecamatan Prambanan, Klaten tadi siang mengevakuasi seorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Pria berinisial RN tersebut dilaporkan mengamuk dan mengancam keselamatan keluarganya.
Kapolsek Prambanan, AKP Nyoto, menjelaskan tindakan evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari keluarga dan perangkat desa terkait perilaku yang dinilai membahayakan.
"Yang bersangkutan dilaporkan mengamuk dan bahkan mengancam ingin membunuh ayahnya. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga bersama perangkat desa kemudian melapor ke Polsek Prambanan," jelas Nyoto kepada detikJateng, Senin (9/3/2026) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyoto menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, Polsek segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk melakukan penanganan yang tepat. Termasuk dengan perangkat desa.
"Kami langsung berkoordinasi dengan perangkat Desa Cucukan, Dinas Sosial Kecamatan Prambanan, Satpol PP Kabupaten Klaten, serta petugas RSJD Soedjarwadi untuk melakukan evakuasi secara persuasif," kata Nyoto.
Proses evakuasi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, sambung Nyoto, melibatkan petugas gabungan. Terdiri dari Bhabinkamtibmas Desa Joho Bripka Ismudono, anggota Polsek Prambanan Briptu A. Bimo, perwakilan Dinas Sosial Kecamatan Prambanan Setyo Rini, Satpol PP Kabupaten Klaten, serta perangkat desa.
"RN kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Soedjarwadi di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dari tenaga profesional," lanjut Nyoto.
"Proses evakuasi berjalan dengan pendekatan persuasif dan humanis sehingga yang bersangkutan dapat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dengan aman," imbuh Nyoto.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Pemkab Klaten, Puspo Enggar Hastuti, menjelaskan yang bersangkutan sudah berkeluarga. Yang bersangkutan dari malam sudah melakukan pengancaman kepada orang tuanya.
"Melakukan pengancaman kepada orang tuanya sehingga keluarga sementara tinggal di lokasi aman. Seharusnya kontrol 2 minggu yang lalu tetapi tidak kontrol," terang Puspo.
"Dan pada waktu dievakuasi sedang tidur sehingga tidak melakukan pemberontakan. Evakuasi bersama tim gabungan Polsek Prambanan dinas sosial Satpol-PP dan RSJ," imbuhnya.
(apl/alg)
