Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen, mengatakan jumlah pemudik yang akan masuk ke wilayah Jateng kali ini diperkirakan mencapai 17,7 juta orang. Menurutnya, jumlah itu masih bisa meningkat.
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat mengecek kesiapan arus mudik di Terminal Sukoharjo bersama Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
"Tahun ini kita bisa menerima para pemudik yang jumlahnya meningkat. Kalau didata 17,7 juta orang. Akan tetapi itu baru data, biasanya masih bisa meningkat apalagi liburannya semakin panjang," kata dia di Terminal Sukoharjo, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taj Yasin mengatakan, Pemprov Jateng telah menyiapkan perbaikan jalan, pelayanan wifi gratis di tempat umum, hingga lokasi cek kesehatan di tempat umum. Hal ini dilakukan agar Jateng menjadi tuan rumah yang baik saat arus mudik.
Ia menuturkan, Pemprov Jateng juga berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk perbaikan jalan nasional. Termasuk jalur Pantura, terutama yang sempat terdampak banjir seperti di Kabupaten Pati, Kudus, dan Pemalang.
"Soal jalan, kita mendapatkan laporan (perbaikan) tinggal sekitar 7 persen, apa tidak sampai 1 persen atau berapa. Jalan-jalan sudah mulai kita tambal, yang perlu diperbaiki kita perbaiki, yang perlu mendapatkan perawatan kita kasih perawatan. Bukan hanya di jalan provinsi, tetapi kita kolaborasi dan pastikan jalan nasional," ucapnya.
Pasokan kebutuhan pokok yang berpotensi pada lonjakan harga hingga kelangkaan juga menjadi perhatian. Pemprov berkolaborasi dengan Pemda, TNI, Polri, Bulog, dan instansi terkait untuk terus melakukan pemantauan.
Pemantauan juga dilakukan terkait kelayakan makanan yang beredar, seperti masa kedaluarsa. Tak Yasin tak ingin ada Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jateng selama libur lebaran ini.
"Kemarin kami cek yang ada kenaikan dan kelangkaan itu minyak goreng. Saat ini sudah kita koordinasikan dengan Bulog kita intervensi hari ini di Kabupaten Demak, Pati," jelasnya.
Singgung soal Kreak
Tak Yasin juga berharap fenomena aksi kekerasan di jalanan tidak muncul selama libur lebaran ini demi memberikan kenyamanan kepada para pemudik.
"Kalau bahasa di Semarang itu Kreak, saat ini lagi naik. Kenakalan anak-anak yang tidak bertanggung jawab. Itu tugas kita bersama, saya pesan kepada Bupati tolong berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk menertibkan ini," tegasnya.
Tak Yasin menambahkan, fasilitas umum di Jateng sudah siap menyambut arus mudik. Pemprov Jateng juga sudah berkolaborasi dengan Pertamina dan PLN untuk menyiapkan kebutuhan para pemudik.
(dil/apu)
