Dua bocah laki-laki, A (8) warga Desa Mireng, Kecamatan Trucuk dan N (6) warga Desa Srebegan, Kecamatan Ceper tenggelam di Sungai Cino. N bisa diselamatkan tetapi A akhirnya meninggal dunia setelah evakuasi yang menegangkan. Warga setempat menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik menegangkan evakuasi korban.
"Adik saya Mulyadi itu awalnya masuk sungai. Tapi begitu mau naik seperti tidak bisa, seperti ada yang menarik," ungkap Mulyono (65) warga setempat kepada detikJateng, Kamis (12/3/2026) siang.
Diceritakan Mulyono, begitu mendengar suara minta tolong anak-anak dirinya dan adiknya Mulyadi lari ke sungai. Di sungai sudah ada warga Dusun Dayan yang nyebur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti ada pusaran air di bawah, adik saya tidak bisa naik seperti ditarik. Lalu bisa naik ngejar yang cucunya Pak Sukidi (N), yang satu (A) yang menemukan orang Dayan," tutur Mulyono.
Mulyono menyebutkan setelah adiknya minta tolong mengejar N, dirinya ikut turun ke sungai. Dirinya ikut mengejar N yang terbawa arus.
"Saya turun lewat sampahan itu ikut ngejar yang hanyut. Bisa diambil lalu diserahkan Pak Sukidi (Kakek N rumahnya tepi sungai)," imbuhnya.
Sukidi, kakek N mengatakan saat kejadian dirinya rebahan di rumah. Mendengar teriakan minta tolong dan warga teriak dirinya lari ke sungai.
"Saya ke sungai, cucu saya sudah hanyut dikejar kesana (hilir). Kalau Mas Mulyadi tidak segera ke sana, mungkin cucu saya tidak terkejar hanyut, " ungkap Sukidi kepada detikJateng.
Setibanya di sungai, lanjut Sukidi, dirinya melihat dari atas tapi begitu mengetahui cucunya hanyut langsung turun ke sungai. Begitu bisa dipegang dan diangkat, air keluar dari mulutnya.
"Dibalik badannya akhirnya air keluar semua, akhirnya sadar saya panggilkan ayahnya lalu dibawa ke RS," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Dua bocah laki-laki terseret arus sungai Cino di perbatasan Desa Srebegan, Kecamatan Ceper dan Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Klaten. Satu orang berhasil diselamatkan tetapi satu orang lainnya meninggal dunia.
Korban selamat atas nama N (6) warga Desa Srebegan, Kecamatan Ceper dan korban meninggal, A (8) warga Dusun Dayan, Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Klaten. Korban selamat dirawat di RS dan korban meninggal dibawa pulang ke rumah duka.
"Kita mendatangi lokasi anak tenggelam di Sungai Cino, Desa Srebegan, Kecamatan Trucuk. Sekitar pukul 12.00 WIB kita mendapatkan laporan, kita datangi TKP dan ternyata benar," jelas Pamapta 2 Polres Klaten Ipda Indra Yuliantoro kepada detikJateng di lokasi, Kamis (12/3/2026) siang.
Baca juga: Rismon Sianipar Temui Jokowi di Solo |
Dijelaskan Indra, awalnya lima orang anak di lokasi diduga untuk berenang. Korban meninggal mencoba menolong temannya N yang tidak bisa berenang.
"Korban berenang bersama empat orang temannya, dia (AM) mencoba menolong temannya yang tidak bisa berenang (N). Temannya (N) bisa terseret arus sungai yang deras tapi korban terkena pusaran air sungai dan tenggelam," terang Indra.
Saksi mata, Mulyadi (50) menceritakan kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB. Dirinya yang sedang bekerja membangun rumah mendengar suara minta tolong.
"Saya dengar anak-anak minta tolong. Terus saya cek, saya terjun ke sungai lihat satu anak (N) hanyut saya kejar," ungkap Mulyadi.
Mulyadi mengatakan, korban N bisa diangkatnya dibawa ke atas. Tapi dirinya tidak mengetahui jika ternyata ada dua anak yang tenggelam.
"Saya tidak tahu kalau ada dua orang, saya menolong N dulu. Yang satu tenggelam dan ditolong warga Dusun Dayan, akhirnya juga bisa diangkat tapi meninggal, " lanjut Mulyadi.
(afn/aku)
