Mitos Duduk di Atas Bantal Bisa Bikin Bisulan, Benarkah? Ini Penjelasannya

Mitos Duduk di Atas Bantal Bisa Bikin Bisulan, Benarkah? Ini Penjelasannya

Ikfina Kamalia Rizki - detikJateng
Senin, 16 Mar 2026 09:57 WIB
Mitos duduk di atas bantal bisa bikin bisulan
Duduk di atas bantal. (Foto: Gemini AI)
Solo -

Saat masih kecil, banyak orang yang pernah mendengar larangan duduk di atas bantal. detikers mungkin salah satunya. Sejak dulu, para orang tua kerap mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat menyebabkan bisulan. Mitos ini cukup sering diucapkan, bahkan hingga sekarang.

Di sejumlah daerah, larangan ini sering disampaikan sebagai bentuk nasihat agar anak-anak tidak melakukan tindakan tersebut. Sebab, duduk di atas bantal kerap dianggap tidak sopan.

Namun, benarkah duduk di atas bantal dapat menyebabkan bisulan? Untuk mengetahui jawabannya, detikers dapat memahami lebih dulu apa sebenarnya penyebab bisul menurut penjelasan medis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Bisul?

Bisul biasanya ditandai dengan munculnya benjolan merah yang terkadang terasa nyeri dan berisi nanah. Mengutip jurnal Uji Aktivitas Anti Bakteri Perasan Daun Sirsak terhadap Staphylococcus aureus oleh Muhammad Tahir dan Liska Damayati, bisul adalah peradangan pada daerah folikel rambut yang sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Umumnya, bisul bermula dari terjadinya gesekan, hingga muncul infeksi. Saat infeksi menyebar ke jaringan sekitar, maka dapat menyebabkan bisul.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut biasanya terjadi di bagian tubuh yang memiliki rambut dan mudah berkeringat. Contohnya seperti leher, ketiak, paha, hingga pantat. Awalnya, bisul sering muncul sebagai benjolan kecil yang terasa nyeri. Seiring waktu, benjolan tersebut dapat membesar dan berisi nanah akibat adanya peradangan yang terjadi di bawah kulit.

Benarkah Duduk di Atas Bantal Menyebabkan Bisulan?

Larangan duduk di atas bantal selalu identik dengan ancaman munculnya bisul. Menurut Syamsul Rijal dalam penelitian berjudul Keuniversalan Budaya Nusantara dalam Pamali Dilarang Duduk di Atas Bantal, larangan menduduki bantal muncul atas pandangan masyarakat yang meyakini bahwa bantal seharusnya hanya digunakan sebagai alas kepala saat tidur.

Itulah sebabnya, duduk di atasnya dianggap sebagai perbuatan yang kurang sopan. Hal ini juga berkaitan dengan anggapan bahwa bagian tubuh yang digunakan untuk duduk berhubungan dengan organ yang dapat mengeluarkan kotoran, sehingga dianggap tidak sopan jika bersentuhan langsung dengan bantal. Kendati demikian, apa hubungannya dengan kemunculan bisul?

Dalam penelitian sebelumnya, Rijal menjelaskan bahwa penggunaan bisul sebagai ancaman bagi siapapun yang melanggar pantangan tersebut, diperkirakan muncul dari anggapan bahwa bisul adalah sebuah penyakit yang menjijikkan. Pada zaman dulu, karena keterbatasan ilmu pengetahuan, bisul menjadi penyakit yang sulit disembuhkan. Oleh karena itu, masyarakat menggunakannya sebagai ancaman agar anak-anak tidak duduk di atas bantal.

Namun, dalam kacamata medis, duduk di atas bantal sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan bisulan. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dapat memicu infeksi kulit.

Meski demikian, kebiasaan duduk di atas bantal memang tidak dianjurkan dari segi kebersihan. Menurut keterangan dari dr. Tirta melalui kanal YouTube miliknya, saat seseorang duduk, pori-pori kulit di area pantat dapat tertutup. Hal ini menyebabkan keringat terperangkap di dalam pori-pori. Apabila celana yang digunakan juga kurang higienis, maka dapat menyebabkan perkembangan bakteri. Munculnya bakteri inilah yang dapat memicu timbulnya bisulan.

Penyebab Bisul Menurut Medis

Bisul dapat muncul karena berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi kulit dan kebersihan tubuh. Adapun beberapa penyebab bisulan adalah sebagai berikut:

  1. Infeksi bakteri
  2. Kebersihan kulit yang kurang terjaga
  3. Gesekan pada kulit
  4. Daya tahan tubuh yang menurun

Cara Mencegah Bisul

Untuk mencegah munculnya bisul, terdapat beberapa langkah yang bisa detikers lakukan. Langkah paling awal adalah dengan menjaga kebersihan tubuh dengan mandi dan membersihkan kulit setelah berkeringat.

Setelah itu, pastikan tidak menggunakan barang pribadi seperti handuk bersama orang lain. Hal ini dapat memudahkan penularan bakteri. Kemudian, penting juga untuk menjaga kebersihan tempat tidur, termasuk sarung bantal dan seprai. Gantilah sarung bantal minimal satu kali seminggu agar tidak menjadi sarang kuman.

Demikian penjelasan tentang mitos duduk di atas bantal. Ternyata, jika ditelisik lebih jauh, tidak serta merta membuat bisulan ya, detikers. Semoga bermanfaat.

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(sto/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads