Kapolres Banjarnegara Tepis Kades Hoho Dikeroyok: Kami Kawal Sampai Rumah

Kapolres Banjarnegara Tepis Kades Hoho Dikeroyok: Kami Kawal Sampai Rumah

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 16 Mar 2026 20:30 WIB
Pengawalan Kades Hoho usai audiensi di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (11/3/2026).
Pengawalan Kades Hoho usai audiensi di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (11/3/2026). Foto: dok. Polres Banjarnegara
Semarang -

Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, buka suara soal dugaan pengeroyokan terhadap Kepala Desa Purwasaba, Hoho Alkaf. Ia membantah adanya dugaan pengeroyokan dan menyebut polisi telah mengawal kegiatan dari awal.

"Saya konfirmasi ke Kapolsek yang mengawal ketat, saat menuju mobil memang kaca matanya dan papan namanya jatuh, tapi sudah diambilkan. Nggak ada pengeroyokan, semua kondusif," kata Mariska saat dihubungi detikJateng, Senin (16/3/2026).

"Kades Hoho sampai ke rumah alhamdulillah aman dikawal dengan oleh kita. Para peserta audiensi semuanya dari LSM dan yang lain juga meninggalkan lokasi dengan tertib," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa bermula dari audiensi terkait penjaringan perangkat desa di Desa Purwasaba, Rabu (11/3). Mariska memastikan pihaknya melakukan pengamanan di lokasi.

ADVERTISEMENT

"Memang terjadi audiensi terkait dengan penjaringan perangkat desa yang di Purwasaba. Kita Polri sudah melaksanakan pengamanan, dipimpin Pak Kapolsek Mandiraja," kata Mariska.

Ia menjelaskan audiensi itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga situasi mulai memanas. Lalu timbul ketegangan antara Kades Hoho dengan anggota LSM yang ikut hadir dalam audiensi.

"Pak Kapolsek yang berada di lokasi, atas permintaan panitia audiensi yang ada di situ, membubarkan semuanya untuk dikeluarkan dari aula balai desa," ujarnya.

Ia menegaskan pihak kepolisian telah melakukan pengamanan terhadap Kades Hoho sejak keluar dari balai desa, hingga tiba di rumahnya. Ia menyebut hanya ada teriakan, tetapi tak ada tindakan kekerasan.

"Sampai mobil sampai ke rumah pun kepolisian melaksanakan pengamanan melekat ke Kades Hoho sampai aman sampai di rumah. Alhamdulillah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

"Jadi alhamdulillah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sih. Kalau teriakan-teriakan ya memang terjadi ya namanya situasi tegang kan ada teriakan-teriakan wajar.

Cuma hal-hal yang lain alhamdulillah semuanya tertib, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," lanjutnya.

Meski begitu, ia membenarkan Kapolsek Mandiraja dilaporkan ke Propam Polda Jateng buntut dugaan pengeroyokan ini. Pihaknya pun menyerahkan kasus itu kepada Propam Polda Jateng.

"Kami juga menerima informasi itu (Kapolsek dilaporkan ke Propam) dan akan menyerahkan ke Propam Polda Jateng untuk mendalami. Intinya Kapolsek bertindak di lapangan sesuai situasi dan atas permintaan panitia," ujarnya.

"Walaupun dalam pelaksanaannya mungkin ada ada kata-kata yang kurang pas bagi kami juga, tapi nanti biar dari Propam yang mendalaminya," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Hoho Alkaf, dikerumuni massa viral di media sosial. Kades Hoho mengaku dirinya dikeroyok hingga kacamatanya patah.

Saat dimintai konfirmasi, Kades Hoho mengaku menjadi korban pemukulan oleh anggota LSM usai menghadiri audiensi terkait penjaringan perangkat, Rabu (11/3) lalu. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi setelah audiensi kedua yang membahas polemik hasil seleksi perangkat desa.

"Intinya kita baru ada penjaringan dan penyaringan perangkat desa. Tiga formasi kadus. Terus ada anggota LSM mendaftar, mengikuti tahapan dari awal sampai ujian. Terus tidak lolos, nilainya jelek," kata Hoho saat dihubungi, Senin (16/3).

Audiensi pun sudah dilakukan dua kali dan para pihak menyatakan tak ada pelanggaran. Usai dinyatakan selesai, Hoho mengaku keluar dari ruangan. Namun, saat keluar dari pintu gedung, ia merasa tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang.

"Saya begitu keluar pintu langsung dihujani pukulan dari belakang, samping, sampai topi saya lepas tapi nggak sampai jatuh. Sampai depan mobil, saya dari depan ditodong langsung dipukul, kacamata saya patah. Baru ada barikade," ujarnya.

"Jadi dari Polres secara pengamanan juga kurang siap. Kalau dari Polres di barikade dari depan pintu, pasti saya aman, nggak akan saya bajunya rusak, atributnya copot, kacamata pecah," lanjutnya.

Ia menyebut setelah berhasil masuk ke mobil, dirinya langsung meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah. Terkait kejadian tersebut, Hoho mengaku telah melaporkan Kapolsek Mandiraja, Akbarul Hamzah, ke Propam Polda Jateng.

"Saya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik profesi polisi, karena berat sebelah, lebih melihat ke LSM padahal seharusnya netral, tidak antisipasi kericuhan," jelasnya.

"Terus mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dari polisi apalagi Kapolsek. Dia mengeluarkan kata arogan (seperti) suruh disikat, dihajar," tambahnya.
Pihak Propam Polda Jateng pun mengusut kasus ini.




(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads