Pulang kampung jelang Lebaran atau biasa di sebut mudik selalu punya cerita berbeda. Di Jawa Tengah, di dua lokasi yang berbeda, ada rombongan pemudik yang turun dari bus di tol dan mereka kebingungan untuk melanjutkan perjalanan.
Peristiwa ada di tol yang masuk wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Pekalongan dalam waktu yang berbeda. Mereka kemudian sama-sama dievakuasi oleh polisi.
Peristiwa di Semarang
Hari Senin (16/3) pagi, rombongan pemudik asal Bekasi yang terdiri dari ayah bernama Sulaiman (37), istri, dan dua anaknya meminta diturunkan saat bus melaju di tol Semarang-Solo. Mereka kemudian turun di pinggir jalan tepatnya di KM 457.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasannya yaitu mereka salah perkiraan karena menganggap bus akan melintas di Jalur Arteri Sruwen. Mereka hendak menuju rumah saudaranya yang sudah 13 tahun tidak bertemu.
"Mereka pemudik yang hendak menuju Sruwen namun salah turun dari bus," kata Kabag Ren Polres Semarang, Kompol Joko Winarno, Senin (16/3/2026) malam.
Sulaiman menghubungi adiknya saat menyadari bus ternyata lewat tol. Ketika itulah dia dan keluarganya memutuskan untuk turun di pinggir jalan.
Kebingungan di Pinggir Jalan
Namun usai turun, mereka justru kebingungan karena tidak tahu bagaimana harus meneruskan perjalanan. Sekitar 30 menit kemudian ada monbil patroli polisi melintas.
"Kami kebetulan melintas saat melaksanakan patroli dan melihat ada keluarga yang terlihat kebingungan di pinggir jalan tol," ungkap Joko.
Petugas langsung membantu keluarga tersebut dan membawanya ke Polsek Tengaran sembari mereka menghubungi keluarga.
"Setelah berkomunikasi dengan adik dari pak Sulaiman, kami bawa ke Polsek Tengaran menunggu dijemput keluarganya," ujar Joko.
Peristiwa di Pekalongan
Di Pekalongan, peristiwa ini terjadi pada 17 orang pemudik yang turun dari bus di Rest Area KM 338 Tol Batang-Semarang. Mereka adalah peserta mudik gratis yang diselenggarakan sebuah perusahaan.
Mereka bertujuan mudik ke Tegal, namun ternyata bus yang mereka tumpangi tidak mau berhenti di Tegal dan harus ikut di tujuan akhir yaitu Kota Semarang. Oleh sebab itu rombongan tersebut memilih turun di rest area.
"Kami dari Jakarta mau ke Tegal, tapi tidak boleh turun di sana (Tegal), harus di Semarang. Kan aneh," kata salah satu pemudik, Sukarso di rest area KM 338 A, Selasa (17/3/2026).
"Kami hanya minta kebijakan supaya bisa turun di Tegal sesuai tujuan, tapi oleh awak bus katanya tetap harus diturunkan di Terminal Krapyak, Semarang, sesuai aturan," timpal pemudik lainnya, Suharjo.
Diantar Polisi
Setelah sempat kebingungan, mereka kemudian pos polisi di rest area tersebut. Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Rony Hidayat, menjelaskan bahwa para pemudik awalnya terdaftar dengan tujuan Jakarta-Semarang. Namun karena rumah mereka di Tegal, mereka berharap bisa diturunkan lebih dekat dengan kampung halaman.
"Setelah turun di rest area, mereka datang ke pos dan meminta bantuan karena ingin pulang ke Tegal. Jumlah semuanya ada 17 orangtua dan anak-anak," kata Rony ditemui detiJateng di rest area KM 338 A.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf. Rony menjelaskan, setelah itu diputuskan belasan pemudik tersebut harus segera diantarkan ke Tegal, dengan difasilitasi Bus Polres Pekalongan.
Sekitar pukul 17.15 WIB, belasan pemudik itu langsung diantar ke kota tujuan yakni Tegal dengan bus milik Polres Pekalongan.
"Atas petunjuk Pak Kapolres, kami gunakan bus Polres Pekalongan. Kami bantu antar sampai tujuan. Karena ada anak-anak, ibu-ibu, dan juga lansia, tentu kami merasa perlu membantu," jelas Rony.
(alg/afn)