Warga di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, digemparkan ledakan yang terjadi Sabtu (21/3) dini hari tadi. Ledakan itu berasal dari petasan yang dirakit sejumlah remaja.
Dampaknya begitu dahsyat. Rumah kosong yang jadi lokasi perakitan petasan hancur hingga rata dengan tanah, sementara ada 9 orang yang menderita luka.
Diketahui ledakan terjadi saat sejumlah remaja tengah merakit petasan berukuran besar. Diduga, petasan terakhir yang sedang dirakit tiba-tiba meledak dan menimbulkan dentuman dahsyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya akibat petasan. Yang luka parah ada empat, tapi yang paling parah terakhir ini. Yang terakhir dibawa itu," kata Edi Purnomo, Ketua RT setempat, Sabtu (21/3/2026).
"Yang luka-luka itu kurang lebih ada sembilan. Tapi yang parah ada empat. Empat, yang paling parah banget satu," tambah Edi.
Penjelasan Polisi
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, kepada awak media di lokasi kejadian mengonfirmasi ledakan akibat petasan yang tengah dirakit. Pihaknya juga menggandeng gegana Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng).
"Tadi (kemarin) dini hari sekitar 02.30 WIB, telah terjadi ledakan yang mana keterangan dari saksi ada beberapa korban yang sedang meracik petasan," ungkapnya.
Setyanto menerangkan, ledakan tersebut terjadi saat para korban melakukan pemadatan. Caranya, bubuk petasan yang sudah dimasukkan ke selongsong dipukul menggunakan obeng dan palu.
"Kemudian pada saat itu salah satu korban ini mekakukan pengisian bubuk petasan kemudian dipadatkan kemudian dipukul-pukul mengunakan obeng dan palu sesaat kemudian terjadi ledakan," ungkapnya .
"Korban 9 orang luka-luka. Kami langsung melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi identifikasi korban, kita melakukan kordinasi dengan Gegana Brimob dan kita amankan 41 selongsong petasan," tambahnya.
Kondisi 9 Korban
Berdasarkan informasi yang diperoleh detikJateng, tujuh korban dirawat di RS Siti Khodijah, 1 korban di RSUD Bendan dan 1 korban di klinik layanan kesehatan.
Korban ledakan di RSUD Bendan dan di klinik menjalani rawat jalan. Demikian juga 4 dari 7 korban ledakan petasan yang dirawat di RS Siti Khodijah rawat jalan.
Di RS Khodijah, 3 korban ledakan mengalami luka bakar antara 20 hingga 50 persen. Bahkan, salah satu korban harus menjalani amputasi pada jarinya.
"Jumlah korban ada tujuh orang yang datang ke IGD. Empat orang dirawat jalan, sedangkan tiga orang dirawat inap," kata koordinator Gawat Darurat RS Siti Khodijah, dr Nungki Ardila.
"Persentase luka bakar sekitar 20 sampai 50 persen, dan satu orang mencapai 50 persen," tambahnya.
Selain luka bakar, beberapa korban juga mengalami cedera serius pada bagian tangan akibat kuatnya ledakan. Bahkan, terdapat pasien yang harus menjalani tindakan medis lanjutan berupa amputasi jari.
"Ada pasien yang akan menjalani amputasi, karena ledakannya cukup besar sehingga menyebabkan kerusakan berat pada jari," tambahnya.
Warga Pun Berhamburan
Salah satu warga, Wahidin (45), menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik yang menggemparkan tersebut. Ia mengungkapkan tengah beristirahat bersama keluarganya saat ledakan berlangsung pada dini hari, sekitar pukul 02.15 WIB.
"Waktu saya tidur terbangun, mendengar suara ledakan keras. Anak, istri, sampai saudara saya yang menginap semua kaget dan panik, keluar rumah," ujarnya ditemui di rumahnya.
Begitu keluar rumah, Wahidin dan warga lainnya mencari sumber suara ledakan. Pandangannya tertuju kepada rumah yang berada di depan rumahnya sudah porak-poranda. Muncul kepulan asap dengan bau menyengat.
"Begitu buka pintu, rumah (depan rumahnya) sudah roboh, ada kepulan asap. Setelah asap hilang, baru kelihatan rumahnya sudah hancur," jelasnya.
Warga sekitar sempat mengira ledakan tersebut berasal dari gempa atau kebocoran gas. Teriakan histeris pun terdengar dari berbagai arah.
"Banyak yang menjerit, kaget semua. Dikira gempa atau suara gas, ternyata petasan," ungkapnya.
Dalam kejadian itu, terdapat beberapa korban yang mengalami luka-luka. Wahidin menyebut ada korban yang kondisinya cukup parah, terutama yang berada di dalam rumah saat ledakan terjadi.
"Yang saya lihat ada empat orang terkapar, banyak darah. Warga langsung teriak minta panggil ambulans," tuturnya.
Namun, menurutnya, ambulans baru tiba sekitar 30 menit setelah kejadian, sehingga warga sempat panik menangani korban.
Kerasnya ledakan juga berdampak ke rumahnya. Wahidin mengungkap kaca bagian depan pecah, puluhan lembar eternit rusak, serta sekitar 20 genting berhamburan. Bahkan, genteng-genteng tersebut terpental hingga jarak puluhan meter.
"Genteng itu sampai terlempar jauh, kurang lebih sampai 15 meter, jauhnya," katanya.
Wahidin mengaku tidak mengetahui jika rumah tersebut digunakan untuk meracik petasan. Ia hanya melihat aktivitas anak-anak muda yang kerap berkumpul di lokasi, terutama pada malam hari.
"Kalau bikin petasan nggak tahu, tapi memang sering ada kumpul anak muda. Mungkin aktivitasnya malam saat warga sudah tidur," katanya.
Ia menambahkan, rumah yang menjadi lokasi ledakan diketahui sudah lama kosong, sekitar satu tahun ditinggal pemiliknya. Meski begitu, aktivitas warga yang membuat petasan disebutnya sudah menjadi tradisi tahunan di lingkungan tersebut.
Simak Video "Video KPK Tangkap 11 Orang Terkait OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq"
[Gambas:Video 20detik]
(apu/apu)
