Kondisi Rumah Masa Kecil Pahlawan Slamet Riyadi Bikin Sedih, Bakal Direnovasi

Kondisi Rumah Masa Kecil Pahlawan Slamet Riyadi Bikin Sedih, Bakal Direnovasi

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 22 Mar 2026 10:17 WIB
Kondisi rumah Slamet Riyadi
Kondisi rumah Slamet Riyadi. Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng.
Solo -

Kondisi rumah masa kecil pahlawan nasional Slamet Riyadi memang cukup memprihatinkan. Banyak bagian yang sudah mulai rusak dimakan usia hingga beberapa bagian atapnya bocor saat hujan turun.

Terkait kondisi tersebut, pemerintah bersama DPRD Solo telah menganggarkan untuk renovasi rumah masa kecil Slamet Riyadi. Ketua Fraksi PDIP Kota Solo, YF Sukasno mengatakan setelah melihat kondisi rumah Slamet Riyadi, pihaknya mengusulkan untuk dianggarkan di tahun ini.

"Fraksi PDI Perjuangan ke sana melihat dan ditemui oleh salah satu saudaranya. Memang kondisinya sudah rusak, tahun lalu kita mengusulkan dan tahun ini akan direalisasi," kata YF Sukasno, Senin (9/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya melihat bahwa bangunan dengan nuansa Jawa itu tidak pernah diubah sama sekali. Di mana, masih terdapat sentong atau kamar masa kecil hingga muda Slamet Riyadi. Atapnya juga masih terbuat dari anyaman bambu.

"Bangunan tersebut arsitektur Jawa karena ada sentong, sentong itu kamar kalau sekarang. Terus gebyok, sebagian gebyok ada tritis, kalau sekarang namanya teras, jadi itu rumah arsitektur Jawa. Eh kalau orang dulu mengatakan kotangan, bangunan permanen, tembok, tapi juga ada kayu Jawa," ucapnya.

ADVERTISEMENT
Kondisi rumah Slamet RiyadiKondisi rumah Slamet Riyadi Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng


Kasno mengatakan, renovasi rumah Slamet Riyadi membutuhkan biaya yang besar, yakni sekira Rp 1 miliar. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemkot Solo akan mengusulkan anggaran Rp 300 juta.

"Kebutuhannya banyak di atas Rp 1 miliar, tapi karena keterbatasan anggaran kami baru bisa kita usulkan kurang lebih Rp 300 juta," ucapnya.

Rencananya renovasi dilakukan pada bulan April 2026. Sedangkan persiapan akan dilakukan pada bulan Maret nanti.

"Nanti kurang lebih bulan April, ini mungkin nanti Maret ini sudah proses," tuturnya.

Untuk renovasi awal, ia menyebut akan fokus pada atap yang sudah mulai berlubang. Atapnya juga akan menggunakan bahan yang sama yakni anyaman bambu.

"Saya pesan PU dipulihkan, tapi juga harus ada yang diperkuat, paling tidak di struktur atas, atap itu. Karena memang kalau hujan pada trocoh (bocor)," pungkasnya.

Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, mengungkapkan bahwa anggaran untuk renovasi tersebut telah dialokasikan dalam APBD tahun 2026. Meski awalnya direncanakan membutuhkan biaya sekitar Rp 1 miliar, namun karena keterbatasan anggaran, nominal yang disepakati saat ini adalah sekitar Rp 300 juta.

"Intinya di APBD 2026 kita sudah mengalokasikan anggaran untuk merenovasi rumah pahlawan tersebut," ujar BM, sapaan akrabnya.

Mengenai detail teknis renovasi, Budi menjelaskan bahwa fokus utama pengerjaan akan menyasar pada bagian luar bangunan yang kondisinya saat ini sudah cukup memprihatinkan. Berdasarkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), prioritas perbaikan meliputi area fasad dan kemungkinan struktur atap.

"Secara umum kondisi fasad luarnya kan memprihatinkan. Jadi kemarin kalau dari PU menyampaikan, mungkin juga akan dilihat dari atapnya dan fasad luar," jelasnya.

Budi Murtono menegaskan bahwa renovasi rumah masa kecil Slamet Riyadi merupakan upaya Pemkot untuk ngopeni atau merawat tempat asal mula sang pahlawan. Hal ini sejalan dengan pemasangan patung Slamet Riyadi yang sudah menjadi ikon di pusat kota.

"Kita ingin menghormati dan menghargai pahlawan yang sudah membawa nama baik negara dan Kota Solo. Kita ingin rumah pahlawan Slamet Riyadi itu menjadi salah satu ikon Kota Solo dan bentuk perhatian kita kepada pahlawan," benernya.

Terkait keberlanjutan renovasi di tahun 2027, Budi menyatakan pihaknya akan melihat kembali hasil hitung-hitungan dan perkembangan fisik di lapangan.

"Iya. Renovasi, ini baru pertama kali rumah Slamet Riyadi direnovasi," pungkasnya.

Atap Bocor Saat Hujan

Cucu keponakan Slamet Riyadi, Gunawan Wibisono (53), mengungkap rumah sang pahlawan nasional tersebut masih dalam kondisi asli. Hunian yang berdiri sejak tahun 1937 silam ini belum pernah direnovasi.

"Rumah ini masih asli. Dari rumah dulu sampai sekarang ya seperti ini. Dan ini belum pernah direnovasi, belum pernah renovasi," ucapnya.

Saat Gunawan mengajak ke depan rumah, terlihat atap yang terbuat dari anyaman bambu berlubang. Gunawan mengatakan bahwa setiap hujan pasti bocor dari atap.

"Kalau yang di sini pasti bocor setiap kali hujan, karena memang tidak pernah dirubah sejak dulu," tuturnya.

Gunawan berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk bisa merehabilitasi kediaman Slamet Riyadi. Ia mengaku, untuk membutuhkan yang rusak membutuhkan biaya yang banyak..

"Ya jujur saja, kalau dengan anggaran sendiri tentunya kita tidak mampu butuh bantuan. Semoga dari pemerintah bisa membantu," tuturnya.




(apl/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads