Seorang kakek inisial M (70), warga Dusun Kayuapak, Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Klaten dilaporkan hilang. Kakek tersebut dilaporkan tenggelam di embung desa setempat.
"Saya mendapat laporan sekitar pukul 12.00 WIB tadi. Itu warga saya sendiri," ungkap Kepala Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, Eka Sri Purwanta kepada detikJateng, Rabu (25/3/2026).
Dijelaskan Eka, setelah mendapatkan laporan dirinya mengecek ke lokasi. Dari keterangan warga, yang bersangkutan awalnya mencuci tikar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya yang bersangkutan itu mencuci tikar. Setelah selesai mencuci, tikar dijemur di tepi," terang Eka.
Diduga tertiup angin, lanjut Eka, selembar tikar terjatuh ke air dan semakin ke tengah. Tikar dikejar tetapi yang bersangkutan tenggelam.
"Hendak mengambil tikar tetapi tenggelam. Sempat ada warga yang melihat dan mencoba menolong tapi tidak kuat," lanjut Eka Sri Purwanta.
"Segera kita koordinasikan untuk pencarian dan saat ini masih proses pencarian," imbuh Eka.
Terpisah, Kapolsek Bayat. AKP Heri Wibawa mengonfirmasi ada kejadian tersebut. Dia menjelaskan lokasi kejadian di embung Desa Krikilan.
"Lokasinya di embung. Penyebabnya belum tahu," jelas Heri saat diminta konfirmasi detikJateng.
Ditemukan Meninggal
Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
"Pada pukul 15.50 WIB korban berhasil ditemukan oleh tim penyelam, korban ditemukan di tempat yang sama saat saksi S berusaha menolong korban," jelas Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto kepada detikJateng, Rabu (25/3/2026) sore.
Dijelaskan Suwoto, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Bayat di tubuh korban tidak ditemukan luka maupun tanda bekas kekerasan. Keluarga tidak menghendaki adanya autopsi dengan dilampirkan surat pernyataan.
"Keluarga korban sudah mengikhlaskan dan tidak menghendaki adanya autopsi dengan dilampirkan surat pernyataan. Korban mengalami kelelahan saat berenang berusaha mengambil tikar ditengah embung sehingga tenggelam," terang Suwoto.
Kronologi kejadian, papar Suwoto, semula korban menunggu tikar yang sebelumnya dicuci dan dijemur dipagar embung. Ada satu tikar yang tertiup angin jatuh ke embung.
"Jatuh ke embung dan korban berusaha mengambil tikar dengan cara berenang ke tengah embung. Jarak sekitar 10 meter sehingga korban mengalami kecapekan dan berteriak melambaikan tangan kepada saksi ," lanjut Suwoto.
Selanjutnya, saksi berusaha menolong berenang dan menarik tangan korban, namun tidak kuat dan melepaskan pegangan tangan korban. Saksi kembali berenang ke pinggir embung.
"Saksi ke pinggir embung, korban sudah tenggelam dan tidak kelihatan kembali, kemudian saksi berlari ke desa untuk mencari bantuan. Kemudian Tim SAR mencari," terang Suwoto.
Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto menyatakan korban ditemukan oleh dua penyelam SAR Klaten. Kedalaman antara 5-6 meter.
"Kedalamannya sekitar 5-6 meter. Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, SAR Klaten, TRC BPBD, PMI, Polsek, Koramil, MDMC, SAR MTA, relawan, perangkat desa dan lainnya," papar Indiarto.
(apu/dil)
