Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, silaturahmi ke kediaman KH Abdul Hamid, pengasuh Pondok Pesantren Annajah, Dawar, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Gibran disambut langsung oleh KH Abdul Hamid bersama para santri dan warga sekitar.
Gibran tiba di Ponpes sekitar pukul 10.15 WIB. Kemudian masuk ke rumah KH Abdul Hamid. Hadir juga Bupati Boyolali, Agus Irawan, Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra dan Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro.
Gibran melaksanakan Salat Jumat di Masjid Baitul Muslimin, di dukuh setempat. Gibran bersama KH Abdul Hamid dan rombongan jalan kaki menuju masjid yang berjarak sekitar 500 meter itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai Salat Jumat, Gibran kembali berjalan kaki menuju rumah KH Abdul Hamid. Di tengah perjalanan pulang dari masjid, hujan deras pun mengguyur. Gibran dan Kiai Abdul Hamid satu payung.
Wakil Presiden Gibran juga sudah menyiapkan bingkisan yang kemudian dibagikan kepada jemaah salat Jumat yang berisi peci dan sarung. Juga ada nasi ayam dan buku tulis untuk anak-anak.
Ditanya wartawan usai Salat Jumat, Gibran tak memberikan pernyataan sedikit pun terkait kunjungannya ke Ponpes Annajah, Dawar ini. Begitu pula saat ditanya terkait cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM). Gibran sama sekali tak memberikan jawaban.
Setelah sampai di rumah KH Abdul Hamid, Gibran sempat kembali masuk. Tak lama kemudian Ia pamit dan meninggalkan rumah pengasuh Ponpes Annajah tersebut, menuju lokasi berikutnya.
KH Abdul Hamid menjelaskan, pihaknya mendapat pemberitahuan kunjungan Gibran itu baru Kamis (26/3) siang kemarin. Ia mengaku senang dikunjungi oleh orang nomor 2 di Republik Indonesia itu.
"Ya, senang sekali. Satu anugerah bagi saya, orang cilik kerawuhan (mendapat kunjungan) Wapres," kata KH Abdul Hamid menjelaskan terkait kedatangan Wapres Gibran di kediamannya tersebut, Jumat (27/3/2026).
Kunjungan Gibran tersebut dalam rangka untuk silaturahmi. Sudah lama Gibran hendak berkunjung, namun baru sempat saat ini.
"Jadi, betul-betul ke sini itu ya cuma sekadar silaturahmi saja. Katanya memang sebetulnya sudah lama mau ke sini. Dari waktu beliau dilantik jadi Wakil Presiden itu sudah mau ke sini. Baru maka ada kesempatan, mumpung masih di Solo, terus kemudian menyempatkan diri," imbuh KH. Abdul Hamid.
Cukup lama Gibran bertamu ke Ponpes tersebut. Selain berbincang dengan dirinya, Gibran juga bincang-bincang dengan Bupati Boyolali, Agus Irawan, membicarakan tentang pembangunan Boyolali.
Santri Pondok Pesantren Annajah, Gilang Ramadan senang mendapat bingkisan dari Wapres Gibran. Foto: Jarmaji/detikJateng |
"Saya cuma menyampaikan tentang pentingnya persatuan, kesatuan, kerukunan dan kekompakan. Karena sudah jadi pengalaman kita, bahwa Indonesia merdeka itu kan juga karena berkat dari persatuan, kesatuan dan kekompakan dari para pahlawan-pahlawan kita itu, para pendiri bangsa ini," jelas Abdul Hamid.
"Maka ini kewajiban untuk memelihara itu. Kita tidak mustahil karena dengan perpecahan-perpecahan itu nanti bisa saja Indonesia akan lenyap dari muka bumi ini," sambung dia.
Sementara itu salah satu santri yang merupakan warga sekitar, Gilang Ramadan mengaku senang mendapat bingkisan dari Gibran. Dia tersenyum menenteng tas biru berisi sarung dan peci itu.
"Iya, senang sekali," ujar Gilang.
(apu/alg)

