Senangnya Pemudik Ikut Balik Gratis di Stasiun Tawang: Hemat Rp 1,5 Juta

Senangnya Pemudik Ikut Balik Gratis di Stasiun Tawang: Hemat Rp 1,5 Juta

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 27 Mar 2026 16:39 WIB
Pemudik ikut program balik gratis naik kereta dari Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat (27/3/2026).
Pemudik ikut program balik gratis naik kereta dari Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat (27/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Sebanyak 320 pemudik mengikuti program balik gratis Pemprov Jateng hari ini. Mereka mengaku bisa menghemat Rp 500 ribu karena bisa balik ke perantauan dengan naik kereta api secara gratis.

Pantauan detikJateng, Stasiun Tawang, Kecamatan Semarang Utara, sudah padat oleh para pemudik yang harus kembali ke perantauan.

Beberapa dari mereka merupakan pemudik yang telah berjuang demi mendapat kuota balik gratis dengan kereta. Mereka bakal menaiki Kereta Tawang Jaya Premium dengan pemberhentian terakhir di Stasiun Pasar Senen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pemudik, Rudy (39) warga Semarang mengaku sudah rutin memanfaatkan program ini. Tahun ini ia kembali ikut balik gratis menuju Jakarta setelah mudik selama sepekan.

"Ini sangat membantu. Kalau naik kereta sekarang paling murah kan Rp 500 ribu, bus Rp 700 ribu sekali jalan. Cuma dengan adanya program ini, jadi gratis, bisa hemat sekitar Rp 1,5 juta untuk pulang-pergi," kata Rudy kepada detikJateng di Stasiun Tawang, Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT
Pemudik ikut program balik gratis naik kereta dari Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat (27/3/2026).Program balik gratis naik kereta dari Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat (27/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Rudy mengetahui informasi program ini dari paguyuban perantau, Pawon Semar. Ia bahkan sudah berkali-kali ikut program mudik-balik gratis ini.

"PP (pulang-pergi) gratis semua, malah dapat makan lagi. Jadi ini sangat membantu warga yang kurang mampu yang merantau di Jakarta," katanya.

"Saya sebetulnya sudah 5 atau 6 kali Lebaran. Cuma kalau saya lagi kerja kalau memang nggak bisa, ya nggak bisa. Tapi kalau nggak lagi kerja saya bisa ngikut (berburu tiket). Daftarnya sudah sejak puasa sih," lanjutnya.

Hal senada disampaikan Dani (25) perantau asal Kabupaten Pati. Ia baru pertama kali mengikuti program arus balik gratis Pemprov Jateng tahun ini, setelah sebelumnya ikut mudik gratis menggunakan bus.

"Dengan adanya mode gratis ini alhamdulillah kita bisa hemat Rp 1,5 juta. Alhamdulillah sangat membantu sekali bagi warga, apalagi banyak sekali warga Kabupaten Pati yang bekerja di daerah Jakarta gitu," ujarnya.

Dani berharap kuota program ini bisa ditambah karena masih banyak masyarakat yang belum kebagian.

Sementara itu pemudik asal Bogor, Rani (33) ikut mudik bersama keluarganya dan akan turun di Stasiun Bekasi. Rani sebelumnya ikut mudik gratis naik kapal.

"Biasanya kan naik kapal laut kita, sekarang naik kereta. Kalau naik kapal laut biasanya berangkat jam 10.00 WIB pagi sampainya jam 10.00 WIB pagi. Kalau kereta lebih cepat," tutur Rani.

Koordinator Lapangan Paguyuban Kota Semarang, Yusi, mengatakan antusiasme masyarakat tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Untuk pendaftaran offline melalui paguyuban tercatat ada 160 peserta.

"Tahun ini naik, sebelumnya sekitar 100-an. Peminatnya tinggi sekali sampai kami kewalahan," ujar Yusi.

Menurut Yusi, program ini sangat membantu masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah.

"Maksimal pendaftaran kan 4 orang. Taruhlah satu tiket itu Rp 250 ribu, sekali jalan bisa ngirit Rp 1-2 juta. Jadi benar-benar sangat membantu," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan arus balik gratis tahun ini difasilitasi melalui moda kereta api dan bus yang diberangkatkan dari sejumlah titik. Program ini ditujukan bagi pekerja informal untuk mudik ke kampung halaman di Jateng.

"Hari ini pemberangkatan arus balik menggunakan kereta api, besok dari beberapa terminal juga disiapkan bus," ujarnya.

Ia menyebut total sekitar 18.000 warga difasilitasi dalam program mudik dan balik gratis tahun ini, dengan rincian ratusan armada bus dan belasan gerbong kereta.

"Hari ini ada 320 (peserta), 4 gerbong. Besok bus yang banyak, di Donohudan, Terminal Mangkang, Terminal Boyolali, Banyumas. Di beberapa terminal juga kita siapkan bus untuk arus balik," urainya.




(dil/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads